Insto Dry Eyes, Caraku Supaya Enggak Drama Setelah Bercengkrama Dengan Ponsel

by - 9:38 AM

Jauh dari lubuk hati dan pikiranku yang terdalam, aku benar-benar ingin lepas, atau setidaknya mengurangi intensitas bercengkrama dengan gadget, terutama ponsel pintar. Sayangnya untuk saat ini masih sulit untuk dilakukan. Iya, karena aku yang belum mendapatkan kesempatan kembali bekerja diluar rumah, dan juga belum berumah tangga ini ketergantungan menghasilkan lembaran rupiah dari bermedia sosial.


Setiap harinya, aku akan menatap layar ponsel hingga berjam-jam. Eits, bukan cuma untuk urusan menghasilkan lembaran rupiah saja, tapi juga untuk mencari informasi lowongan kerja yang sesuai dengan kemampuanku. Lalu untuk membaca berita terhangat, kepo sama keriuhan di media sosial terutama twitter, bermain game, membaca buku dari perpustakaan digital, streaming youtube, iseng edit foto, streaming film, dan yang paling parah sih kalau sudah ketagihan maraton streaming drama. Pokoknya godaan streaming drama Asia itu paling berat di antara kegiatan lainnya. Karena jumlah episodenya yang sedikit membuatku ingin menamatkan sekaligus.

Nah, dari ketergantungan pada ponsel itulah akhirnya sering menyebabkan mata lelah. Penglihatanku kadang-kadang mirip lensa kamera yang goyang ketika mengambil gambar. Ya, jadinya menghasilkan objek terlihat kabur atau blur. Butuh beberapa menit untuk mataku kembali normal atau fokus lagi terhadap objek. Mata merah sama lebih sensitif sama cahaya sih udah enggak aneh. Cuma kadang-kadang ada yang lebih mengganggu gitu. Kalau dikucek-kucek malah terasa tambah enggak enak. Mata seperti ada pasir yang mengganjal, gatal juga, yang mulanya kupikir iritasi ringan aja. Padahal itu tanda-tanda mata sepet dan juga mata perih yang merupakan gejala mata kering selain mata pegel.


Mata kering? Kok aku rasanya jadi ngeri sendiri waktu tahu itu gejala mata kering. Yang sama-sama ngerinya dengan kantong kering. Iya, gejala mata kering hampir serupa tapi tak sama dengan mata iritasi. Bedanya di sensasi gatal, dan kadang terasa terbakar. Penyebabnya sendiri kalau aku ya karena kurang berkedip gitu kan kalau sudah fokus menatap layar ponsel atau layar komputer dalam waktu yang lama. Selain itu bisa karena faktor penuaan, perubahan hormon, obat-obatan tertentu, kondisi medis, kondisi lingkungan, berkendara terlalu lama, penggunaan hair dryer, terlalu lama berada di ruangan ber-AC dan faktor lain seperti operasi lasik.
Mata kering itu adalah kondisi saat air mata enggak bisa memberikan pelumas yang memadai untuk mata. Di mana kelenjar air mata enggak bisa menghasilkan cukup air mata. Sehingga enggak bisa menepis debu atau benda asing yang masuk ke mata. Akibatnya mata terasa sepet, perih, pegel.
Yang mana gejala mata kering ini kalau enggak diobati, bisa menyebabkan peradangan, nyeri, bisul, maupun bekas luka di kornea. Bahkan ya, dikasus tertentu, mata kering ini bisa menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian. Kehilangan penglihatan total juga bisa lho, namun kasusnya sangat langka. Tuh, makanya perlu banget dijaga matanya dan diberikan terapi air mata buatan. Ini aku sedang berbicara dengan diri sendiri lho. Karena ku suka semena-mena dengan kedua mata ini.


Aku sendiri melakukan salah satu terapi pemberian air mata buatan atau pelumas mata yang harganya ramah di kantong. Iya, pakai Insto Dry Eyes. Berbeda dengan insto reguler yang untuk mata iritasi ringan, Insto Dry Eyes ini dari namanya aja sudah jelas kan ada mata keringnya. Ya, Insto Dry Eyes ini adalah varian baru dari Insto, yang mana mempunyai bahan aktif yang bisa mengatasi gejala mata kering, bisa digunakan sebagai pelumas mata juga dan memiliki bahan aktif yang bisa membunuh bakteri.


Selain harganya yang ramah di kantong berkisar dari 15k hingga 17k tergantung lokasi tempat tinggal ya. Kemasannya yang mungil (7,5 ml) ini enggak makan tempat kalau mau dibawa-bawa. Sementara itu, untuk penggunaannya juga mudah dan enggak pakai lama. Sama aja seperti obat tetes mata pada umumnya. 1-2 tetes untuk setiap mata, 3 kali dalam sehari atau sesuai anjuran dokter.


Di saat menggunakan Insto Dry Eyes ini, aku merasakan sensasi pedih gitu, jadinya ingin kuteriak, ingin kumenangis karena sama pedihnya seperti diputuskan ketika sedang sayang-sayangnya. Dan untuk beberapa saat pandangan mengabur dulu, dan itu semua normal karena Insto Dry Eyesnya sedang bekerja. Setelahnya mata terasa plong, malah terasa adem eh dingin gitu. Garis-garis merah muda pada bagian putih mata juga berangsur jadi samar. Jangan lupa saat dipakai jangan sampai menyentuh mata atau bagian lainnya, setelah memakai langsung ditutup rapat kembali, jangan digunakan jika terjadi perubahan warna jadi keruh gitu dan enggak boleh dipakai kalau sudah dibuka selama satu bulan. Ganti aja beli yang baru.

peringatan di kemasan Insto Dry Eyes
Tapi, yang perlu digarisbawahi ya gengs, meskipun Insto Dry Eyes ini obat perawatan dari luar, tapi enggak disarankan untuk penggunaan jangka panjang. Gunakan secukupnya ketika kamu terlanjur mengalami gejala mata kering. Kalau enggak ya jangan. Eh ya, kamu juga bisa melakukan pencegahan mata kering dari dalam dengan banyak mengkonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan mata. Seperti konsumsi wortel, sayuran hijau, kuning telur, buah citrus dan beri, kacang almond, makanan yang mengandung omega 3.

Jangan lupa juga ketika bekerja di depan layar monitor bercahaya seperti ponsel, komputer, laptop dan lainnya sejenis untuk mengistirahatkan dengan cara mengalihkan pandangan dari layar untuk beberapa saat, kurangi kontras layarnya, pastikan jaraknya enggak terlalu dekat, banyak minum air putih, jangan melihat layar dengan penerangan yang temaram apalagi gelap. Kemudian kurangi penggunaan hair dryer dan lindungi mata saat berkendara. Apalagi kalau jarak jauh, usahakan sering beristirahat saat di perjalanan.

Sumber referensi dan informasi terkait :
1. Beberapa artikel di situs http://insto.co.id
2. Beberapa artikel di situs http://hellosehat.com

You May Also Like

0 komentar

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)