1/30/2019

Taman Balai Kota dan Lalu Lintas Bandung

Bandung, November 2018 ...

Meskipun udah sering bolak-balik naik kereta lokal ke Bandung, nyatanya ku belum pernah ke taman balai kota Bandung. Karena waktunya enggak pernah pas, atau akunya aja sih yang terlalu malas untuk pergi sendirian ke sana. Namun, akhirnya, di akhir bulan November kemarin, aku bersama mama, kakak ipar, keponakan, mama mertuanya kakak, keponakannya kakak ipar dan anak dari kakak sepupuku, kami ke taman balai kota Bandung dan juga taman lalu lintas.

Karena udah tahu letak balkot dari stasiun Bandung enggak jauh-jauh amat. Maka, ku memutuskan untuk naik angkot aja. Eh tahunya malah terusir dari angkotnya karena di belakang kami ada rombongan yang jumlahnya lebih banyak dan inginnya mereka doang yang naik alias diborongkeun padahal kalau disatukan juga sebenarnya masih masuk. Terusir di udara Bandung yang panas hari itu eh sungguhlah menyebalkan.


Setibanya di depan SMK 1 Bandung, aku sempat bengong dong di dekat zebra cross, menunggu lalu lalang kendaraan yang padat dan cepat di daerah sekitaran balkot. Di samping kami malahan ada beberapa teteh-teteh yang sepertinya hendak menyebrang dan keberadaannya udah jauh lebih lama dari kami. Bingung, mau menyebrangnya gimana karena lampu tanda boleh menyebrang tetap merah? Ku tengok ke seberang, ternyata ada arahan tulisan, silahkan tekan tombol. Kemudian ku mencari tombolnya, dan lampunya berubah hijau. Kendaraan berhenti semua. Di situ ku merasa norak sekali ya ampun. Dan teteh-teteh di samping kami ikut menyebrang. Sepertinya mereka pun teu apaleun harus mencet tombol.

Sampai di taman balkot, suasananya sungguhlah ramai sekali. Kolam yang bisa dipakai main air anak-anak pun penuh dan terlihat ada sedikit lumutnya. Banyak spot foto menarik sih sebenarnya, tapi enggak bisa kujajal semua. Selain malu, proses mengambil gambarnya pun jadi lama karena dikit-dikit ada yang lewat.

Di beberapa lokasi, banyak anak-anak remaja yang sibuk latihan dance. Terlihat juga antrian orang-orang yang ingin naik bandros, sampai keluarga yang lagi ngevlog pun ada. Tapi, meskipun ramai, yang aku senang, orang-orangnya sadar untuk buang sampah pada tempatnya. Bukan pada temannya apalagi mantannya. Dan tempat sampahnya pun tersebar di beberapa titik, juga cukup banyak. Kulihat ada air keran yang bisa diminum juga sih. Jadi tinggal bawa botol aja dari rumah, kalau haus diisi ulang supaya hemat #modegratisnyakumat.

Dan sebenarnya yang paling membuatku penasaran dari taman balkot adalah labirinnya. Maka dari itu kusempatkan mampir meskipun ramai. Terus pada saat ingin foto banyak anak-anak kecil lari-larian tubruk sana tubruk sini enggak pakai permisi. Tapi akhirnya ku bisa foto juga walaupun enggak seperti harapanku. Sepertinya ku harus ke sini lagi di hari kerja biar fotonya puas dan mengajak seseorang yang motonya bisa diandalkan. 

Dikarenakan semakin siang semakin ramai, kami pun memutuskan untuk menuju ke taman lalu lintas Ade Irma Suryani Bandung. Seumur-umur, ku belum pernah ke sini juga soalnya. Dan dulu sempat bengong pas ada teman satu kelas pas SD cerita soal taman lalu lintas. Aku ingin ke situ tapi kalau ke Bandung, tujuannya bonbin (kebun binatang) wae.

Cukup mobil aja yang digantung. Hati aku jangan *eh
Dikarenakan malas mencari tahu rute angkot dan takut terulang cerita yang sama. Akhirnya kuusulkan naik taksi daring yang muat enam penumpanh aja. Dan semua setuju. Enggak sampai lima menit pengemudinya datang dan sampai ke Taman Lalu Lintasnya juga enggak lama meskipun kondisi lalu lintasnya agak padat. Iyalah da deket. Ongkosnya pun setara sama naik angkot ongkos masing-masing. Total 18 ribu rupiah.

Sesampainya di depan gerbang, kami pun harus mengantri untuk membeli tiket masuk. Iya enggak gratis kayak balkot. Meskipun kami bertujuh, tapi beli tiketnya cuma enam dikarenakan yang satu usianya masih di bawah dua tahun. Harga tiketnya 7 ribu per orang.


Setelah tiket diperlihatkan pada petugas yang menjaga, kami pun segera bergegas menuju spot foto pertama bertuliskan Taman Lalu Lintas Bandung. Enggak jauh dari sana, di sebelah kanannya ada papan-papan berisikan rambu-rambu lalu lintas. Jalan sedikit ke depan ada rumah pohon dan juga mobil yang digantung.


Meskipun ada jalan di atas macam sky walk gitu, tapi kami mah tetap jalan di bawah aja, malas buat naik. Lagipula datang-datang langsung cari mushola. Letaknya enggak jauh dari stasiun kereta-keretaan dan juga kolam renang. Untuk ukuran Taman Lalu Lintas yang cukup luas, bagiku musholanya ini terlalu kecil. Yang wanita di luar, di tenda gitu.Toilet perempuannya cuma satu dekat tempat wudhu. Dan, harus persiapan bawa mukena sendiri dari rumah. Dikarenakan mukenanya terbatas dan banyaknya berukuran buat anak kecil.


Ngomong-ngomong soal anak-anak, kalau bu ibuk, oom, tante mengajak anak atau keponakannya ke sini harap diawasi dan jangan dilepaskan dari genggaman. Karena ada kereta motor berlalu lalang di jalan yang sama. Dan klaksonnya suka bikin kaget. Mungkin alangkah lebih indah kalau jalannya dibedakan. Maksudku adalah macam di jalan raya, ada trotoar buat pejalan kaki supaya enggak bentrok sama kereta motor ini. Kurang nyaman aja gitu.


Eh ya, untuk naik kereta-keretaan dan juga masuk kolam renang harus bayar lagi. Enggak tahu berapa karena kami enggak tertarik untuk mencobanya. Tapi, untuk harga snack sama es krimnya sih masih terjangkau. Aku beli es krim corong gitu harganya masih goceng.


Selain itu ada tempat yang di setting macam panggung pertunjukan gitu karena ada kursi beton yang di bentuk setengah lingkaran gitu. Nah, hari itu ada live music. Yang mulanya aku pikir yang nyanyi sama main musiknya paling anak band usia remaja. Tapi, lama kelamaan didengarkan kok lagu-lagunya termasuk jadul gitu. Lagu-lagunya Rossa macam Atas Nama Cinta sama Pudar. 


Akhirnya aku penasaran kan, menuju ke sumber suara dan ternyata personil grup musiknya tunanetra semua. Salut ih, keren. Sampai aku betah agak lama di sana. 

Sebelum pulang, kami sempat mampir ke deretan bangunan unyu seperti Drive Thru, bangunan kantor pos, sekolah, toko mainan dan di dekat sana jadi jalur anak-anak bersepeda.

1/26/2019

Membantu Anak-anak Agar Tanggap Terhadap Bencana Alam

Tidak ada yang dapat merencanakan atau memprediksi kapan sebuah bencana alam akan terjadi dan menimpa suatu daerah. Ketika bencana alam terjadi, maka yang dapat dilakukan manusia adalah membantu memulihkan para korban yang tertimpa bencana alam. Hal tersebut bertujuan agar para korban bencana alam dapat kembali hidup sebagaimana mestinya sebelum bencana alam menimpa para korban bencana alam tersebut.


Ketika bencana alam menimpa suatu daerah maka ada beragam korban yang terdampak bencana tersebut. Beragam korban tersebut dapat terdiri dari anak-anak, perempuan hingga lansia. Perbedaan latar belakang korban tersebut berdampak juga pada perbedaan jenis bantuan yang dibutuhkan. Bagi anak-anak khususnya, bantuan yang diperlukan tergolong kompleks karena anak-anak tengah berada dalam fase tumbuh dan berkembang. Sehingga, anak-anak membutuhkan beragam bantuan mulai dari asupan gizi yang layak, tempat tinggal yang bersih dan sehat, sampai pemulihan trauma pasca bencana alam. Hal inilah yang membuat anak-anak perlu mendapatkan perhatian khusus ketika bencana alam.

anak tanggap bencana alam


Membantu anak-anak yang terdampak bencana alam dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Tapi, usahakan agar bantuan yang Anda berikan benar-benar berguna untuk anak-anak agar dapat membantu proses tumbuh kembangnya. Agar lebih mudah, maka Anda dapat melakukan donasi online melalui lembaga yang terpercaya seperti UNICEF Indonesia untuk membantu anak-anak korban bencana alam.

Untuk melakukan donasi secara online, Anda dapat melakukannya dengan mudah yakni dengan mengunjungi website donasi online dari UNICEF Indonesia melalui laman www.supportunicefIndonesia.org. Di situs ini Anda dapat melakukan donasi secara aman dan mudah. Caranya, pilih “Donasi Sekarang!” yang berwarna oranye untuk langsung melakukan donasi. Lalu, pilih jenis donasi yang Anda inginkan apakah itu berupa “donasi rutin” atau “donasi satu kali”. Kemudian, masukkan nominal donasi yang diinginkan lalu kemudian isi data diri seperti nama lengkap, email dan nomor handphone untuk proses verifikasi. Terakhir, pilih metode pembayaran dan lakukan pembayaran sesuai dengan metode tersebut. Anda pun telah berhasil lakukan donasi online dan membantu anak-anak agar dapat lebih tanggap serta cepat pulih dari bencana alam yang dialaminya.

1/25/2019

Aktor Thailand Favorit

Terhitung hampir dua minggu lebih aku enggak memperbaharui blog setelah ditinggal pergi oleh Jibo dan juga karena ada hal lainnya. Bahkan sampai sekarang pun ku sebenarnya masih enggak pede nulis di blog lagi. Entah kenapa. Aku juga kebingungan mau mulai meracau dari mana. Padahal biasanya paling lancar kalau meracau di blog.

Maka dari itu, ku memutuskan untuk menulis terlebih dahulu yang kadang membuat aku senyam-senyum sendiri atau tersepona eh terpesona. Salah satunya, kepoin instagram abang-abang dan dedek-dedek ganteng dari Thailand. Efek kecanduan film Thailand ini tuh!

1. Mario Maurer


Mario Maurer Aktor Thailand Favorit


Ku udah suka lihat wajah ganteng babang Mario sejak melihatnya di di film Crazy Little Thing Called Love. Gegara perannya sebagai Pi Shone itulah ku jadi kepoin beberapa film yang diperankannya. Friendship, My True Friend, Take Me Home, Pee Mak, Love of Siam. Jan Dara mah ku enggak berani nonton euy! Melihat wajahnya yang ganteng tapi lebih banyak imutnya ini membuatku enggak pernah bosan liat instagramnya abang Mario. Atuhlah dia udah 30 tahun tapi mukanya gemesin.

2. Pae Arak


pae arak aktor thailand favorit


Sama seperti ke abang Mario Maurer, ku juga suka abang Pae Arak sejak kali pertama melihatnya di film My Name is Love, waktu dia masih jabrig rambutnya. Berlanjut ke film-filmnya yang lain macem Loser Lover, Best of Times, Single Lady, 30+ Single on Sale, Cat a Wabb. Ku sempat pangling lihat abang Pae Arak ini di Lakorn I See You. Abangnya udah 34 tahunan.

3. Ter Chantavit


ter chantavit


Kekocakan film ATM Errak Error membawaku lebih jauh untuk kepo soal abang Ter ini. Hello Stranger, Hormones, Coming Soon, A Gift dan One Day. Kupikir di One Day bukan dia lho. Pangling banget didandanin culun kayak gitu. Kalau lakornnya ku cuma nonton ATM 2 series aja sih. Entah kenapa karena terlalu banyak lihat dia memerankan tokoh kocak gitu, walaupun ganteng, ku suka ingin ketawa aja bawaannya kalau lihat wajah abang Ter yang udah 35 tahunan ini.

4. Sunny Suwanmethanont


sunny suwanmenthanon


Nah, kalau sama abang Sunny ini sih gegara ku membandingkan film I'm Fine Thank You Love You versi Thailand sama yang dibuat versi Indonesianya. Dari situ ku tertarik untuk kepo lebih jauh soal film lainnya yang diperankan oleh abang Sunny ini. Sama halnya seperti melihat abang Ter, setiap ku melihat abang Sunny, bawaannya ingin ketawa. Karena perannya di film komedi romantis mulu sih yang aku tonton macem Heart Attack, Mr. Hurt, Bedside Detective, A Gift, dan yang paling baru kutonton Brother of the Year. Kalau lakornnya aku nonton STAY series. Ternyata abangnya udah 37 tahun lho. Di instagram, paling suka kalau abangnya posting sama kucing.

5. Michael Sirachuch


michael sirachuch


Nah, kalau ini sih ku suka abang Michael ini sejak nonton film Hormones, lanjut ke lakorn Hormones Series season satu di mana karakternya sebagai Mhog membuatku makin suka melihatnya. Dan pas nonton film Dorm ku baru sadar yang memerankan jadi hantunya adalah dia. Ini sih beda setahun sama aku umurnya.

6. Bank Thiti


bank thiti


Hiyaa, ada yang suka sama dedek emesh yang satu ini juga enggak? Aku suka dedek Bank ini bukan dari Hormones the Series melainkan dari film May Who, berlanjut ke enggak sengaja melihatnya di lakorn STAY series. Jadi adeknya babang Sunny coba. Deuh kakak adek dua-duanya cakep di lakorn STAY. Buat aku, Bank Thiti ini ganteng, terus manis, enggak ngebosenin buat dilihat. Kusebut dedek karena dia baru 22 tahun.

7. Nonkul


nonkul


Bisa dibilang ku langsung suka dedek Nonkul ini saat pertama kali melihatnya di film Bad Genius. Mukanya tuh macem muka-muka coolkas gitu lha. Membuatku gemas. Apalagi kalau lagi begitu itu macem di foto. Ingin noel pipinya ampun. Dia seumuran sama Bank Thiti dong.

8. Naphat Nine
naphat nine


Bisa dibilang ku awalnya mengira dedek Naphat Nine ini 25 an, seumuran sama aku. Eh ternyata masih 22. Habis mukanya kelihatan dewasa gitu, tambah badannya yang laki banget. Ku terpesona olehnya gegara perannya di film A Gift di mana dia dipasangkan dengan Violette Wautier. Dan tahun ini dedek Naphat baru rilis film barunya berjudul Friendzone bersama Baifern.

Sebenarnya masih banyak lagi sih aktor Thailand yang ganteng-ganteng banyak banget malah, menggemaskan dan unyu-unyu. Tapi, yang ku enggak bosan-bosan melihatnya ya lima abang-abang dan tiga dedek-dedek ini. Seperti itulah kira-kira. Mohon maaf ini benar-benar blogpost yang enggak berfaedah. Padahal biasanya juga memang enggak berfaedah muehehe.

1/10/2019

Solusi Kulit Wajah Sehat Saat Bermake Up

solusi wajah sehat saat bermake up

Sering Khawatir Kulit Wajah Rusak Saat Menggunakan Make Up? Ini Dia Solusinya! Penggunaan make up sepanjang hari kini jadi hal yang normal atau biasa bagi sebagian kalangan, khususnya wanita. Sebab, dengan menggunakan make up, seorang wanita akan merasa lebih percaya diri sepanjang hari. Sayangnya, menggunakan make up juga seringkali dikhawatirkan dapat merusak kulit wajah. Namun, jangan khawatir, kamu bisa tetap tenang dalam menggunakan make up dengan mengikuti dua cara berikut ini lho :

Menggunakan make up cleanser
Jika kamu ingin kulit wajah kamu tetap terlindungi dan sehat walaupun harus menggunakan make up setiap hari, maka make up cleanser adalah salah satu barang yang wajib kamu gunakan. Sebab, menggunakan make up cleanser sangat besar perannya dalam menjaga kesehatan kulit wajah saat kamu menggunakan make up setiap harinya. Dengan menggunakan make up cleanser, wajah kamu bisa kembali bernafas seperti sedia kala.

Kulit bernafas? Eits jangan salah, kulit wajah manusia juga dapat bernafas seperti halnya manusia pada umumnya. Ya, proses bernafas yang dilakukan kulit bertujuan untuk melakukan regenerasi pada sel-sel kulit mati yang ada di wajah manusia. Ketika kulit wajah kamu dapat bernafas secara normal setiap harinya, maka proses regenerasi sel juga dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketika regenerasi tidak berjalan normal, maka kulit wajah kamu pun bisa lebih cepat rusak akibat sel kulit mati yang menumpuk di wajah kamu.

Menggunakan micellar water
Selain menggunakan make up cleanser, setelah menggunakan make up sepanjang hari, jangan lupa juga untuk menggunakan micellar water. Micellar water untuk kulit sensitif terutama sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan kulit wajah kamu, sebab dapat memberikan nutrisi yang bermanfaat untuk kulit wajah kamu. Ya, saat menggunakan make up, kulit wajah kamu akan kesulitan untuk bernafas dan kekurangan nutrisi pentingnya. Hal tersebut dapat teratasi jika kamu menggunakan micellar water untuk kulit sensitif dari Nivea yang diformulasikan untuk memberikan nutrisi pada wajah sekaligus mengatasi kulit wajah yang sensitif. Sehingga, kamu tidak perlu khawatir meski harus menggunakan make up sepanjang hari. Sebab kulit wajah kamu akan tetap terjaga kesehatannya.

1/07/2019

Kehilanganmu Di 2019

Beberapa hari yang lalu, kamu berkelakuan aneh. Dari mulai tidur seharian, menghilang, muncul lagi dan kalau habis makan langsung pergi lagi entah ke mana. Namun, dua hari lalu, kamu menghilang selama satu hari satu malam.

kehilanganmu di 2019

Panik, sampai jam sepuluh malam, aku dan mama bahkan masih berusaha mencarimu, dilanjut paginya. Kamu tetap tidak ada. Kami pun pasrah. Hingga menjelang dzuhur, kamu pulang dalam keadaan terlihat lemas dan mulutmu kotor dan sedikit berbau. Aku berusaha membersihkannya. Kamu tidak mau makan, tidak mau minum. Dipaksa minum pun keluar lagi dalam bentuk lendir. Aku terus mengelapnya menggunakan tisu. 

Kamu berdiam diri di kamar mandi, tiduran, tapi tidak seperti biasa yang kamu lakukan. Lalu, menjelang ashar, kamu masuk sendiri ke dalam rumah, kamu sedikit bersuara, saat didatangi, kamu mendekat, dan tidur di dekat kakiku. Dan mama mengambilkan kain untuk alasmu tidur. Kamu tampak kesulitan tidur.

Sebelum magrib kamu kembali ke kamar mandi, dan pipis di sana. Selepas maghrib, kamu muntah cairan. Kamu diam lagi di lantai kamar mandi, lalu kupangku kembali ke alas kain untuk kamu tidur. 

Menjelang isya, badanmu kurasakan sudah sedikit mengeras, tidak lentur seperti biasanya. Kamu tidur, tapi mata sebelah kirimu sedikit terbuka meskipun sudah kucoba untuk menutupnya. Sambil elus-elus kamu, aku bilang,

Foto pertama dan terakhirmu di 2019

"Aku ingin Jibo sembuh, sehat lagi. Biar aku tetap ada teman. Tapi, kalau Jibo mau pergi, aku juga gak pa-pa. Aku ikhlas, Jibo pergi aja biar enggak sakit lagi. Aku enggak tega lihat Jibo begini."

Sekitar pukul tiga pagi, aku mau ke kamar mandi. Kamu sudah ada di atas kursi, ditutupi kain. Kamu sudah terbujur kaku. Seluruh badamu keras, dan sudah tidak bernapas. Aku tanya mama, katanya jam 12 malam, saat mama melihatnya. Kakimu seperti sedang menendang-nendang. Mungkin sedang melepaskan nyawamu. Dan lewat jam 12 malam. Kamu sudah pulang kembali pada pada-Nya.


Begitu singkat kamu bersama kami. Bulan ini, kurang lebih sepuluh bulan kamu bersama kami. Jibo, kucing yang paling nurut dan mengerti saat kami berbicara padanya. Hai Jibo, terima kasih telah hadir di rumah kami. Terima kasih sudah menjadi teman yang menyenangkan dan membuatku tertawa. Maaf, kalau selama ini kami, terutama aku banyak salah. Maaf, belum bisa memberikan yang terbaik selama kamu bersama kami.

Aku sudah ikhlas, tapi maaf masih menangisimu Bo. Sebelum subuh, aku bahkan memimpikan kamu hidup lagi. Lari-lari lagi. Aku akan merindukanmu, Bo. Suaramu, tingkahmu. Melihat kamu tidur, makan banyak, main di tanah yang masih basah sampai bulunya kotor, mangku kamu, tidur sama kamu.


Rasanya kamu masih ada di sini, Bo. Kamu tidur di sebelah aku macam anak bayi. Tidur di sandaran kursi, di atas televisi, di atas meja dapur, di dekat magic com, di kayu dapur, terus kadang kamu menunggu aku kalau lagi BAB, menunggu aku dan mama selesai sholat. Rasanya semakin sepi tidak ada kamu, Bo. Aku akan rindu gimana kamu suka menempelkan kedua tanganmu pelan di wajahku, Bo.

Mungkin, di pagi terakhir kamu makan dan pergi sembari beberapa kali mengeong, kamu berpamitan mau pulang ya, Bo? Hai Jibo, Hai Jibo, si kucing kecil ramah. Kamu pasti sudah bahagia sekarang.

Terima kasih Jibo, kepergianmu semakin mengingatkanku bahwa kematian itu begitu dekat. Tidak kenal usia, dan bisa mendadak.

1/01/2019

Jatuh Cinta Pada Unicornetto Walls

Siang itu mendung menyelimuti langit, tapi tak meruntuhkan niatku untuk masuk ke sebuah minimarket dalam rangka mencari sosok warna-warni nan lembut yang beberapa kali melintas di feed instagram beberapa selebriti tanah air yang ku follow.

unicornetto walls

Dia adalah Unicornetto (Unicorn Cornetto). Es krim baru bertema unicorn yang diluncurkan oleh walls cornetto. Dengan sisa uang yang ada di saku celana, aku berjalan membawanya menuju kasir. Sama seperti kawan-kawannya atau cornetto lainnya, Unicornetto bisa dibawa pulang dengan uang 9.500 rupiah.

Setelah keluar dari minimarket, air dari langit mulai turun satu persatu berjatuhan. Memaksaku untuk membuka payung untuk meneruskan perjalanan menuju warung mie ayam bersama mama. Kami berteduh di sana, dan aku ... aku mulai membuka kemasan es krim Unicornettonya. 

unicornetto ice cream

Krim berwarna ungu dan biru muda lembut menyapa penglihatan. Ditambah marshmallow yang dilumuri saus stroberi serta ditaburi sereal berlapis coklat warna-warni semakin menggoda untuk dimakan.

Dan ... lembut serta manisnya krim ditambah sedikit rasa asam dari saus stroberi dan renyahnya sereal berlapis coklat warna-warni menjadi paduan yang berpadu sempurna menurut indera perasaku. Gigit lagi bagian berikutnya, gigit terus hingga es krim warna ungu dan biru muda serta cone berwarna merah muda semakin memendek.

unicornetto walls jatuh cinta

Semakin bawah, maka kutemukan kembali saus stroberinya sebelum akhirnya bertemu dengan ciri khas es krim cornetto lainnya, ujung coklat yang lezat. Hmm, makan es krim saat hujan ternyata nikmat juga.

Jika dibandingkan dengan es krim cornetto bertabur permen pletak-pletok, eh cornetto rainbow pop maksudnya, jujur kulebih suka yang unicornetto ini. Rasanya berbeda. Namun, ya kembali lagi soal selera. Masing-masing orang kan beda. Kamu udah coba juga belum, gaes? Selamat tahun baru 2019 ya!