Olahraga Bersama Project S The Series

by - 7:18 PM

Beberapa tahun belakangan ini ku sedang berusaha untuk mengurangi nonton drama Korea. Karena apa, karena ku enggak bisa berhenti nonton per-episodenya hingga kadang ditonton marathon sehari semalam. Maka dari itu aku melarikan diri dengan menonton lakorn dan dorama. Eh padahal ya sama aja. Jumlah episodenya yang enggak banyak. Sebelas dua belas sama drama Korea. Jadinya ya ku enggak sabar suka pengin menamatkannya sekaligus. Apalagi kalau ceritanya menarik. Salah empatnya Project S The Series di bawah ini :

1. Project S Musim 4 : SHOOT (I Love You) 2017
Di project S yang SHOOT ini aku merasa asing dengan para pemainnya ceweknya. Iya, yang cowoknya mah Nonkul sama yang jadi Tiger di I Love You I Hate You. Ngomong-ngomong, semua seriesnya berjumlah 8 episode dengan durasi sekitar 40 menitan setiap episodenya. Dalam SHOOT ini menceritakan kehidupan dua sahabat Bo dan Shan Bosan *eh. Di mana Shan selalu setia menemani Bo meskipun Bo sering berganti-ganti hobi. Hingga akhirnya saat di kampus Bo enggak sengaja melihat Archwin sedang memanah (Archery). Dan dia akhirnya pengin belajar memanah juga.

Archwin mengajak mereka untuk berlatih di tempat ayahnya. Bo yang singkatnya naksir Archwin mati-matian latihan supaya bisa deket terus. Ya walaupun dia sering gagal fokus, dan enggak mengerti sama penjelasan ayahnya Archwin. Hingga kemudian datanglah Fame, cewek yang deket sama Archwin dan jago Archery. Bo jelas cemburu, sampai jadi kepo berat dan mengikuti Archwin saat olahraga. Sampai akhirnya mereka tahu kalau keduanya jadian.

Bo patah hati, iya jelas lha. Sementara Shan sendiri dibuat gemas karena bingung kenapa dia enggak suka kalau Bo bahas Arcwhin atau dekat-dekat sama Archwin. Dari episode pertama ke episode selanjutnya, konfliknya terus meningkat. Bukan cuma masalah cinta-cintaannya aja tapi juga masalah yang bisa terjadi pada atlit Archery dan juga pentingnya dukungan dari keluarga juga teman. Kayak nih, kehilangan kepercayaan diri karena membandingkan hasil panahan lawan. Kehilangan percaya diri karena meleset sampai kena target traumatic. Kita juga diajak buat belajar Archery itu sendiri dan fokus pada apa yang kita impikan. Kayak Shan dong, dia malah jadi suka Archery. Jujur ku dibuat kesal sama karakternya Nonkul (Archwin) di sini. Dan bersimpati sama Bo. Cuma endingnya ih, lha gitu doang enggak sesuai ekspektasi aku. Tapi secara keseluruhan setiap episodenya menarik.

2. Project S Musim 2 : Side by Side 2017
Siapa di sini yang suka badminton? Side by Side akan membawamu menuju latihan serta pertandingan badminton yang dilakukan ganda putra Gym bersama Dong dengan dukungan ibu Teung dan ibu Tum. Jadi di awal diceritakan kalau mereka ini sepupuan, padahal sebenarnya ... tonton sendiri deh, enggak terduga banget sungguh. 

Karakter Gym sendiri adalah anak yang memiliki keistimewaan. Di mana butuh penanganan khusus. Emosi Gym mudah meledak saat dia kesal. Dan hal itulah yang membuat klub badminton mengeluarkannya. Dong ikut keluar karena ibu Teung. Akhirnya mereka latihan di tempat badminton lain di mana ibu Teung dulu berlatih di sana. Dan mereka bertemu lagi teman masa kecil mereka yang bernama Noi.

Mulanya berjalan lancar sampai akhirnya Gym kembali melakukan keributan. Masih bisa diatasi iya, tapi ku sedih sekali pas pertandingan final di mana yang menang bisa masuk timnas Thailand. Di sanalah semuanya berubah. Dong yang enggak bisa fokus karena tahu perihal ayahnya dan masa lalu ibunya. Gym marah dan seperti biasa ditenangkan oleh ibunya Dong sebagai pelatih. Dong semakin merasa kalau ibunya hanya peduli pada Gym. Terus Gym ngamuk dan mau menghajar Dong hingga dia diberikan sanksi enggak boleh main setahun.

Di sini enggak ada kisah cinta? Oh ada dong, kisah cinta dalam keluarga, sesama saudara, Dong sama Noi yang malu-malu mpus eh kucing, dan sesama teman. Dong yang walaupun suka marah, cemburu, kesal ke Gym, tapi enggak dipungkiri kalau dia tetap peduli ke Gym. Seru deh ini pokoknya, episode terakhir beneran menguras air mata pas Dong dan Gym jadi lawan di tunggal putra. Terus terharu banget di episode tujuh di mana ibu Tum jadi dekat sama anaknya (Gym). Pun ibu Teung yang memperbaiki hubungannya dengan Dong. Banyak juga perubahan Gym saat Dong lebih sering latihan dan jarang pulang. Perubahan baik yang membuat Dong kaget sekaligus terharu. Bahkan nih dia bisa melatih anak-anak sampai anak didiknya juara. Di sini kita bakal dibuat sadar kalau anak-anak istimewa itu benar-benar istimewa, punya kemampuan luar biasa yang bahkan bisa melebihi orang-orang pada umumnya.

3. Project S Musim 3 : S.O.S (Skate Our Souls) 2017
Bisa di bilang ini series yang paling menguras air mataku. Kalau bahasa sundanya mah nyeredet kanu hate. Entah karena memang ceritanya bagus banget, karakternya hidup banget, atau karena sebenarnya ku juga mengalami hal kayak tokoh utamanya. 

Boo, siswa SMA yang depresi karena ayahnya berharap dia selalu mempunyai nilai besar. Di sekolah dia pengin berbaur tapi teman-temannya tak acuh gitu. Kayak menganggap kalau Boo ini enggak ada atau enggak kasat mata mereun. Dia sendirian, sampai kehilangan nafsu makan, enggak bisa tidur nyenyak, selalu terbangun dalam keadaan serasa tenggelam di air. 

Pada akhirnya satu-satunya jalan adalah dia melampiaskan rasa depresinya itu dengan menyakiti diri sendiri pake pisau cutter. Pahanya penuh luka goresan. Di sekolah, dia punya tempat favorit untuk menyendiri, tepatnya di atap gedung sekolah. Boo udah mencoba untuk pergi ke psikiater tapi harus ada ijin orang tua. Pas dia bilang ke bapaknya, beliau dengan tegas menolak.

Boo makin depresi dan berniat bunuh diri dengan minum banyak obat. Lha tapi obatnya enggak bereaksi. Sampai dia memergoki cewek berambut marun yang manjat pagar sekolah sambil bawa papan skateboard. Malamnya ada sekelompok anak skateboard manjat gerbang sekolah juga dan bikin video di sana. Boo mendatangi mereka dan ditantang buat mencoba main skateboard. Dan skateboard bikin dia bahagia sampai-sampai dia ke rumah sakit nanya ke psikiater magang bernama Bell soal main skateboard bisa menyembuhkan depresi atau enggak.

Tapi ya itu, bapaknya enggak setuju, dan nyuruh Boo fokus sama sekolahnya, sama nilai-nilai. Boo ini anak orang kaya tapi dia enggak berdaya. Dia balik depresi dan menyakiti dirinya. Tapi kali ini ketahuan sama bapaknya dan dibawa ke rumah sakit deh. Dasar drama kan ya, dokter yang mendatangi buat nanya kasusnya ya Bell.

Boo enggak pernah kapok main skateboard sekalipun harus bohongin bapaknya yang bersikeras nyuruh dia olahraga badminton aja. Tapi dari kenekadan itu dia jadi punya temen : Simon, Jason, Fern, dan lainnya. Dia juga merasa lebih bahagia. Sayangnya ada insiden yang bikin pertemanan mereka hampir selesai. Menengangkan banget di situ asli. Bell sendiri sebagai psikiater sayang banget sama Boo dan alasannya ternyata karena ...

Pokoknya yang Project S : S.O.S ini paling menguras air mata. Paling dalem. Drama ini mengingatkan kita untuk lebih peka sama lingkungan sekitar terutama teman dan keluarga, harus menghargai kebebasan untuk memilih apa yang disukai juga, dan menjauhkan diri dari pikiran negatif 'enggak bisa,' dan pikiran negatif lainnya. Harus percaya diri juga. Kenapa ini jadi kayak membicarakan diri sendiri galing.

4. Project S Musim 1 : SPIKE 2017
Ada yang suka Bank Thiti atau malah sukanya Oatnithi. Tenang, dua-duanya ada di sini. Puen (Oatnithi), Singha, Nai, dan Pleng bersahabat sejak kelas 10 dan mereka masuk tim voli SMA Theppanya bahkan sampai jadi juara 2 di pertandingan voli U18 di mana mereka melawan juara bertahan SMA St. Sebastian. Mereka pun berjanji untuk juara tahun depan. Sayangnya persahabatan mereka jadi rusak karena Singha memilih menerima undangan untuk pindah ke St. Sebastian padahal Puen memilih untuk menolak undangan itu.

Selain Singha yang pindah, pelatih mereka juga harus diganti karena masalah kesehatan. Digantinya sama mantan atlet Voli terkenal bernama Win. Win, pelatih yang karakternya keras, latihan volinya gila-gilaan. Telat datang harus skotjam 20 kali. Dan Than (Bank Thiti) pun kena hukuman di hari pertamanya. Selain itu, saat seluruh murid baru memperkenalkan diri dan diminta menyebutkan alasannya untuk bergabung oleh manajer Tim, Nona Best. Than dengan entengnya bilang dia pilih gabung ke Theppanya karena enggak diterima di St. Sebastian. Langsung lah dia ditandain sama para seniornya.

Pelatih yang keras, anggota yang masih belum saling memahami. Terutama Than dan Puen. Than yang menggantikan posisi Singha sebagai pengumpan, belum bisa selaras dan ngasih umpan tinggi ke Puen. Ini terjadi sampai ke pertandingan pertama dan berakhir dengan kekalahan. Tapi justru disitulah semangat mereka dan kedekatan mereka dimulai.

Walaupun keras dan bikin anggota tim hampir menyerah, tapi apa yang diajarkan pelatih Win emang berguna banget, serius. Sampai akhirnya ada insiden enggak terduga yang bikin emosinya meledak dan salah satu anggota tim melapor ke orang tuanya. Orang tuanya nuntut supaya pelatih Win diberhentikan. Padahal udah semakin deket itu waktu pertandingan kedua. 

Salut sih akhirnya sama kekompakan dan semangat pantang menyerah mereka walaupun enggak ada pelatih. Puen yang ditunjuk sebagai ketua bisa membawa anggotanya untuk tetap disiplin dan semangat. Dia bahkan berusaha untuk membantu memperbaiki hubungan antara Than dengan bapaknya yang enggak mendukung dia buat jadi atlet. Tapi ya, namanya juga manusia enggak ada yang sempurna. Puen punya sisi kelemahan yang nyaris membuatnya enggak mau bertanding di partai final.

Dari sini ku merasa setuju kalau anak zaman sekarang gampang banget mengadu ke orang tuanya. Terus enggak perlu lah cape-cape menjelaskan A, B, C, D atau janji sama orang, tinggal kasih bukti langsung aja biar enggak buang waktu. Dan rasa kekeluargaan itu bisa datang dari mana saja.

Jadi, aku suka keempat Project S The Series ini. Sama seperti aku suka lakorn-lakorn Thailand sebelumnya yang udah aku tonton macam STAY, Kiss the Series, I Love You I Hate You, Malee (My Bestfriend Ordinary), O Negative, Hormones the Series, ATM 2 Series, I Wanna be Sup'star, I See You, Thirteen Terrors.

Lebih sukanya lagi, menyisipkan iklan sponsornya itu lho, bisa dibilang halus gitu. Nyambung, enggak maksa dan enggak pake ngomong kalau produk ini itu blablabla. Soundtracknya juga aku suka. Dan karena ini garis besarnya soal olahraga dan jadi atlet, walaupun ada kisah cintanya, kalaupun ada adegan kiss nya ya cuma gitu doang, selewat. Jadi, kamu udah nonton ini juga belum? 

*gambar hasil tangkapan layar di HOOQ

You May Also Like

7 komentar

  1. Hm, sepertinya film ini bisa kutonton sambil nungguin buka puasa nih, Mba:D

    ReplyDelete
  2. Jadi tertarik pengen nonton, gara gara Bo dan Shan jadi boshan :'D

    ReplyDelete
  3. Mbak mon maap lakorn dan dorama itu apaan ya? aku kok kudet banget sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, saya kirain hanya saya yang kudet...=)

      Apa ya, saya penasaran juga....

      Delete
    2. Lakorn = Drama Thailand
      Dorama = Drama Jepang hehehe

      Delete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)