Ada Pembelajaran Dari Setiap Pilihan

//Sesal takkan ada arti
Karena semua tlah terjadi
...// 
Sheila On7 - Yang Terlewatkan

Silahkan jika kamu mau meneruskan lirik lagunya sambil nyanyi. Eh ya, ketika hidup dipenuhi dengan cobaan, enggak seindah yang dibayangkan, diharapkan dan diimpikan. Maka, terkadang ku suka punya keinginan untuk memutar waktu, memperbaiki apa yang seharusnya dilakukan di masa lalu untuk kehidupan lebih baik di masa sekarang.


Sayangnya, memutar waktu itu hanya ada dalam dongeng, dalam kartun Doraemon. Di kehidupan nyata mana ada sih. Dan salah-salah malah keenakan ya, kalau bisa memutar waktu kembali. Dikit-dikit putar ulang, macam memutar kenangan yang tersimpan di dalam isi kepala.

Jujur sejujur-jujurnya nih, sebenarnya ada banyak hal yang kusesali saat ini. Tapi di sisi lain jadi kusyukuri juga. Karena jika dulu aku memilih x, maka tentu sekarang ku enggak akan mendapatkan y. Macam jika dulu ku langsung ... Mungkin saat ini ku enggak akan ngeblog, enggak akan mencoba gabung komunitas blogger dan ketemu orang-orang baru yang menyenangkan dan dipenuhi energi positif. Jadi ya, diambil hikmahnya aja. Dalam setiap pilihan tentu ada konsekuensinya.

Untuk saat ini aku menyesal, menyesal karena menyia-nyiakan waktu. Enggak mengerahkan seluruh tenaga untuk memanfaatkan kesempatan yang ada. Salah satunya adalah enggak menyelesaikan apa yang udah kumulai, kupilih. Itu terjadi pada saat aku mengikuti tantangan 30 hari menulis novela dan novel. Yang berakhir dengan enggak selesai.

Aku menyesal, karena kalah sebelum waktunya. Iya, karena enggak menyelesaikannya. Mudah teralihkan perhatiannya pada hal-hal lain. Maka dari itu, supaya enggak menyesal lagi, aku berusaha konsisten ikutan BPN 30 Day Challenge 2018. Berusaha menyelesaikan satu persatu tema yang ada setiap harinya. Berharap kali ini bisa ikut sampai akhir, bisa melawan kemalasan yang menyerang diri.

Selain penyesalan yang di atas, aku juga punya penyesalan lainnya saat ini. Penyesalan enggak menjaga berat badan sejak dulu masih di berat ideal dengan tinggi badan. Coba ya kalau dulu aku menjaga berat badan, pasti sekarang enggak akan bersusah payah untuk menurunkan berat badan.

Tapi ya sudahlah ya, kembali lagi menyesal boleh, tapi diambil hikmahnya aja. Jangan sampai terus-terusan menyesal tapi enggak dilakukan perbaikan untuk kebaikan diri sendiri. Ini lagi berusaha mengingatkan diri sendiri lho ya.

ge maulani

Perempuan | Lebih senang berbicara dan bercerita melalui tulisan | Penyuka kucing, novel, es krim, coklat panas, teh susu, kopi | Pemalu walau seringnya malu-maluin | Terbiasa jika terlupakan dan dilupakan |

No comments:

Post a Comment

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)