Akhirnya Kutemukan Cara Diet Enak Yang Memenuhi Kebutuhan Gizi


Hai, namaku Gilang, sejak kelas lima sering di bully gendut sampai saat ini. Padahal dulu berat badan masih seimbang sama tinggi badan. Entahlah, mungkin karena teman-teman sekelas tubuhnya pada langsing dan kurus. Inginku langsing selalu, tapi, kadang enggak bisa menolak makanan yang melambai-lambai. Sebelum menceritakan cara diet yang baru-baru ini kucoba. Aku ingin kamu tahu, jika aku paling sebal kalau ketemu orang terus dibilang begini :

"Makin gendut aja nih, pasti bahagia banget ya sekarang?"

Setiap kali ada yang bilang gendut aku itu suka kurang nerima, karena ya aku sendiri merasanya gemuk bukan gendut. Karena dua kata ini berbeda artinya. Coba cek di KBBI. Tapi walaupun begitu, kalau menurut standar BMI ya aku ini termasuk obesitas. Nah kalau ini aku menerimanya dengan berlapang dada, walau kadang suka pengin nangis dipojokkan kamar.

Yang kedua, aku juga suka enggak nerima pemahaman orang lain yang menilai, semakin gemuk seseorang, berarti kadar kebahagiaannya bertambah. Karena enggak begitu lho. Nggak semua yang bertambah gemuk itu karena bahagia. Ada juga yang karena stres. Suer deh.

Serius lho, kalau sebagian besar orang jadi kurusan saat stres, aku justru sebaliknya. Karena apa. Karena saat stres, aku enggak peduli mau makan apa, sebanyak apa dan kapanpun aku mau ya aku makan. Karena dengan makan apa pun, kapanpun, suasana hatiku bisa jadi lebih baik. Beda dengan saat suasana hatiku bahagia. Sebelum makan bakal dipikirin dulu akibatnya, apalagi kalau lewat jam tujuh malam.

Akibatnya ya itu, semakin stres semakin jarum timbangan geser ke kanan, gesernya pun enggak kira-kira. Sebelum akhir tahun lalu, aku sempet shock. Berat sampai angka 74 kg. Dari situlah aku mulai tertarik lagi buat diet. Aku ingin langsing supaya baju pada muat lagi padahal mah nggak punya uang buat beli baju euy. Dan aku sadar olahraga aja enggak cukup buat menurunkan berat badan.


Soalnya, sehabis olahraga itu suka nambah deh lapernya. Porsi makan jadi dobel gitu. Ada yang sama kayak aku enggak? Padahal olahraga 30 menit itu hanya membakar 300-400 kalori doang. Eh porsi makan malah dobel. Bukannya turun malah tambah naik. Bukannya untung malah jadi buntung, Ya kan. Jadilah aku memutuskan untuk tetap olahraga tapi dibarengi diet dengan meminum segelas Slim&Fit.

Iya, walaupun saat ini beredar banyak cara diet dari mulai detox, enggak makan sama sekali (yang ini aku mana tahan sih, soalnya punya penyakit maag), minum jus-jusan aja dan lainnya yang menjanjikan berat badan turun dalam waktu singkat. Bahkan nih, aku pernah minum obat penurun berat badan yang pantangannya enggak boleh tidur siang. Duh, begitu pantangannya dilanggar, berat badan naiknya lebih dari yang diturunkan. Jadi, sekarang Aku lebih memilih diet dengan mengonsumsi Slim&Fit dua kali sehari. Satu gelas di pagi hari sebagai sarapan, dan satu gelas di malam hari sebagai pengganti makan malam. Siangnya tetap bisa makan nasi dong. Asyik kan. Atau, untuk kamu yang pengin jaga berat badan, satu kali sehari juga cukup. Boleh di pagi atau malam hari.

Nih, Buat kamu yang pengin mencobanya juga, coba belinya di www.kalbestore.com. Pake kode maulani20 biar kamu dapat diskon 20% dengan minimum pembelian 3 box varian rasa apa saja. By the way, varian rasanya ada dua, vanila dan cokelat. Satu box isinya 6 sachet (6x54 g). Jadi nggak ribet pake sendok takar. Tinggal seduh aja, pake air hangat atau dishake pake air dingin juga enak. Slim&Fit juga dijamin halal ya gaes. Ada logo halalnya di bagian belakang kemasan.


Eh, udah tahu belum kenapa aku lebih milih diet bareng Slim&Fit daripada cara diet yang lain? Belum? Sini kubisikin. Karena walaupun sedang diet, tubuh kita tetap memerlukan gizi yang seimbang, seperti protein, serat, karbohidrat, kalsium, vitamin dan mineral. Biar badan tetap sehat karena nutrisinya terpenuhi.

Sumber gambar : bloggerperempuan.co.id

Sejak mengonsumsi Slim&Fit selama satu minggu, aku jadi enggak mudah tergoda sama camilan, karena aku jadi kenyang lebih lama berkat kandungan tinggi protein, tinggi, tinggi serat, dan mengandung karbohidrat lepas lambat Isolmaltulosa yang ada dalam segelas Slim&Fit. Eh ya, protein tinggi juga bisa buat mengencangkan otot juga lho.
Sumber gambar : bloggerperempuan.co.id

Walaupun rendah lemak dan gula (lebih rendah 50% dari susu diet sejenis, tanpa tambahan gula pasir) tapi tetap tinggi kalsiumnya (setara dengan susu-susu tinggi kalsium lainnya). Kalorinya juga terkontrol, hanya 220kkal/saji. Paket komplit yang membuatku bahagia. Dan buatku, rasa dari susu Slim&Fit ini tetap enak dan enggak bikin eneg. Tapi biar enggak bosan, dalam sehari aku minum dua rasa. Kalau pagi vanila, malamnya cokelat. Besoknya dibalik. Dan kusuka dua-duanya.


Hasil testimoni menyatakan dapat turun 1kg/minggu bahkan 4-6 kg sebulan. Tentunya hasil balik lagi ke kondisi masing-masing ya kan. Dan harus dibarengi olahraga juga konsisten. Aku sendiri, dalam seminggu mengonsumsi Slim&Fit dibarengi olahraga sekali karena nggak sempat, udah berhasil turun 1,4 kg Yang awalnya mentok di 68 kg, setelah tiga hari mengonsumsi jadi 67,5 kg dan setelah seminggu jadi 66,4 kg. Lingkar pinggang lebih membahagiakan lagi, tadinya 86 jadi 84. Kelihatan banget bedanya kalau aku dibagian leher. Biasanya berlipat-lipat, sekarang mulai berkurang. Huh, Akhirnya nih, kumenemukan cara diet yang enak dan memenuhi kebutuhan gizi.

Maaf nih efek kamera kurang bagus yang afternya :D

Jadi, tunggu apalagi? Siap langsing tapi tetap sehat? Yuk cobain tantangan 4 minggunya Slim&Fit. Beli dulu Slim&Fit nya di www.kalbestore.com, masukan kode maulani20 biar dapat diskon 20%. Tapi ingat, minimal pembelian 3 box ya. Untuk informasi lebih lanjut dan informasi menarik seputar diet, kamu bisa cek instagram : @slimfitid, facebook : Slim & Fit Diet Solution dan situsnya www.slimandfit.co.id

Selamat jadi pejuang langsing, selamat diet sehat. Sampai jumpa di blogpost selanjutnya.

ge maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)