Ada Tips Merawat Rambut Berhijab dari Azalea di Workshop Bersama Bandung Hijab Blogger

Dulu, saat memutuskan untuk berhijab, kupikir masalah rambut akan berkurang. Nyatanya justru bertambah. Apalagi setelah aku sering berbuat semena-mena terhadapnya. Enggak sempat sisiran langsung diikat, atau masih belum kering tapi udah hijaban. Selain rontok, lepek, kulit kepala jadi mudah gatal alias ketombean dan baunya astagfirulloh pas buka jilbab. Bawaannya pengin garuk-garuk kepala setiap saat kalau bisa. Nyatanya ya ditahan aja, apalagi kalau di tempat umum. Malu lha, terus nanti jilbabnya acak-acakan dong kalau digaruk.


Sampai akhirnya, pada tanggal 15 September 2018 di acara workshopnya Bandung Hijab Blogger (BHB). Kudiperkenalkan pada shampoo hijab bernama Azalea. Azalea Inspired by Natur. Iya, jadi Azalea The Real Hijab Care ini terinspirasi dari Natur Hair Care yang udah berpengalaman selama 20 tahun lebih dan dipercaya ahlinya rambut rontok. Rambut terasa segar dan bebas lepek.


Dengan kemasan berbentuk kotak, tutup fliptop dan beratnya 180 ml. Azalea with Zaitun Oil dan Ginseng Extract ini tampil sederhana dengan pilihan warna hijau mint. Tapi memang jadi terlihat menyegarkan mata.
Klaim produk, cara penggunaan, komposisi dan logo halal
Klaim : mengandung bahan alami zaitun oil dan ginseng extract yang melembutkan helaian rambut dan membantu merawat kekuatan akar rambut. Membersihkan rambut, mengurangi rasa gatal di kulit kepala, dan memberikan sensasi dingin untuk menjaga kesegaran rambut berhijab. Rambut terasa segar, kuat dan tampak sehat berkilau.

Dengan tekstur yang lebih cair dibandingkan pendahulunya, Natur. Namun dengan warna yang hampir serupa, coklat keemasan. Azalea memiliki aroma yang kusuka. Enggak terlalu kuat, jadi enggak bikin pusing. Busanya pun enggak lebay eh enggak banyak. Tapi, aku enggak bisa memastikan aroma apa sih karena campuran extract bahan-bahan alaminya yang cukup banyak. Bisa dilihat di belakang kemasan.


Cara pakai : usapkan pada rambut yang basah, pijat dengan lembut hingga berbusa. Bilas hingga bersih.

Klaim Azalea shampoo ini ternyata cocok di aku. Apalagi setelah tiga kali pemakaian. Tiga kali keramas dalam seminggu. Jadi, walaupun setelah keramas, dalam keadaan basahnya itu rambutku terasa kesat. Namun, saat kering, rambut jadi terasa lembut tapi enggak selembut habis shampooan pake shampoo yang berbahan kimia lho ya. Dan sensasi dingin dari pemakaian Azalea shampoo ini enggak terlalu terasa sih saat keramas.
Manfaat Olive Oil, Ginseng Extract dan Daun Mint. Sumber : hasil tangkapan layar instagram @azaleabeautyhijab
Terus, walaupun tertutup hijab seharian, rambut enggak lepek dan kulit kepala pun berkurang rasa gatalnya. Dan yang kusukai adalah, selain enggak lepek, rambutku juga enggak mengembang macam permen kapas. Jadi lebih mudah diatur malah. Nah, selain senang dengan hasil pemakaiannya, akupun tenang karena Azalea ini shampoo halal

Peringatan : Hindarkan air masuk ke dalam botol karena dapat merusak kandungan Azalea Shampoo. Hentikan pemakaian bila terjadi iritasi/alergi.

Harga : Rp. 17.000,- (di Shopee)


Selain shampoo, Ada juga Azalea Hair Hijab & Body Mist nya lho untuk melengkapi rangkaian perawatan rambut berhijab. Dengan kemasan karton kemudian di bagian dalamnya terdapat kemasan botol spray berukuran 80 ml ini, enak banget digenggam dan bisa dimasukkan ke pouch make up dong. Yang mana aku enggak sabar banget untuk mencobanya. Karena apa? Karena untuk menggunakannya, kita enggak perlu buka hijab dulu. Penting banget kan kalau habis papanasan kemudian mulai terasa bau enggak enak pada rambut dan hijab, tinggal semprotkan aja. Tenang, dijamin enggak menimbulkan bekas di hijab.

Komposisi, klaim, masa kadaluarsa dan logo halal
Klaim : Perawatan sehari-hari untuk rambut berhijab yang berfungsi mengharumkan dan menyegarkan rambut sehingga membantu mengurangi bau lembab di area sekitar kepala. Dengan kandungan bahan alami zaitun oil dan aloe vera extract, membantu melindungi dan merawat tiap helai rambut, sehingga rambut tetap segar, harum dan mudah diatur. Dapat digunakan sekaligus untuk wewangian di tubuh.

Katakan selamat tinggal pada bau yang enggak sedap dan lepek
Dan beruntunglah aku saat ibu Sarah mengajak seluruh peserta yang hadir untuk langsung mencoba Azalea Hair Hijab & Body Mist with Olive Oil & Aloe Vera Extract ini. Yang mana mudah banget cara menggunakannya. Tinggal semprotkan pada jarak 10-15 sentimeter dari rambut atau hijab untuk kesegaran dan keharuman setiap saat. Ini juga bisa untuk parfum badan lho.

Manfaat Aloe Vera
Untuk keharuman udah pasti langsung tercium dan wanginya, beuh ... enak pisan. Bikin ketagihan pengin semprot lagi dan lagi. Nah, untuk kesegarannya enggak langsung terasa, tapi tunggu beberapa menit dulu. Itu kalau disemprot ke hijab sih. Kalau langsung ke rambut, ya langsung terasa. Jadi, selain shampoo, rambutku mudah diatur pasti efek dari hair hijab & hair mist ini deh.

Harga : Rp. 17.000,- (di Shopee)

Ketika acara berlangsung, beberapa teteh-teteh juga sharing tentang permasalahan rambut mereka, kekhawatiran dengan kerontokan rambut, menanyakan tips merawat rambut berhijab dan tempat membeli produk jika belum ada di kota atau daerahnya.

Teh Nesa, Rara, Ibu Sarah dan MC kece badai
Dan Ibu Sarah pun membagi tips merawat rambut berhijab berikut ini :
1. Cuci rambut alias keramas setidaknya 2 hari sekali.
2. Lakukan creambath dan masker secara rutin 1 bulan sekali.
3. Setelah keramas, pastikan rambut benar-benar kering, sebelum menggunakan hijab, agar rambut tidak bau dan lepek.
4. Hindari mengikat rambut terlalu kencang, karena bisa mengakibatkan rambut jadi rapuh.
5. Pilih hijab yang berbahan adem dan menyerap keringat
.

Oh ya, untuk yang kesulitan mendapatkan produk Azalea ini secara offline, bisa lho membelinya secara daring melalui akun officialnya Azalea di Shopee. Ngomong-ngomong, dengan menggunakan kedua produk ini. Secara tidak langsung kujadi merasakan manfaat olive oil, ginseng extract, daun mint, dan aloe vera extract. Komplit.

Sebenarnya, sebelum sharing permasalahan rambut berhijab. Acara workshop ini tentunya dibuka dengan perkenalan komunitas Bandung Hijab Blogger (BHB) oleh founder-nya : Rara Febtarina - febtarinar.com dan co-leader-nya teh Larasati Neisia - larasatinesa.com

Larasati Neisia dan Rara Febtarina - susahnya mendapatkan foto yang pas. Banyak paparazi :))
Di mana BHB ini mempunyai slogan : "Writing Is In My Veins." Yang mana BHB ini bertujuan menjadi wadah bagi para wanita muslimah yang suka dunia tulis menulis untuk sama-sama belajar. Karena nyatanya ada yang pengin menulis, pengin ngeblog tapi masih ragu, kurang percaya diri dan bingung untuk memulainya. Pokoknya BHB mengajak para wanita muslimah untuk produktif menulis blog dan memberikan manfaat bagi sesama melalui tulisan di blog mereka.

Teh Bioeti dan Aku. Dok : Ibuk Founder BHB

BHB sendiri berdiri pada tanggal 15 Maret 2018. Berarti udah sekitar enam bulan. Jajaran pengurus dan anggotanya sebagian besar anak-anak muda dan mamah-mamah muda nu gareulis. Logonya wanita muslimah dengan hijab tiga warna yang punya arti masing-masing lho. Kata ibu Founder (Rara), pink melambangkan wanita dan kelembutan. Kemudian warna birunya mewakili Bandung yang terkenal dengan warna biru. Sementara oranye mewakili logo dari blog. Nah, di tanggal 15 September 2018 kemarin. Seperti yang kuutarakan diawal. BHB mengadakan Workshop Photography Tips For Blogger.

Belajar foto flatlay dengan produk dan styling sudah disediakan teh Nadia
Suka ngiler enggak sih kalau ada blogger yang gambar pendukungnya itu indah, sekalipun itu hanyalah lipen atau buku misalnya. Kalau aku sih iya, ngiler dan pengin mencoba bikin yang seperti itu. Karena aku sendiri enggak memungkiri kalau gambar atau foto yang disertakan dalam sebuah tulisan blog, itu memengaruhi minat untuk membaca tulisannya hingga tuntas. Bahkan, dengan tulisan asyik ditambah gambar menarik, biasanya membuatku ketagihan untuk berkunjung kembali. Walaupun sebatas silent reader , enggak meninggalkan jejak di kolom komentar.

Pada workshop minggu lalu, BHB mendatangkan teh Nadia dari Lensa Kreatif Bandung sebagai pembicaranya. Yang mana teh Nadia, membagikan delapan tips fotografi untuk blogger. Tapi, sebelum itu, ada teh Dyah Prameswarie (Teh Dydie) yang membagi ilmu seputar ngeblog. Teh Dydie sendiri mengawali kariernya bukan sebagai blogger. Melainkan Penulis fiksi kuliner "Djoeroe Masak,"  yang jumlahnya ada 4. Barulah kemudian teh Dydie terjun menjadi food blogger. Gila sih, aku beruntung sekali bisa hadir di sana. Yang biasanya cuma melihat foto-foto makanan yang menggoda, bikin ileran di facebook dan instagram juga resepnya di blog, akhirnya bisa ketemu langsung.

Teh Dydie
Teh Dydie membagikan tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat ngeblog. Yang paling utama adalah EBI (Ejaan Bahasa Indonesia). Jadi, walaupun enggak pakai bahasa yang formal, tapi tetap harus memperhatikan EBI, sederhananya membedakan mana di dan ke yang dipisah, mana yang enggak. Duh, kututup muka nih, iya, ku masih PR masalah EBI. Suka nulis saenakna.

Pemenang Doorprize-tantangan menyanyi lagu sunda
Selain EBI, yang harus diperhatikan juga adalah menjadi diri sendiri. Jangan mengikuti gaya menulis orang lain, yang mana belum tentu cocok. Kemudian usahakan blognya enggak dicampur-campur, tentukan tema alias niche supaya lebih mudah dikenali. Kemudian kulirik blog sendiri lalu nyengir kuda. Gado-gado eh campur-campur blog akunya.

Teh Dydie juga mengingatkan kita untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum menulis. Ya, walaupun blognya milik sendiri, tapi harus tetap bertanggungjawab dengan apa yang ditulis. Informasinya harus valid supaya enggak menyesatkan pembaca dan tulisannya orisinil.

Teh Nadia dari Lensa Kreatif Bandung
Dan, inilah 8 tips fotografi produk dari teh Nadia :
1. Tentukan tema dan konsep foto
Jadi, kita harus menentukan tema fotonya terlebih dahulu sebelum memulai memotret. Disesuaikan dengan kebutuhan artikelnya. Kalau temanya makanan berarti segala propertinya berhubungan dengan makanan. Pun kalau beauty, temanya harus berhubungan. Jangan sampai temanya beauty, propertinya talenan buat masak.

2. Gunakan kamera beresolusi minimal 12 megapixel
Di sini teh Nadia membahas soal alat tempurnya. Iya, kamera DSLR dan sejenisnya dengan kamera ponsel. Yang mana sekarang kamera ponsel resolusi minimalnya 12 Megapixel. Sama kayak partner baruku beberapa hari ini. Perbedaannya tentu saja di ukuran gambar. Yang mana kamera DSLR kalau dicetak jelas hasilnya bagus. Tapi, jangan khawatir. Buat kamu yang sama seperti aku, belum punya kamera khusus, kamera ponsel pun udah cukup kok jika hanya untuk diunggah ke sosial media termasuk blog. Asal ada tekniknya. Kemudian ku langsung kekeupin ponsel.

3. Intensitas cahaya
Foto yang bagus tentunya bukan hanya karena kameranya yang bagus. Tapi juga pencahayaannya. Bisa dengan pencahayaan yang alami dari sinar matahari maupun pencahayaan lampu. Untuk pencahayaan menggunakan sinar matahari, baiknya dilakukan di luar ruangan dan di dekat jendela. Untuk pencahayaan lampu, ada lampu khusus sih sebenarnya. Tapi untuk meminimalisir biaya bisa menggunakan lampu belajar, tapi minimal dua. Selain itu, supaya cahayanya rata, enggak gelap sebelah, harus dipakaikan reflektor cahaya. Bisa beli langsung di toko kamera, bisa juga bikin yang dananya minim pake bidang yang diselimuti alumuniun foil.

4. Pencahayaan natural yang terbaik
Enggak bisa dipungkiri kalau cahaya matahari emang terbaik dan gratis #pecintagratisan. Namun, yang harus diperhatikan adalah waktu pengambilan gambarnya. Ada yang namanya golden hour, yang mana rentang waktunya dari jam 07.00 - 09.00 untuk pagi hari dan 15.00 - 17.00 di sore hari. Karena kalau lewat jam sembilan itu cahayanya kuat dan lewat jam lima sore udah redup, gelap. 

5. Backdrop dan properti foto
Setuju kan kalau backdrop dan properti foto itu akan menambah keindahan objek utamanya. Namun, yang harus diperhatikan adalah jangan sampai penggunaannya berlebihan, harus proporsional supaya fokus utamanya tetap ke objek. Untuk backdropnya sendiri gunakan yang lebih lembut dari objeknya supaya kombinasi warnanya enggak mati.


6. Angle
Nah ini, untuk mendapatkan hasil yang bagus, anglenya harus diperhatikan. Enggak boleh asal-asalan. Ada berbagai angle yang bisa dipilih. Dari mulai flatlay, sampai eye level.

7. Nuansa foto
Jadi, poin penting dari nuansa foto ini adalah, jangan memasukkan lebih dari tiga warna. Dan pilih warna yang relevan dengan produk yang akan dipotret supaya enggak terlalu rame.

8. Proses editing
Jangan mengunggah foto yang belum diedit, terkecuali fotonya memang udah sesuai dengan harapan, udah bagus. Ngeditnya pun, kalau untuk produk, terutama makanan jangan pakai filter. Karena bisa mengubah warna aslinya. Enggak boleh serakah juga. Jadi jangan semua ditambahkan dari mulai kecerahan, kontras, salutrasi, bayangan dan lainnya. Karena enggak semua foto hasilnya akan bagus kalau ditambahkan semuanya. 


Acara ditutup dengan games berhadiah, pengumuman pemenang  best posting instagram, best dresscode dan foto bersama.
Sumber foto : @BandungHijabBlogger
Nah, itulah sekilas keseruan dari weekend penuh manfaat minggu lalu. Yang bisa kubagi kepada teman-teman sekalian yang enggak sengaja terdampar di sini, mungkin. Akhir kata, terima kasih untuk Bandung Hijab Blogger yang udah mengadakan workshop keren ini. Semoga semakin berkembang, sukses dan semakin sering mengadakan workshop lainnya :))
Sampai jumpa di blogpost selanjutnya!

ge maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

15 comments:

  1. Suka banget sama Azalea inspired by Natur. Saya juga cocok banget.

    ReplyDelete
  2. Seruuu banget yaaa btw saya juga pernah pake shampo Azalea, tinggal hair mist nya nih🤗

    ReplyDelete
  3. lembut sama wanginya shampo ini bikin betaaah banget, sukaa pisan

    ReplyDelete
  4. terima kasih ya bu sudah datang, bahagia banget ibu bisa dateng, next ikut lagi ya buk

    ReplyDelete
  5. Ini masih bagian dari Natur, kan?
    Wanginya enak, ya? Jadi penasaran ��

    ReplyDelete
  6. Seru bgt ya acaranya, saya penasaran sama hair mistnya

    ReplyDelete
  7. produk hair mist ini nampaknya membuatku terpincut.
    *brb buka shopee

    ReplyDelete
  8. Pantesan ngga ketemu
    Saya ikut yang Minggu say
    Azalea shampoo hijab care emang solutif ya?

    ReplyDelete
  9. Senengnya bisa belajar foto dari ahlinya ya.

    ReplyDelete
  10. Kumpul bareng dengan melakukan kegiatan yang positif itu bener-bener menyenangkan yaa..
    Apalagi pulangnya bawa oleh-oleh.

    Wiii~

    ReplyDelete
  11. acaranya mantul banyak narasuber inspiratif y teh Gie :)

    btw azalea ku belm coba nih harganya murah yah

    ReplyDelete
  12. Daku jadi penasaran sama hair mist nya buat jilbab, apalagi pake helm ya biar ga terlalu bau matahari hihi, thanks sharingnya Gilang

    ReplyDelete
  13. Eh ada Ibu Paus, hihihi. Aku jatuh cinta loh sama Hair, Hijab and Body Mist Azalea <3

    ReplyDelete
  14. Salah satu temanku mengeluh soal rambut lepek dan rontok karena pakai hijab. Nah, rupanya Azalea solusinya :)

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)