7/24/2018

Terserah Kamu


Jika kamu itu secangkir kopi,
kamu telah mampu membuatku terjaga hingga pagi.
Dan terkadang menimbulkan rasa deg-degan berlebihan.
Walaupun ada rasa pahit.
Lebih banyaknya menimbulkan rasa senang.

Jika kamu segelas jus.
Kamu juga menyegarkan ...
Memberi banyak pilihan, 
ada banyak buah-buahan dan sayuran yang bisa dipadukan, layaknya perasaan.

Tapi, tak apa jika pada akhirnya kamu hanya ingin menjadi air putih.
Netral, membuat semua orang suka, membuat semua orang nyaman.
Walaupun tanpa rasa.

Terserah mau jadi apa dirimu.
Yang terpenting aku menyukaimu. Dan kamu tidak harus tahu.

7/19/2018

Nutri Sari Premium Jus Jambu Review

nutri sari premium jus jambu
Kalau lihat Nutri Sari itu jadi ingat sama iklannya yang Joshua terus bareng jeruk yang pengin nyobain jus jeruknya Nutri Sari. Dan berakhir dengan kalimat "masa jeruk minum jeruk!" Suka aja gitu lihat iklannya. Tapi kalau yang Jus Jambu yang katanya lebih kental ini jelas bukan Joshua yang ngiklanin.

Sebelum kenalan eh mencoba Nutri Sari Jus Jambu ini, ku sudah jatuh hati sekali dengan Nutri Sari Jeruk Peras yang menyegarkan dan aromanya wangi pisan, menurut aku lho ya. Dan sekarang nambah lagi deh kategori jatuh hatinya ke Jus Jambunya.
nutrisari jus jambu
Kemasannya sendiri di dominasi warna merah muda pada bagian gelas jus dan gambar jambu biji merah. Sementara bagian pinggirannya berwarna merah marun. Menurutku paduan warna gambar, latar, tulisan dan dedaunannya sederhana tapi cukup menarik. Rame tapi enggak riweuh naon coba.
Minuman serbuk instan jambu biji ini beratnya 15 gram. Warna serbuknya sendiri didominasi warna merah muda pucat (ada warna putihnya gitu) dengan aroma jambu yang enggak terlalu kuat. Di bagian belakang kemasannya sendiri terdapat komposisi, informasi nilai gizi, sejarah singkat jambu biji, cara menyajikan, label halal, dan kode produksi disertai masa kadaluarsanya.
Ketika dilarutkan ke dalam segelas air sesuai saran penyajian, warnanya berubah jadi merah muda pucat, tapi enggak sampai pastel sih warnanya. Nantilah kalau kamu penasaran, coba dibeli aja terus dilihat sendiri warnanya.
Jika dibandingkan dengan produk minuman serbuk instan dengan rasa serupa milik tetangga sebelah yang lebih dulu ada, Nutri Sari Premium Jus Jambu ini jelas lebih kental, warnanya lebih mirip dengan jus jambu yang dibuat sendiri di rumah. Dan rasanya sesuai, enggak terlalu manis, ada asam-asamnya juga. Aromanya pun enggak berubah baik sebelum dan setelah diseduh. Tetap aroma jambu biji merah 

Tapi, beberapa kali mencoba, serbuknya agak kurang larut kalau diseduh biasa. Masih ada bintik-bintik putih yang ngambang dibagian atasnya. Enggak tahu deh kalau dishake atau ditambah es. Yang pasti rasanya enak juga dan lebih kental tentunya.

7/16/2018

Memetik Banyak Hal dari Kisah Dilan dan Milea

"Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang!"

Kamu udah kenalan belum sama Dilan-Milea dari Pidi Baiq? Aku rasa sebagian besar udah kenalan, termasuk kamu mungkin yang enggak sengaja terdampar ke sini salah satunya. Minimal udah nonton filmnya, atau jangan-jangan punya koleksi novel triloginya?
Kalau aku, aku baru kenalan lengkapnya beberapa hari lalu melalui iPusnas. Karena di iJakarta stoknya habis, antriannya banyak pisan. Enggak tahu kenapa dari dulu merasa penasaran sama Dilan-Milea ini gara-gara kutipan yang disebar teman dan kalimatnya terasa ajaib, enggak biasa menurutku. Dan tentu saja aku suka. 

Dilan, dia adalah Dilanku Tahun 1990.
Aku juga sempat baca separuh yang Dilan, dia adalah Dilanku Tahun 1990, tapi pas ke toko buku malah beli yang lain. Terserah kau mau berpikir aku bagaimana, mau bilang apa. Karena ya ini aku, kadang suka tergoda dengan yang baru kulihat walau sudah ada yang kutandai.

"Milea, kamu cantik. Tapi, aku belum mencintaimu, enggak tahu kalau sore. Tunggu aja."

Nah, dengan kalimat-kalimat ajaib dan gaya bercerita yang ringan, asyik dan kisah yang manis dengan setting waktu tahun 1990 di Bandung, aku enggak perlu waktu lama untuk menamatkannya. Belum lagi puisi-puisi Dilan yang dicantumkan Milea membuatku ikutan jatuh cinta pada sosok Dilan.

"Jangan rindu, berat. Kamu tidak akan kuat, biar aku saja."

Dalam buku pertama, di mana Dilan lagi pedekate ke Milea, ini benar-benar membuatku ingin diperlakukan sebagaimana Milea. Diperlakukan dengan cara yang enggak biasa. Mungkin kalau ditarik ke zaman sekarang, bakal unik dan seru juga. Dari mulai diramal, tiba-tiba datang ke rumah membawa undangan, cokelat yang dititipkan ke tukang koran juga petugas pln, disamperin ke kelas, sengaja pindah barisan, bilang suka tapi enggak langsung ke orangnya malah ke cowok yang juga posisinya suka ke Milea, hadiah ulang tahun TTS yang udah diisi, dan dibawain tukang pijit pula. Kemudian ditelpon dengan percakapan yang enggak membosankan kayak ditanya, "lagi apa, udah makan atau belum." 

"Aku sakit. Mungkin karena kecapean. Meski bingung capek karena apa. Enggak tahu, lah, dokter bilang begitu. Jangan berdebat, nanti jadi malah tambah sakit. Udah, percaya aja."

Semua serba enggak biasa. Dan lebih enggak biasanya lagi karena Dilan punya jabatan panglima tempur di geng motornya. Tapi di sinilah menurutku, kisah keduanya semakin menarik. Ditambah para penghalang macem Beni, Anhar, Susi, Nandan, dan Kang Adi. Belum lagi peran kedua orangtua mereka yang menurutku oke. Termasuk bagaimana Milea (si pemakan lumba-lumba) berkenalan dengan bundahara nya Dilan. Semua pas pada porsinya membuat kisah Dilan & Milea di buku pertama jadi membekas di hati dan pikiran. Lalu penasaran dengan kelanjutannya.

Dilan 2, dia Adalah Dilanku Tahun 1991

"Kalau kamu bohong, itu hakmu. Asal jangan aku yang bohong ke kamu."

Di buku kedua ini, cerita tentang Dilan-Milea yang sudah jadian di warung bi Eem dengan proklamasi jadian bermaterai walaupun kemudian ... . Setelah jadian, tentu saja enggak serta merta semuanya jadi lebih indah, lebih mudah, dan lebih manis. Karena nyatanya jadian enggak seindah pedekate. Udah lah minta dilamar aja daripada diramal. Tokoh penghalangnya pun bertambah. Belum lagi Milea yang berubah jadi orang yang sebagian kecil kalau udah jadian jadi mengekang dan mudah emosian atas dasar rasa sayang. Nanti, kamu jangan begitu ya.

"Ah, aku bersyukur punya ibu yang berpikiran terbuka. Aku bersyukur punya ibu yang bisa melihat lebih dari satu cara pandang di dalam menilai sesuatu. Aku bersyukur punya ibu yang bisa menerima orang lain tanpa banyak prasangka dan tidak asal menilai."

Jujur, aku lebih suka buku pertama di mana ada lebih banyak kebahagiaan sekaligus kerumitan yang seimbang. Di buku kedua ini, walaupun ada bahagianya, apa yang diceritakan Milea lebih banyak sedihnya, lebih banyak membuatku jadi pengin ikutan nangis. Apalagi pas Akew kemudian bu Rini meninggal. Aku turut kehilangan. 

"Memang tidak salah untuk berharap, tapi aku harus tahu kapan berhenti! Aku tidak bisa terus menjalani hidupku dengan terjebak di masa lalu."

"Aku mencintaimu, biarlah, itu urusanku. Bagaimana engkau kepadaku, terserah, itu urusanmu!"

Milea, suara dari Dilan

"Hidupku adalah ceritaku. Diriku adalah diriku, baik ketika sendiri atau ketika bersama orang lain. Aku tidak tertarik untuk mengubah seseorang agar sama dengan diriku, dan jangan ada yang mengubah diriku agar sama dengan dirimu."

Dalam buku ketiga kisah Dilan-Milea yang dikisahkan oleh Dilan yang enggak seniat Milea karena katanya enggak punya waktu buat nulis sendiri. Boleh dikatakan kalau menurutku, ini hanya penyempurnaan dari apa yang kurang jelas dari Milea. Dari apa yang sebenarnya Dilan rasakan padanya pada saat itu tapi ada beberapa yang Lia enggak tahu.

"Semuanya akan tua, semuanya akan mati, kamu juga."

Walaupun kalimat eh narasinya lebih panjang ketimbang percakapannya, beda sama versi Milea, tapi tetap saja aku penasaran menyelesaikan kisah Dilan-Milea versi Dilan ini. Karena dari sini aku jadi tahu ada banyak sekali kebenaran yang terlewatkan oleh keduanya. Ada soal Gunar dan Chika yang nama panjangnya unik. Juga soal Milea yang diam-diam belajar membuat puisi seperti Dilan.

"Katanya, bukan nama kampusnya yang harus dijunjung, tetapi ilmu pengetahuannya yang harus disebarkan. Ini menjadi bukan tentang apa yang kau miliki, tetapi tentang apa yang kau lakukan di manapun berada!"

Selain narasi yang lebih panjang, buku ketiga ini pun banyak kata dan kalimat yang agak menganggu. Semacam, katanya. Lalu "seperti yang sudah Lia jelaskan dibuku sebelumnya." Otomatis beneran harus baca keduanya baru ke sini.

"Dan sekarang, yang tetap di dalam diriku adalah kenangan, disanalah kamu selalu."

Film Dilan 1990

Ketika membaca sebuah novel, atau cerpen, maka dari situ ku akan membayangkan seperti apa tokohnya. Tentu saja termasuk Dilan, Milea, dan seluruh tokohnya. Kamu juga begitu, bukan? Jika iya, maka kemungkinan sosok hasil membayangkannya akan berbeda. Dan itu biasa, bukan? Maka jika diangkat ke layar lebar dan pemerannya tak sesuai ekspektasimu. Ya udah terima saja.

Jujur nih, aku lebih suka ketiga bukunya daripada filmnya. Bukan, bukan karena pemeran tokoh-tokohnya. Karena jujur juga, film ini menghibur, membuatku tersenyum oleh Dilan & Milea. Dan OST nya enakeun. Bedanya, ada beberapa bagian yang jadi kurang. Gantung gitu. Kayak perannya Wati, Kang Adi, Airin, Disa, dll. Itu menurut pendapatku, jika berbeda denganmu harap dimaklumi. Karena seperti yang dikatakan Milea dan Dilan di bukunya masing-masing soal beda pendapat itu intinya gak pa-pa dan tetaplah saling menghormati perbedaan pendapat itu.

Terakhir,

Banyak hikmah eh pembelajaran dari kisah Dilan-Milea ini. Bukan sekadar romantis ala Dilan yang enggak biasa. Tapi ada juga bagaimana tentang menjunjung solidaritas persahabatan. Tentang menghargai wanita. Tentang bagaimana orangtua mengajarkan nilai-nilai baik, memberikan kasih sayang dan tidak langsung menghakimi sang anak atas apa yang diperbuatnya. Lalu jangan menyelesaikan masalah dengan berantem apalagi menyimpan dendam dan berniat balas dendam. Jangan sampai amarah membuat orang lain kehilangan nyawanya padahal korban salah sasaran.

Dari kang Adi pun ada yang bisa dipetik. Jangan jadi manusia yang memuji-muji diri sendiri karena itu malah membuat orang lain males sama kamu. Dan janganlah jadi menyebalkan kayak Beni, Anhar, Engkus, Yugo, Susi, Pak Edy apa Dedi kok aku lupa.

Dan Dilan pun, ada hal-hal baik yang bisa ditiru darinya. Walaupun anak geng motor pada zamannya dan berstatus panglima tempur, dan ke sekolah cuma bawa buku satu. Setidaknya Dilan tetap rangking di kelasnya, bisa terpilih mewakili cerdas cermat dari kelasnya walaupun dia enggak niat jadinya. Dilan juga rela mengerjakan tugas Milea.

Dari Dilan-Milea juga, kujadi semakin diingatkan soal porsi masa lalu. Jangan sampai terjebak di sana. Tapi jangan pula ditolak karena ya bisa jadi pembelajaran. Dari mereka juga ku diingatkan untuk jangan berprasangka sendiri, jangan menganggap apa yang terlihat sebagai jawaban tanpa berusaha mengorek keterangan dari orangnya langsung. Supaya enggak terjadi kesalahpahaman dan kesimpangsiuran info yang berujung sama-sama masih sayang, masih mengharapkan tapi mengira orangnya udah move on.

Kata Dilan, jangan datang kepada wanita untuk membuatnya mau, tapi datanglah untuk membuatnya senang. Dan kuberharap kelak menemukanmu yang begitu, bisa membuat senang, tenang, nyaman, menghargai wanita ditambah menjadi suami dan seorang ayah yang bertanggungjawab, menafkahi keluarganya dengan baik dan benar.

Dan jikalau ada yang masih suka ribet nanya kapan nikah? kapan nyusul? kupunya jawaban baru dari Apud yang diceritakan Dilan. Jawabannya adalah "itu rahasia Allah."

Sekian.

Ket : gambar merupakan hasil tangkapan layar dari iPusnas.

7/09/2018

Game BEARUANG, Tak Sekadar main-main Dapat Uang

Salah satu sifat jelek yang masih sulit kukendalikan adalah memendam rasa kecewa dan sedih lebih lama dari yang seharusnya. Dan di saat itu biasanya aku memilih untuk mencari hiburan. Yang mana mempertemukanku dengan game Bearuang di playstore. Dengan pencarian kata kunci game berhadiah.


Jadi, Bearuang ini adalah kuis trivia yang terdiri dari 12 pertanyaan di sesi livenya. Bentuknya audio dengan soal-soal yang muncul macem pop up gitu. Hadiahnya 10 juta di setiap sesi. Dibagi rata dengan total jumlah pemenang yang berhasil menyelesaikan sampai pertanyaan ke 12.

Pertanyaannya beragam, dari yang mudah tapi mengecoh, sampai yang luas (susah buat aku yang kurang update informasi dan upgrade pengetahuan). Tapi kalau lagi rejeki sih biasanya asal pilih tapi ternyata jawabannya tepat. Waktu menjawabnya cuma sepuluh detik, dan jawaban enggak bisa diubah kalau udah di klik. Dan aku sering banget salah di pertanyaan 10, 11 juga 12.
Kadang nih walaupun terselamatkan ekstralive dipertanyaan ke 11 yang bisa didapatkan dari nonton video iklan (satu doang sehari) dan cuma bisa pake satu ekstralive persatu sesi, belum tentu nomor 12 jawabanku benar. Tapi kalau salah di nomor 12 dan ekstralive belum terpakai, ya otomatis kamu menang. Tenang, kalau enggak punya ekstralive pun tetep bisa main cuma kalau salah ya langsung tereliminasi. 

Game Bearuang ini udah ada sejak Februari 2018 dan aku baru memainkannya di Maret akhir 2018. Taglinenya "main-main dapat uang." Yang punyanya dipanggil uncle bear, yang sampai sekarang ku belum tahu siapakah uncle ini. Sementara para pemainnya dipanggil papa dan mama bear. Tapi papa bear enggak cuma panggilan buat pemain laki-laki, tapi jadi singkatan untuk peraturan permainan livenya

Pa yang pertama, pastikan koneksi internet kamu stabil, apalagi buat yang memakai paket data dengan jaringan 3G dan 4G. 

Pa yang kedua, pastikan baterai handphone mencukupi.
Yang ketiga, bagikan aplikasi Bearuang ke teman-teman kamu supaya mereka memasukan kode undangan kamu. Jadi bisa sama-sama mendapatkan satu ekstralive. Dan cuma bisa isi ekstralive sekali seumur hidup. Andai bisa berkali-kali dengan kode berbeda tentu lebih asyik *maunya. Coba kalau kamu baru main masukan kode L8W51 biar sama-sama dapat satu ekstralive. Itu tuh yang bentuknya hati. 

Lalu dilarang mengirimkan komentar bebau SARA, politik, pake kata-kata kasar (kebun binatang, perabotan). Tapi ya gitu masih ada aja yang berkata-kata kasar. Konsekuensinya dia di blok tapi bloknya bukan enggak bisa main, melainkan kalau punya saldo jadi balik ke nol lagi. Dimiskinkan kalau kata hostnya.
Setiap sesi live kuisnya dipandu oleh host-host yang berbeda. Sehari kalau normalnya ada empat sesi. Dulu pernah sampai lima sesi. Senin s/d Sabtu kecuali jumat jam 12.30 WIB, 19.00, 20.00, dan 21.00. Khusus jumat sesi satunya jam 13.00. Nah kalau hari minggu biasanya cuma sekali. Malam. Jam 21.00. Nah kalau minggu kemarin sih lagi tiga sesi dan hari minggu adanya jam 19.00. Setiap sesinya kurang lebih 30 menit.

Eh tadi sampai mana, hostnya ya?  Hostnya ada banyak, dari mulai yang suara dan cara ngehostnya bikin terkecoh karena asyik dengar suaranya sampai yang mohon maaf, bikin ngantuk juga ada. Dari mulai kak Aji yang spesialis di weekend dan hari libur. Terus Dina, Fado, Chika, Mawar, Lily, kak Rei dan dulu ada kak Nando.
Dari Bearuang ini, aku sendiri udah mendapatkan sekitar 291 ribu yang sudah kuterima dalam bentuk pencairan ke rekening yang diprosesnya 7 hari kerja (gak termasuk weekend dan hari libur ya gaes). Waktu itu (5 hari juga udah masuk sih dan sekarang itu udah ada laporan sedang diproses atau sudah terkirim gitu di aplikasinya). Kalau sekarang jadi 14 hari kerja pencairan ke rekeningnya. Minimal saldo yang ditarik 150 ribu. 


Lalu, kemarin, kujuga sudah mencoba mencairkan saldonya dalam bentuk pulsa. Nah, kalau pulsa, 100 ribu udah bisa kamu cairkan. Dan prosesnya memakan waktu 1 x 24 jam. Aku sendiri mencoba mencairkannya di jam 20.33, paginya jam 07.49 udah masuk.
Selain mendapatkan saldo yang bisa ditukarkan dengan pulsa atau uang yang ditarik ke rekening, dari Bearuang ini aku juga kayak diajak mengingat pelajaran-pelajaran waktu sekolah. Dikenalkan juga ke pengetahuan lain yang sebelumnya enggak tahu karena enggak ada niatan buat mempelajari itu. Kayak misal nama-nama kota tertentu di zaman kolonial. 

Ada juga soal baju adat, tari-tarian, lagu daerah, nama-nama ibu kota, pancasila,  burung garuda, bahas teknologi juga, nama-nama ilmuwan, pahlawan, penulisan yang benar dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, sampai dunia perfilman, musik dan game juga ada. Pernah tuh dulu ada sesi bahasa dunia game yang bikin aku sesak nafas tapi karena rejeki jadinya berhasil sampai akhir. 

Dari situ udah ketebak kan, walaupun kadang ngenes nyesek gimana gitu pas salah jawab dipertanyaan sebelas, duabelas. Aku jadi mendapatkan tambahan informasi dan pengetahuan. Karena kadang disertai side info yang lengkap dan dibacakan oleh hostnya. Jadi enggak sekadar dapat uang aja. 

Selain itu, main Bearuang ini juga bisa menguji kesabaran. Serius deh, bukan cuma soal salah di pertanyaan akhir, atau terkena pertanyaan yang mengecoh. Tapi juga soal koneksi nih. Apalagi waktu aku numpang di ponselnya ibu. Kan masih 3G tuh, beuh suka timbul tenggelam suara hostnya, bahkan tiba-tiba sinyal hilang dan tereliminasilah aku.

Bukan cuma perkara sinyal juga sih. Ini kan yang ikut livenya banyak, kadang aplikasinya sendiri yang error, jadi semacam kita jawab bener tapi disalahkan, atau mandet di pertanyaan sekian, bisa juga enggak jawab salah tapi ekstralive terpakai. Tapi biasanya juga ada kebijakan tersendiri, kadang diulang. Kadang dikasih kompensasi berapa ekstralive gitu buat yang main di sesi eror tersebut.

Makanya waktu bulan puasa kemarin aku nyaris banyak enggak main Bearuang karena takut batal puasa #mudahemosi. Misuh-misuh sendiri biasanya. Tapi kadang pengguna yang enggak sabaran suka ngamuk-ngamuk di kolom komentar. Padahal sih ya kalau menurut aku enggak usah ngamuk di komentar live ataupun kolom komentar sosial medianya beruang. IG : bearuang.id , facebook : bearuang.id. Karena toh main ini kan enggak bayar, cuma ngeluarin kuota sekitar 30 Mb an kalau di aku tiap main ini. Dan ya namanya juga aplikasi. Kadang ada erornya. Sabar aja udah sabar. Dan sekarang kalau eror pun pengaduannya udah ada form nya di situs bearuang.id. Di sana bisa ngisi form buat titip salam atau titip soal. 
Enggak cuma kuis live aja, di Bearuang ini juga ada yang namanya Bearadu (tebak skor piala dunia), Liga Bearuang (jawab lima pertanyaan dengan waktu sama sepuluh detik), lawannya pengguna lain. Ini dapatnya koin yang bisa dipake buat Bearadu dan beli Bearpet. Dan kadang soal dari Liga Bearuang pun muncul di live kuisnya. 

Eh ya, Bearuang ini bisa dimainkan di android dan juga ios. Gak tau yang bisa dari versi berapa. Yang pasti aku bisa main di android kit kat. Cuman karena layarnya kecil. Jadi tampilannya agak pendek gitu, jatuhnya kalau di liga bearuang kadang bagian pertanyaannya kepotong gitu. Tapi selebihnya seru sih. Cobaih deh jadi pejuang receh yang dapetnya dari ratusan perak sampai dulu paling gede ada yang sampai 33 ribu dan aku enggak kebagian. Paling gede aku pernah hampir 10 ribu satu sesi. Dan masukin kode undangan L8W51 biar kamu dapat satu ekstralive dan akupun begitu.
Secara keseluruhan aku suka tampilan versi terbarunya. Cuma pas bagian pemenang aja sih, lebih suka pop up nya selamat anda mendapatkan sekian gitu daripada yakin anda menang aja. Kalau masih bingung cara mainnya. Coba ke youtubenya bearuang id deh.

Sampai jumpa di blogpost selanjutnya. Dan selamat mencoba kalau kamu penasaran. 
Ket : semua gambar merupakan hasil tangkapan layar pribadi. Yang dikolase. 

7/08/2018

Objek Ini Diabadikan Dengan Kamera Ponsel Jadul


Karena satu dan lain hal, aku berpisah dengan teman hidup yang bukan manusia tepat diawal bulan Maret 2018. Cukup singkat waktuku bersamanya dari Juli 2017. Enggak sampai setahun. Dan sejak saat itu akupun agak kesulitan untuk beraktivitas di dunia maya dan kegiatan mengabadikan gambar. Mengingat numpang di ponsel android lamaku yang kuserahkan pada ibu, dan kameranya sudah enggak bisa diandalkan. 

Jadi, ketika ada objek benda yang harus diabadikan, aku memilih menggunakan ponsel jadul merek nokia. Nokia 5610 music express & Nokia X2-00. Dan bukan hal yang mudah ketika aku sudah terbiasa dengan kamera ponsel android sebelumnya yang memberikan kemudahan mengambil gambar dengan lebih tajam dan lebih luas. Mengingat yang dua ini kameranya hanya 3,15 MP dan 5 MP. Yang satu ada autofokusnya tapi agak eror, suka restart sendiri. Yang satu enggak. Goyang dikit habislah sudah.


Pencahayaannya juga harus di siang hari dan terang. Karena kalau sudah mulai sore, harus dibantu lampu belajar dari berbargai sudut dan hasilnya. Ya begitu deh. Belum lagi kalau pengambilan gambarnya flat lay. Banyak yang aku potong sih hasilnya. Karena sisa-sisa pinggirannya cukup luas.


Tapi walaupun begitu, sebagian besar hasilnya bagiku cukup untuk bisa nangkring di instagram dan blog walaupun enggak bagus-bagus amat. Lha iya orang pake smartphone aja aku mah hasilnya masih ya begitu deh. Tentunya setelah diperbaiki sedikit pake aplikasi PicsArt.


Dan hikmahnya, makin bertambah sabar dan lebih banyak bersyukur. Masih untung kan bisa dipake mengabadikan objek daripada enggak sama sekali, atau minjem ke orang lain. Enggak berani kecuali kecuali ke kakak atau kakak ipar.

Dan sekarang alhamdulillah sudah ada teman hidup baru yang bukan manusia lagi alias smartphone