8/27/2019

Belajar Mengendarai Motor Matic - Kilat

Sekitar seminggu setelah hari raya idul fitri, aku belajar mengendarai motor matic lagi. Kali ini dibimbing oleh mang ojeg langganan keluarga kami. Soalnya dulu sempat belajar juga sih sama kakak, baru bisa semeter napak, semeter napak kakinya. Sempat insiden bikin betis Aa kena knalpot juga pas belajarnya sambil bonceng. Iyalah, disuruh ngerem malah ngegas. NGEGAS!

Bisa dibilang pertama kali aku belajar motor matic itu waktu SMK, minjem punya sepupu. Habis itu enggak dilanjut soalnya Aa malah beli motor manual. Menyulitkan buat aku yang enggak bisa sepeda. Serius aku mah enggak bisa gowes sepeda gara-gara trauma pas belajarnya. Terus Aa nya sibuk kalau pulang pas liburan. Jadi, sekarang ini adalah yang pertama setelah hampir satu dekade lamanya. Ini pun mau belajar lagi karena ada motor kakak ipar di rumah.

Belajar Mengendarai Motor Matic tanpa bisa gowes sepeda itu bisa kok selama kamu berusaha dan yakin

Harus Bisa Sepeda Dulu Buat Mengendarai Sepeda Motor Itu Mitos!


Kamu mungkin pernah atau bahkan sering mendengar kata : "kalau mau belajar naik sepeda motor itu harus bisa sepeda dulu, jadi gampang belajarnya karena udah seimbang". Nyatanya, enggak begitu kok. Soalnya kalau naik motor semua orang juga bisa. Kan cuma naik doang alias dibonceng atau pas mesin motornya enggak dinyalakan. Hahaha. Enggak lucu ya, ya udah sekip aja.

Serius, nyatanya banyak yang bisa mengemudikan sepeda bermesin ini padahal enggak bisa sepeda dulu. Apalagi semenjak ada motor matic. Dan sekarang, aku menjadi salah satunya. Walaupun ya baru bisa di jalan perkampungan sekitar rumah, belum bisa ngebonceng. Belum bisa parkir mundur, dan tentunya kadang masih gutak gitek gual geol sakapeung (silakan translate sendiri).

Baca Juga : 8 Penyebab Harga Vespa Matic Lebih Mahal

Pokoknya selama kamu memberanikan diri, punya tekad untuk belajar, sabar dan enggak lupa diiringi doa juga. Insyaallah akan bisa kok, cepat ataupun lambat. Asal belajarnya setiap hari dan enggak kapokan kalau ada sedikit insiden. Lawan rasa takutnya.

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan


Sebelum memulai belajar sesuatu, tentu ada hal-hal yang harus dipersiapkan dong ya. Apalagi ini menyangkut soal nyawa. Nyawa cuma satu, masa mau disia-siakan begitu aja. Kalau kamu kenapa-napa apalagi sampai innalillahi gara-gara enggak memperhatikan safety kan sayang. Ya, walau hidup dan mati balik ke takdir masing-masing. Tapi kan kudu ada usaha buat bertahan hidup dan proteksi diri.

Makanya sebelum kubisikkan cara mengendarai motor matic bagi pemula yang benar, kamu harus mempersiapkan hal-hal berikut ini. Ya, kalau nanti enggak kamu siapkan, itu pilihanmu, itu hakmu. Siapalah aku nyuruh-nyuruh kamu. Kenal sama kamu aja enggak. #jadibaper mohon maaf.

1. Belajar mengenal fungsi atau fitur dari motor


Inget enggak, dulu, sebelum bisa menyisipkan tanda baca, kita diberi tahu dulu fungsi masing-masing tanda bacanya. Atau saat belajar mouse komputer, kita belajar klik kiri buat apa, kanan, double klik dan drag drop. Fungsinya dipelajari semua biar enggak tertukar kan. Pun dengan sepeda motor, sebelum ngaspal, kita harus tahu atau mengenal fungsi yang tersemat di sana. Karena tak kenal maka tak sayang. Padahal udah kenal pun belum tentu sayang.

Nah, sebelum ujian praktek bersama mang ojeg, aku udah dikenalkan fungsi-fungsi utamanya oleh Aa saat pertama kali belajar itu. Dari mulai memasukkan kunci motor, cara kunci leher. Berlanjut ke menekan tombol starter berbarengan dengan rem depan untuk menyalakan motornya. Lalu pengenalan rem belakang yang letaknya sebelah kiri, dan cara mematikkan sepeda motornya.

Dilanjutkan diberi tahu teteh cara nyelah motor matic, markirin dan standar dua. Yang mulanya sungguh berat aku rasa kayak kehilangan cinta. Sampai lamokot ku kesang gengs dan dibantuin mama-bapak. Tapi setelah terbiasa mah malah biasa aja lho, khusus nyelah sama standar duain motor. Berasa ringan aja motornya.

Barulah setelahnya diberi tahu fungsi lain selain speedometer, indikator bensin dan klakson sama mang ojeg. Kan itu mah udah jelas terlihat dan tombol klakson ada tandanya. Jadi, aku dikasih tahu cara pakai lampu sein, lampu dekat-lampu jauh, dan cara yang tepat pakai rem depan juga rem belakang.

Perlengkapan Berkendara Belajar Mengendarai Motor Matic ini harus selalu digunakan agar aman

2. Siapkan dan pakai perlengkapan berkendara


Sebagai warga negara yang baik, pakai perlengkapan berkendara saat menggunakan kendaraan bermotor, terutama sepeda motor itu wajib sebenarnya. Cuma kadang pas jadi penumpang aku suka melanggar kok, enggak pake helm. Jujur aja. Nah, saat belajar pun kamu harus pakai perlengkapan berkendara supaya aman dan terbiasa.

Apa aja yang harus disiapkan. Ya itu, paling standar banget, helm, masker, jaket, celana panjang dan alas kaki yang nyaman. Biar kalau sialnya jatuh ya enggak baret-baret parah atau sampai berdarah-darah. Karena seperti kata pak polisi "Jatuh di aspal tak seindah jatuh cinta." Padahal jatuh cinta juga enggak indah kalau bertepuk sebelah tangan.

Selain melindungi saat terjatuh, helm juga bisa melindungi biar enggak kapereungpeunan alias kelilipan tea gening. Sementara masker, biar enggak kemasukan debu dan enggak banyak yang nanya karena teu katinggali alias tidak terlihat kamu siapa. Jadi kamu belajarnya fokus. Dibilang aneh ya bodo amat.

Aku sendiri awal-awal pakenya sandal baim sama sandal cross yang kemudian disuruh ganti sama alas kaki yang lebih nyaman dan teu kagok kalau kata mang ojek mah. Pake apa coba, pake sandal jepit lha, terus ningkat pake sepatu biar enggak jinjit. Maklum ya tinggiku hanya 150 cm, udah gitu gemuk pula. Jadi daging di paha ngeganjel di jok. Sulit napak deh.

3. Mantapkan hati, bulatkan tekad dan jangan dengarkan suara sumbang!


Udah PDKT an sama sepeda motor matic, udah menyiapkan perlengkapan berkendara. Sekarang, saatnya kamu untuk semakin memantapkan hati, dan membulatkan tekad. Enyahkan rasa takut dan pikiran-pikiran negatif kayak takut jatuh, tergores, apalagi takut hasil skinkeran rusak. Pokoknya hilangkan lah keraguan dan ketakutan itu dan percaya bahwa kamu bisa.

Aku bisa, kamu bisa, kita semua bisa. Eaaa, udah kayak acara motivasi di tv. Pokoknya harus yakin dan percaya pada dirimu sendiri. Juga jangan dengarkan suara-suara sumbang yang membanding-bandingkan kamu dengan dia atau dengan anaknya saat belajar motor. Apalagi yang enggak mau belajar mengemudikan motor matic tapi malah menyepelekan atau terkesan meremehkan kamu. Jangan didengerin. Semua orang butuh waktu berbeda-beda untuk bisa dan mencapai sesuatu.

Baca Juga : 50:50 Enggak Bisa Mengendarai Sepeda Motor

4. Cari tutorial di youtube


Masih ragu dan takut untuk memulai karena kamu termasuk kaum enggak bisa sepeda. Kamu bisa pake persiapan terakhir aku. Nyari tutorial di youtube. Aku sendiri nontonin channel Bang Vorhesz. Lengkap lho, dari mulai persiapan dan lain sebagainya. Aku langsung ke cara supaya cepat seimbang sama mengatur gas. Juga cara melewati polisi tidur. Lainnya belum aku tonton, karena udah mendapatkan ilmunya dari mang ojek langganan

Dari nontonin abangnya dan orang lain yang diajarkan sepeda motornya itulah aku semakin mantap untuk segera praktek di lapangan. Bisa dibilang makin semangat 45, on fire dan lain sebangsanya. Jadi, yuk mari kita let's go buat ngegas.

11 Cara Mengendarai Motor Matic Kilat


1. Pastikan perut sudah terisi dan minum yang cukup


Tahu sendiri kan kalau perut dalam keadaan kosong atau lapar itu bawaannya sensi, pengin marah-marah dan enggak bisa berkonsentrasi. Sementara belajar itu harus konsentrasi. Jadi, pastikan perut enggak keroncongan dan kamu enggak kekurangan cairan. Biar enggak dehidrasi.

2. Minta orang untuk mendampingi

Sah-sah aja sih kalau kamu mau belajar sendiri, atau sangat pede tanpa keraguan sedikitpun. Tapi, kalau kamu orangnya kurang pede-an kayak aku, lebih baik didampingi. Mau sama saudara, teman, pacar, dan lain-lain, bebas. Kalau aku, berhubung enggak ada saudara yang bisa dimintai tolong mendampingi karena pada sibuk semua. Sementara Aa sama teteh iparku nun jauh beda kota di sana. Maka akhirnya aku didampingi oleh mang ojeg langganan. Dan beliau ikhlas-ikhlas aja dengan bayarannya yang enggak seberapa dibandingkan ilmu, waktu yang diluangkan serta motivasi yang aku dapatkan dari mang ojegnya.

3. Belajar di lapangan terlebih dulu

Kalau udah ada yang mendampingi, mintalah belajarnya di lapangan terlebih dahulu. Enggak minta juga biasanya pasti dibawa ke lapangan dulu atau tempat yang luas kalau baru belajar. Kayak lapangan sepakbola atau lapangan apa aja yang penting bisa muter-muter di sana. Kebetulan sih di desa sebelah masih ada lapangan bola yang luas, jadi mang ojeg membawaku ke sana buat belajar. Dan di sana banyak yang lagi belajar juga. Jadi, kamu enggak sendirian deh, eh aku ding.

4. Baca doa dulu dan jauhkan pikiran negatif


Sekali lagi kumengingatkan supaya kamu menjauhkan pikiran negatifnya ya. Lalu, sebagai manusia yang beragama, jangan lupa baca doa dulu sebelum mulai ngegas ya gengs. Supaya dilindungi sama Sang Pencipta di manapun kapanpun. Diawali dengan Bismillah diakhiri dengan Alhamdulillah pokoknya mah.

5. Belajar ngegas dan ngerem


Sebelum ngegas poll, tentunya kamu harus memahami dan pedekatean dulu sama gas dan remnya secara perlahan. Terutama rem belakang. Kalau rem depan nanti aja belakangan. Karena buat yang baru belajar langsung pake rem depan mah kamu bisa tijungkir, tijumpalik akibat reuwas. Komo lamun ngeremna disakalikeun mah. Rem depan itu dibutuhkan bangetnya pas menanjak tapi ada halangan. Supaya enggak mundur. Sesuai ajaran mang ojek. Kalau diturunan mah, untuk pemula kayak kita mah pake rem belakang dulu aja.

Tempatkan tangan di stang gasnya, dan putar gas pelan-pelan. Pake perasaan sayang juga boleh, daripada sayang ke gebetan tapi tanpa balasan hiks. Jangan kaku tangannya, lemesin aja. Jangan langsung tancap gas dengan cara ditarik karena berbahaya dan motor bisa oleng tak terkendali. Kemudian kamunya panik eh aku yang panik.

Belajar Motor Matic Cepat Seimbang ini bisa dilakukan dengan cara enggak boncengan

6. Cara cepat seimbang


Seperti yang tadi kubilang, aku nemu cara buat seimbang ini dari tutorial youtube. Karena kusadar diri enggak bisa sepeda dan emang suka oleng anaknya teh. Jadi, setelah berhasil atur gas dan rem, kedua kaki yang masih di bawah perlahan diangkat satu persatu. Terserah mau kiri apa kanan kamu, senyamannya kamu aja. Asal jangan langsung dua sekaligus. Supaya kalau oleng masih bisa ditahan enggak sampai terguling. Dan yang kurasakan terasa lebih berani dibandingkan langsung menaikan dua-duanya.

Cara cepat seimbang kedua yang kupake adalah, aku belajarnya enggak sambil boncengin atau dipegangin pendamping/pelatih soalnya malah berat gitu. Dan akunya jadi merasa bodo amat kalau lupa belokin atau ngerem kan di belakang ada yang jagain hahaha. Gitu lho dulu makanya kakakku kena knalpot betisnya.

7. Belajar belok dan cara berhenti


Saat belajar ngegas, ngerem dan menyeimbangkan motornya itu kan posisinya lurus dulu. Setelahnya baru belajar belok. Nah, karena di lapangan kan luas ya, kalau ketemu pengendara lain ya ku memotong jalan, mencari spot kosong. Jadi belok kanan sama belok kirinya seenak jidat. Ngambil spot lebar.

Akhirnya nih ku disarankan buat mencoba di jalanan beraspal depan rumah pada malam hari. Supaya bisa belajar belok yang sedikit demi sedikit karena kalau di jalanan asli kan gak bisa belok semauku. Banyak kendaraan lalu-lalang. Apalagi di parkiran yang biasanya sempit.

Mang ojek juga bilang kalau mau berhenti itu kasih lampu sein dari jarak berapa meter gitu, terus mulai tekan rem belakang sedikit demi sedikit. Saat mendekati lokasi berhenti, kedua kaki turunkan. Seperti itu gengs.

8. Belajar di jalanan beraspal dan bagus saat malam hari


Selain masalah belok, aku juga masih bermasalah sebenarnya dengan berkendara secara lurus.  Belum lancar-lancar amat karena masih suka ngambil jalan orang hahaha. Makanya kalau di jalanan beraspal kan mau enggak mau harus lurus karena banyak kendaraan dan manusia melintas sekalipun malam hari. Walau intensitasnya enggak seperti siang hari.

9. Belajar di jalanan jelek

Nah ini dia yang mulanya malesin banget ya ampun. Takut jatuh pake banget. Tapi ya mau gimana lagi, kan enggak semua jalanan beraspal di negeri ini mulus. Ada yang retak, ada yang bolong ada yang kecampuran tanah. Macem di dekat rumah orang tuaku, ada turunan/tanjakan yang aspalnya udah enggak keruan. Ada juga yang mengenaskan. Ya, boro-boro jalanan pedesaan, jalanan di kota aja termasuk tol banyak yang berlubang kan.

Tapi dari jalanan jelek ini aku makin belajar soal atur gas. Enggak mesti kenceng banget karena bisa berakibat motor berjalan zig-zag kanan-kiri-kanan-kiri di permukaan aspal yang enggak rata. Kalau boleh milih sih lebih suka kalau jadi jalanan tanah semua daripada yang ada aspalnya sebagian.

Belajar Mengendarai Motor Matic Jangan Panik biar terhindar dari insiden yang tak diinginkan

10. Jangan panik ! jangan melamun! jangan kaku!


Nah, nah ini emang penting banget, jangan panik. Karena kepanikan akan membuat segalanya jadi runyam. Alih-alih mau ngerem eh malah gas pol. Ya kan. Kemarin aku sempat panik parah waktu belajar di jalanan beraspal ada motor lewat di belakang. Aku panik jadi ngegas enggak karuan. Untung inget ngerem jadi enggak tiggebrus ka kebon atau nubruk tembok dam sekolahan.

Selain jangan panik, kamu juga enggak boleh melamun. Karena di jalanan bukan hanya kamu seorang. Enggak mau kan tiba-tiba nabrak atau terperosok ke jurang perasaan terdalam akibat terlalu baper . Fokus sama motor yang sedang kamu kendarai, fokus pada fungsi-fungsi di sepeda motor dan juga sekitarmu. Hanya boleh menatap ke depan dan sesekali melihat spion. Aku sendiri masih kaku lihat spion hahaha.

Jangan kaku juga ya gengs, lemesin aja. Kalau kata mang ojek jangan maksa motor untuk mengikuti maunya kita, tapi turuti maunya motor. Jadi nih kalau terlanjur ke kanan misalnya, jangan maksa langsung diubah ke kiri sekaligus. Soalnya bisa mengakibatkan terjerembab. Gitu sih yang aku tangkep.

Baca Juga : Perlindungan Super Untuk Hidupmu

Eh ya, mang ojeg juga bilang kalau sekiranya perasaanmu enggak yakin saat papasan dengan kendaraan lain terutama mobil. Enggak yakin bisa sejalan dia di kiri kamu di kanan, alias bisa masuk, ya udah berhenti aja. Tapi berhentinya di jalanan yang sedikit lebih luas. Daripada memaksakan tapi ujungnya bikin celaka.

11. Mencoba jarak lebih jauh


Setelah hampir semingguan belajar yang dekat-dekat. Akhirnya mang ojeg mengajakku untuk mencoba jarak yang agak jauh, menyebrang dua desa gitu, hampir mendekat ke bibir jalan raya. Hasilnya ya alhamdulillah bisa. Dan akupun dilepas untuk meneruskan rutin mengendarai sepeda motor di jalanan pedesaan pada pagi sampai sore hari. Disuruhnya sih pagi supaya terbiasa dengan suasana anak-anak berangkat sekolah, banyak kendaraan lalu-lalang, ada pedagang dipinggir jalan. Kalau malam kan sepi wkwkwk. Enggak disarankan malam sih untuk jarak jauh soalnya di sini sepi. Dikhawatirkan ada begal.

Hikmah yang Dapat Diambil


Dari belajar mengendarai sepeda motor dengan jarak lebih jauh ini aku jadi mengambil kesimpulan. Kalau ongkos naik kendaraan umum yang selama ini aku keluarkan dan merasa mahal/boros itu sebenarnya setimpal dengan aku bisa selamat ke tempat tujuan. Karena kan kendaraannya punya orang lain, aku enggak ngisi bahan bakar, enggak memikirkan ganti oli, ban, lalu enggak cape harus fokus terus ke jalanan, dan bawa nyawa sendiri aja udah deg-degan, apa kabar bawa banyak nyawa.

Jadi merasa bersalah sendiri deh kalau mengingat sering ngedumel walau dalam hati kalau naik transportasi umum jalannya pelan-pelan.Mohon maaf ini enggak berlaku buat yang ngetem dan maju mundur-maju mundur cantik. Karena kan demi keselamatan dan enggak semua orang bisa cepet tapi aman. Kayak aku sekarang yang mengendarainya pelan-pelan sampai pengendara lain gemas ingin menyalip hahaha.

Tragedi Selama Belajar Mengendarai  Kendaraan Roda Dua


Banyak banget deh tragedi selama belajar mengendarai motor matic ini. Dari muali disindir pengendara lain karena lampu sein sengaja dinyalain ke kiri pas awal-awal belajar di jalanan beraspal, biar yang lain mendahului kata mang ojeg. Jadi seolah-olah aku mau berhenti dalam jarak dekat atau belok ke kiri.

Eh pas diturunan yang jelek gitu aku ngerem belakangnya kurang, pegang stangnya masih kaku karena panik, jadi zigzag gitu. Niat hati tetap di lajur kiri, yang ada nyebrang ke kanan dan membuat pengendara motor yang mau menanjak harus berhenti mendadak.

Katanya : "bade ka mana atuh neng?" Dan ku cuma nyengir aja karena kebetulan lagi enggak pake masker dan masih shock juga jadi enggak sempat minta maaf. Terus pas tiba-tiba dari bawah ada mobil juga, awal-awal panik dan nyebrang ke kanan juga. Untung yang punya mobilnya baik gitu, berhenti dan nunggu sampai aku minggir dulu tanpa komen apa-apa.

Ditanjakan yang belokannya cukup tajam (di sini banyak) ku juga sempat terlalu banyak ke kanan pegang stangnya, dari arah berlawanan ada pengendara bapak-bapak. Jadi belum sempat ke kiri lagi udah keburu papasan. Kami sama-sama ngerem untungnya. Dan bapaknya enggak komentar apa pun.

Belajar Mengendarai Sepeda Motor secara kilat


Belum lagi insiden terlalu pinggir saat papasan sama mobil bak terbuka di percobaan jarak 4 kilometer itu. Aku jadi masuk lubang jalan gitu. Enggak tinggi sih tapi kagetnya itu lho. Di rumah juga, so-so an masukin motor ke dalam. Eh mandet di tanjakan depan pintu yang masih tanah gitu kan belum di tembok dan di keramik. Pas ngotot ngegas rem belakangnya malah dilepas sekaligus. Alhasil nabrak kursi makan sampai kepala kursi lepas dan bagian samping motor agak sobek. Soalnya aku nabraknya agak belok gitu jadi bukan bagian depan yang nabrak.

Enggak hanya sampai di situ, mau naik ke halaman depan pintu. Iya jadi di rumah itu halamannya menanjak. Sebagian ditembok, sebagiannya tanah karena udah tergerus hujan, jadi enggak rata. Ada sih di samping yang tembokan semua tapi aku penginnya lewat tengah. Eh nyangkut, finishingnya aku ragu ngegas karena takut nubruk belakang mobil bapak. Akhirnya malah mundur dong kareqna licin dan lupa rem depan. Untung enggak sampai terguling.

Awal-awal juga suka panik duluan kalau ada mobil dari arah berlawanan, alhasil terlalu pinggir dan body yang buat tempat kaki yang dibonceng tergores tembok batas got. Memang ya belajar itu enggak mudah, apalagi yang menyangkut nyawa sendiri dan nyawa orang lain.

Tapi aku bertekad untuk enggak patah semangat, dan belajar supaya kelak bisa boncengin mama kalau mau pergi tapi pas susah ojek. Siapa tahu kan suatu saat atau hari nanti entah esok atau lusa aku harus tinggal di tempat yang susah akses transportasi umum. Jadi ya harus bisa bawa kendaraan sendiri.

Semoga blogpost curhatan ini ada manfaatnya untuk kamu yang baru mau belajar berkendara roda dua kayak aku atau ragu-ragu karena enggak bisa sepeda. Aku cuma ingin bilang, belajar motor matic tanpa bisa sepeda dulu beneran bisa kok. Aku bahkan sampai detik ini masih trauma belajar sepeda walau sebenarnya ingin bisa sepedaan. Doakan ini lancar dulu, cepet bisa ke jalan raya, bisa bonceng, dan punya SIM dulu deh mudah-mudahan. Baru nanti memberanikan diri belajar sepeda.

UPDATE!!! Berawal dari boncengin ponakannya teteh, aku lanjut nyoba boncengin teteh. Dan beda banget pas awal ngegas kalau boncengin orang dewasa. Sempat agak zig-zag gitu, tapi setelah maju lebih jauh langsung jalan lurus seperti biasanya. Aku juga udah bisa boncengin ibu selamat sampai bibir jalan raya. Udah bisa parkir di tempat yang jarak dengan motor lainnya lumayan, walau belum bisa mundur. Keluar parkiran juga bisa selamat walau sempit.

Kalau untuk ke jalan raya belum diizinkan sama mama. Ya nurut aja daripada kualat. Kayak bilang mau kerja kelompok padahal nekad ke pasar malam, eh sampai lokasi hujan deras, akhirnya balik lagi.

8/26/2019

Review Keep Cool Soothe Bamboo Toner

Melembabkan dan Melembutkan Kulit Wajah Dengan Keep Cool Soothe Bamboo Toner dan Serum Korea. Kemarau panjang ternyata membuat kedua pipiku ikut kemarau gengs. Apalagi sejak bulan lalu aku sering beraktivitas di luar ruangan dan akrab banget sama debu, sinar matahari juga angin malam. Soalnya salah satu aktivitasnya belajar mengendarai sepeda motor di malam hari supaya enggak terlalu menganggu pengendara lain.

Yang mana hasilnya aku mendapatkan bonus kulit pipi terasa kering dan kasar. Iya, wajah yang biasanya seperti wajan berbalut minyak goreng nyatanya bisa kering juga di bagian pipi. Kedua pipiku terkena dehidrasi. Enggak nyaman banget apalagi kalau habis kena sinar matahari langsung. Kadang kemerahan dan sedikit panas. Sedih akutu.

Eits, tapi alhamdulillah kesedihan itu enggak berlangsung lama sih. Karena sejak dua minggu lalu ku udah menemukan toner dan serum yang berhasil membuatku jatuh cinta. Gimana enggak jatuh cinta coba, dipemakaian minggu pertama aja udah terasa kalau pipiku mulai lembut, lembap, dan lebih kencang. Belum lagi beruntusan berkurang meskipun aku sering tidur lewat tengah malam. Pori-pori yang masih agak besar juga terlihat semakin mengecil. Jadi, karena jatuh cinta dan suka, sekarang ku ingin menceritakan toner dan serum yang kupakai dalam blogpost kali ini. Siapa tahu ada yang mengalami hal sama denganku dan bisa cocok dengan keduanya.


Soothe Bamboo Toner dan Soothe Bamboo Serum namanya. Keduanya merupakan produk asli Korea dari brand Keep Cool yang punya tagline 'keep it, stay cool. Untuk yang kupakai selama dua minggu ini adalah Keep Cool Soothe Bamboo Toner yang 160 ml dan Keep Cool Soothe Bamboo Serum 50 ml dengan harga Rp. 654.320 belinya di official store Keep Cool di Shopee, dan tentunya dikirim langsung dari Korea. Gratis ongkir juga dong. Dan harga segitu udah worth it banget lah menurutku dengan hasilnya.

Untuk kemasannya sendiri, baik kemasan karton maupun kemasan botol toner dan serumnya ini terlihat sederhana tapi menarik. Jenis huruf sama paduan warna putih dan hijau toscanya itu gemes-gemes gimana gitu. Rasanya aku senang aja memandanginya lama-lama. Dan untuk keterangan fungsi, tata cara pemakaian, peringatan juga bahan-bahannya terdapat pada sisi kanan menggunakan bahasa Inggris, ditambah flyer tentang produknya yang juga ada dalam paketannya. Sementara tanggal kadaluwarsanya ada di bawah kemasan baik kemasan karton maupun botolnya.


Eh ya, Soothe Bamboo Toner dan serumnya ini enggak hanya diperuntukkan buat kamu yang punya kulit kering yang sensitif, tapi buat yang normal, kombinasi dan berminyak tapi dehidrasi seperti aku juga cocok lho. Iya, cocok untuk semua jenis kulit. Karena baik toner maupun serumnya ini formulanya aman gengs, enggak menimbulkan iritasi. Dari mulai EWG green grades formula yang nilainya 1-2, enggak mengandung bahan alergi yang dikontrol oleh KFDA, Enggak mengandung bahan beracun, dan udah berhasil melalui tes kalau kedua produk ini enggak menyebabkan iritasi pada kulit.

Uniknya lagi, sesuai namanya yang tersemat kata 'bamboo.' Kedua bahan dari produknya memang menggunakan bahan utama berupa air bambu sebagai pengganti air, dan juga mengandung Phyto Green Shower Complex yang menyeimbangkan juga menenangkan kulit yang bermasalah. Yang mana air bambu sendiri punya banyak manfaat untik kecantikan lho. Seperti meredakan peradangan pada kulit, mengencangkan kulit dan membuat kulit tampak lebih bercahaya. Nah, biar lebih lengkap, di bawah ini akan ku review satu persatu yang gengs.

Review Soothe Bamboo Toner
Selain menggunakan kemasan kardus yang tersegel, kemasan botolnya juga bersegel lho setelah tutup ulirnya dibuka. Isi dalam botol bening yang bukan terbuat dari kaca melainkan plastik berkualitas tinggi ini membuat tonernya terlihat super bening sampai ke leher botolnya. Dan tekstur atau formulanya ringan seperti air. Sejuk dan menyegarkan gitu saat mengenai kulit. Sementara aroma botanicalnya lembut banget, hampir enggak tercium.

Bening banget
Seperti namanya dan seperti yang kukatakan di atas gengs. Soothe Bamboo Toner ini adalah toner kulit dengan bahan alami terbuat dari 85 persen air bambu yang dikemas dengan asam amino dan mineral di dalamnya. Ditambah ada sodium hyaluronate yang berfungsi sangat baik dalam melembabkan kulit dengan pH 5.5. Toner ini membantu segala permasalahan kulit, baik kering maupun berminyak untuk rehidrasi maksimal dari dalam kulit.

Segel kemasan dalamnya
Ingredients : Bambusa Vulgaris Water (85%), Glycereth-26, Glycerin, Water, 1,2-Hexanediol, Hydroxyethyl Urea, Butylene Glycol, Sodium Hyaluronate, Polyglutamic Acid, Lonicera Japonica (Honeysuckle) Flower Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Forsythia Suspensa Fruit Extract, Chamaecyparis Obtusa Leaf Extract, Thuja Orientalis Extract, Pinus Densiflora Leaf Extract, Bambusa Vulgaris Extract, Sodium Citrate, Citric Acid, Disodium EDTA


Cara menggunakannya jugaa sama kok gengs seperti penggunaan toner pada umumnya. Basahi kapas dengan Soothe Bamboo Tonernya dan usapkan pada wajah. Aku menggunakannya dua kali sehari. Pagi sebelum beraktivitas, dan malam sebelum tidur. Dia pun menjalankan fungsi tonernya dengan baik karena mengangkat sisa residu dan sabun dari wajahku. Juga debu yang menempel sepanjang perjalanan dari kamar mandi ke kamarku. Mengingat ya, debu itu kalau sedikit enggak kasat mata, merasanya udah cuci wajah dengan bersih padahal masih ada yang menempel.

Itu untuk cara penggunaan biasa yang tertera dalam kemasan kartonnya ya gengs. Tapi kalau kamu ingin coba cara lain sesuai dengan kebutuhan kulit wajahmu. Soothe Bamboo Toner ini bisa digunakan dengan empat cara lainya dan setiap cara mewakili satu fungsi pemakaiannya lho. Aku dapat dari situsnya Keep Cool :

#N-Skin Types (Meningkatkan hidrasi kulit)
Tuangkan pada kedua telapak tangan secukupnya, lalu tepuk-tepuk perlahan pada wajah selama beberapa menit. Cara ini cocok untuk yang punya kulit kering, kering berminyak danan kulit sensitif.


#Cleanse Toner (Menghapus sisa makeup)
Tuangkan toner ke kapas kemudian geser perlahan kapasnya pada bagian wajah yang ingin dibersihkan. Cocok untuk kulit berminyak atau kulit kombinasi.


#Toner Mist (Melembabkan kulit)
Masukan toner ke dalam botol semprot kosong untuk menggunakannya sebagai toner mist bagi wajah.  Semprotkan perlahan dan dari jarak yang cukup. Cocok untuk kulit kering dan kering berminyak.


#Toner Mask (Memberikan efek menenangkan)
Toner ini bisa digunakan sebagai masker dengan cara menuangkan toner ke kapas, lalu kapasnya ditempelkan di bagian wajah yang diinginkan. Cocok untuk kulit sensitif dan kulit bermasalah.

Setelah menggunakan tonernya ini, aku merasakan kesegaran, kelembapan  kelembutan dan juga ketenangan pada kulit. Wajah jadi terasa ringan banget gitu gengs. Walaupun ya di beberapa kali pemakaian aku merasakan pedih gitu sih. Tapi enggak berlangsung lama dan enggak ada tanda-tanda alergi seperti gatal dan kemerahan. Karena kalau alergi terhadap suatu produk kecantikan biasanya reaksi wajahku begitu gengs. Terus pori-pori kulit yang sebelumnya agak besar juga mulai terlihat semakin mengecil, sisa bruntusan berkurang dan enggak nambah meskipun jam tidurku berantakan. Minyak pada wajah juga terlihat berkurang gitu, jadi pas bangun tidur enggak lengket dan hinyai banget seperti biasanya. Malah ku jadi senang cubit-cubit pipi sendiri sehabis bangun tidur.

Peringatan : 1. Hanya untuk pemakaian luar. 2. Jangan digunakan pada kulit yang terluka. 3. Jika terjadi iritasi, hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter. 4. Hindari kontak dengan mata. 5. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
Ya, sebagus apa pun dan secocok apa pun suatu produk dengan satu atau banyak orang, belum tentu cocok juga sama kamu. Tapi kalau mencoba ya enggak ada salahnya juga kan. Siapa tahu emang cocok.

Review Soothe Bamboo Serum
Setelah pemakaian toner, maka langkah selanjutnya tentu saja aku memakai Soothe Bamboo Serumnya juga. Serum untuk melembabkan kulit sensitif dan kering dengan kandungan air bambu 66% yang dikemas bersama asam amino serta mineral juga. Serumnya juga mengandung Ekstrak Centella Asiatica 4,5 %, Madeccasoide dan Asiaticacoside yang meregenerasi dan menenangkan kulit lelah. Ditambah bahan-bahan lainnya yang membuat lapisan kulit dalam juga lebih lembap, tetap kencang dan bercahaya. Begitu klaimnya di kemasan.

Ingredients : Bambusa Vulgaris Water (66%), Water, Butylene Glycol, Centella Asiatica Extract, Dipropylene Glycol, Glycerin, 1,2-Hexanediol, Panthenol, Cellulose Gum, Carbomer, Tromethamine, Allantoin, Polyglutamic Acid, Madecassoide, Sodium Hyaluronate, Asiaticacoside, Lonicera Japonica (Honeysuckle) Flower Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Forsythia Suspensa Fruit Extract, Chamaecyparis Obtusa Leaf Extract, Thuja Orientalis Extract, Pinus Denisflora Leaf Extract, Bambusa Vulgaris Extract, Glyceryl Acrylate/Acrylic Acid Copolymer, PVM/MA Copolymer, Disodium EDTA
Untuk Soothe Bamboo Serum ini warnanya sedikit kecokelatan (tapi lebih pucat). Mirip air teh yang cuma satu kali celup gitu. Teksturnya cair tapi agak lengket. Tapi kalau udah diaplikasikan ke wajah sih cuma lengket di awalnya aja, karena setelah meresap ke dalam kulit jadinya enggak lengket. Malah lembap, dan membuat kulit terasa halus, lembut gitu dan kenyal. Juga ada efek glowingnya. Jadi klaim pada kemasannya sesuai dengan apa yang kurasakan.


Kemasannya yang pump ini aku suka banget. Soalnya jadi enggak takut tumpah-tumpah, terus memudahkan untuk mengeluarkan isinya dan lebih higienis aja rasanya. Satu kali tekan langsung keluar serumnya yang cukup untuk digunakan ke seluruh wajah. Tapi aku pakai dua kali tekan sih. Karena bagian pipi yang kekeringan, kasar itu aku sengaja pakainya lebih banyak. Yang serum ini aroma botanicalnya lebih tercium, tapi karena lembut dan alami jadi enggak ganggu gitu, enaknya aja pakainya.

Sama seperti halnya Soothe Bamboo Toner, Soothe Bamboo Serum juga memiliki tiga cara atau lebih tepatnya tiga kegunaan lain :

#Pack
Sediakan kapas kasa dan tekan atau pompa sebanyak 1-2 kali. Lalu oleskan pada area yang diinginkan. Keep Cool merekomendasikan untuk membasahi kapasnya terlebih dahulu, baru deh pompa serum di atasnya supaya bisa memberikan perawatan kulit yang optimal.



#Shaving Care
Perawatan setelah mencukur. Enggak kamu enggak salah baca. Ternyata setelah kukepoin situsnya Keep Cool pada bagian Soothe Bamboo Serum ini memang bisa dijadikan sebagai shaving care gengs. Jadi kamu bisa menenangkan area yang teriritasi sehabis cukuran dengan serum ini. Macam area alis, atas bibir, ataupun badan.


#Adhesion Care
Punya masalah kulit mengelupas yang bikin makeup jadi susah menempel dan rasanya membuat  frustrasi ya kan. Nah, tenang dulu. Kamu bisa mencoba untuk mencampurkan alas bedak atau foundation kamu dengan serum ini supaya makeupnya mudah menempel dan tahan lama.

Untuk peringatannya sama aja seperti Soothe Bamboo Toner. Bedanya di cara pemakaian aja. Dipakai setelah menggunakan toner dua kali sehari, pagi dan malam hari. Terus keluarkan isinya dengan cara ditekan ke telapak tangan, lalu oleskan ke seluruh wajah tipis-tipis dengan penuh kelembutan dan biarkan meresap ke dalam kulit. Meresapnya cepat kok enggak pakai lama seperti saat menunggu balasan pesan dari gebetan.


Dan aku setuju pake banget deh kalau Soothe Bamboo Serum ini serum terbaik untuk kering dan sensitif. Karena selama pemakaian dua kali sehari setelah pakai toner selama dua minggu ini, kulit aku yang berminyak tapi sensitif juga jadi dibuatnya enggak hanya lembap, dan lembut aja. Tapi juga lebih kencang di usiaku yang tiga hari lalu berkurang lagi. Baru aja melewati pertengahan 20 an gengs. Ini baru pakai toner dan serumnya aja aku udah suka sama hasilnya. Apa kabar kalau semua skincare diganti dari brand keep cool coba.

Eh ya, selama menggunakan kedua produk ini, aku juga tetap memakai pencuci muka, pelembab, sunscreen, dan bedak yang antara satu dengan lainnya beda brand tapi tetap enggak menimbulkan reaksi alergi apa pun. Malah jadi merasa minyak di wajah lebih berkurang dan enggak terlalu lengket sehabis beraktivitas seharian. Bagian pipi juga enggak kekeringan dan kasar lagi.

Nah gimana, tertarik juga mencoba keduanya yang ternyata bisa digunakan untuk banyak permasalahan kulit gengs. Kalau gitu, selamat mencoba dan semoga cocok juga di kamu ya. Sampai jumpa di blogpost selanjutnya dan selamat mencoba ya gengs. Dari aku yang berbahagia karena pipiku udah lembap lagi, halus dan lebih kencang pula.

8/22/2019

NKRI Dalam Hidupku

NKRI (Indonesiaku) ...
Selalu terdengar di telingaku
Terbayang selalu di mataku
Tertulis jelas disanubariku
Selalu menggelora dalam dadaku

NKRI ...
Sebuah nama yang begitu berarti bagiku,
Tanah airku, tanah kelahiran serta tanah kebanggaanku

NKRI ...
Sebuah tempat yang sangat indah, subur, makmur, damai sentosa
Sebuah negeri yang berhawa sejuk, dikelilingi pegunungan serta lautan
Beraneka flora dan fauna tumbuh di dalamnya

NKRI ...
Aku bangga menjadi bagian darimu
Hidup damai dalam naunganmu
Berbagai suku, beraneka bahasa serta keyakinan ...
Semua bisa hidup rukun dan damai
Bersatu padu dalam setiap sendi kehidupan


NKRI ...
Tanah airku tercinta
Tanah yang kutempati sejak lahir, bertumbuh dan hingga akhir hayat nanti
Apa pun yang terjadi kau selalu menjadi bagian dari diriku
Menjadi kebanggaanku dan tak akan lekang oleh waktu

NKRI ...
Aku selalu berharap
Semuanya rukun terjaga
Damai abadi selamanya
Makmur sejahtera rakyatnya
Hingga tak ada lagi kesenjangan dalam setiap sendi kehidupan
Dan semakin bersinar di mata dunia

Selamat bertambah usia NKRI ku, Indonesiaku
Jiwa dan ragaku selalu bersamamu
Bersama para pahlawan yang gugur dalam perjuangan meraih kemerdekaan
Dan bersama Revu Indonesia 17 an

8/14/2019

Kelebihan Asuransi Keluarga

Keluarga adalah orang-orang yang paling dicintai, di mana sudah menjadi kewajiban untuk menjaganya dari beragam hal yang enggak diinginkan. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan sebuah asuransi untuk keluarga, asuransi jenis ini memiliki banyak sekali kelebihan dan keunggulan yang ditawarkannya lho.

Kelebihan Memilih Asuransi Keluarga :
1. Mencakup Seluruh Anggota Keluarga
Asuransi keluarga memiliki fungsi untuk melindungi seluruh anggota keluarga, sehingga di sini kamu enggak perlu lagi mendaftarkannya satu-persatu. Melainkan semua anggota keluarga dapat mendapatkan fasilitas yang sama dari asuransi tersebut, sangat cocok bagi keluarga yang memang memiliki jumlah anggota yang banyak.

kelebihan asuransi keluarga

2. Proses yang Lebih Mudah
Dari segi proses sendiri, asuransi keluarga cenderung lebih mudah dan simpel, baik saat pendaftaran, pembayaran premi, hingga saat mencairkan uang tertanggung. Hal ini dikarenakan syaratnya hanya dengan menggunakan KTP atau kartu keluarga saja. Tentunya saat situasi darurat penggunaan asuransi keluarga bisa lebih cepat dalam hal menangani masalah yang ada.

Selain cepat dan mudah penggunaan asuransi keluarga juga dapat digunakan sebagai asuransi perlindungan jiwa syariah, asuransi tersebut dapat digunakan bila salah satu anggota keluarga telah meninggal dunia dan anggota keluarga berhak menerima sejumlah uang tertanggung.

3. Harga Lebih Terjangkau
Pembayaran premi yang biasa dilakukan setiap bulan memang menjadi persoalan banyak orang, di mana pembayaran asuransi dinilai terlalu berat dan enggak sesuai dengan fungsinya. Namun dalam asuransi keluarga ini kamu enggak akan merasakan hal tersebut, hal ini dikarenakan jumlah pembayaran premi memiliki manfaat yang seimbang dengan fungsi yang diberikannya.

4. Melindungi Keluarga Secara Maksimal
Kelebihan yang terakhir adalah dapat melindungi keluarga secara maksimal, baik dalam hal kecelakaan, sakit parah, tulang punggung keluarga meninggal, dan lain sebagainya. Keluarga akan mendapatkan hak secara materi akan hal-hal tersebut.

Penggunaan asuransi keluarga memang memiliki banyak manfaat, sehingga sangat bagus untuk kamu miliki. Namun usahakan memilih penyedia asuransi keluarga yang bagus dan berkualitas ya, sehingga nantinya keluarga yang kamu miliki bisa terlindungi secara lebih maksimal.

8/02/2019

Kunci yang Terjatuh ke Atas

Beka mempercepat langkahnya memasuki areal perumahan cukup elit, mengingat ada beberapa pejabat yang tinggal di kawasan tersebut walaupun berbeda blok. Walaupun elit, tapi jalan di perumahan ini cukup membuat bulu kuduk berdiri saat malam tiba. Apalagi di pertigaan menuju blok B. Sisi kirinya ditumbuhi tumbuhan hijau yang dibentuk aneka rupa. Sementara sisi kanannya ditumbuhi pohon sukun yang buah matangnya sering jatuh tak tahu waktu. Ya, Beka sudah sering menahan teriakannya karena ulah buah dari pohon sukun.

Pertigaan menuju blok B, tempat di mana Beka menyewa sebuah kamar kost memiliki penerangan yang temaram, berbeda dengan pertigaan lainnya. Malah, di suatu waktu lebih mirip penerangan di scene film atau tayangan horor. Ya, hidup-mati, hidup-mati. Untung saja tidak dilengkapi tiba-tiba ada sesosok makhluk tak kasat mata yang muncul. Kalau iya, mungkin Beka hanya memiliki tiga pilihan. Diam di tempat lalu pingsan. Menjerit sembari lari terbirit-birit atau jalan pelan-pelan sembari membaca doa dan pura-pura tidak melihatnya.

Selain pertigaan, areal lain yang cukup menyeramkan adalah rumah kosong yang bersebelahan dengan tempat menjemur pakaian di kost-kostannya. Rumah kosong dengan pagar terbuka lebar dan halaman yang ditumbuhi rumput liar. Belum lagi tepat di seberang rumah ibu kost masih ada areal kosong yang ditumbuhi aneka pohon lengkap dengan patung-patung berupa anak-anak yang bukannya menggemaskan justru malah menambah jantung berdegup cepat dan tentu saja bukan degupan yang menyenangkan seperti saat jatuh cinta.



Beka mendorong pintu gerbang kecil dengan hati-hati agar tak membangunkan ibu kost beserta keluarganya. Mengingat ini sudah pukul sembilan lewat. Setelah berhasil menutupnya kembali, Beka bergegas menuju ke depan pintu garasi. Yang mana biasa digunakan untuk akses keluar masuk kamar kostnya yang bersatu dengan rumah ibu kost. Sebelum menuju kamarnya yang berada di lantai dua, Beka menyempatkan diri mengetuk pintu kamar temannya. Memberikan sekotak martabak pesanan dan juga seblak kering sebagai oleh-oleh. Oleh-oleh pulang ke rumah sebulan sekali.

Beka menundukan kepala dengan tangan terkepal dan bibir yang mengerucut manakala melihat gantungan kuncinya lepas hingga membuat kunci kamar dan kunci garasi berpisah. Ya kunci kamar masih menancap di pintu, sementara kunci garasi yang seharusnya jatuh dan mengeluarkan bunyi, tapi malah tidak sama sekali justru tak ada di sekitar sana. Ia pun menggeser pintu kamarnya, takut-takut kuncinya terselip di celah pintu dan masuk ke dalam. Tapi nihil. Ia kembali mencari di area depan kamar kostnya, hingga menuruni anak tangga. Dan hasilnya sama, nihil.

"Beka, kamu ngapain mondar-mandir di sini?"

Cika yang baru saja kembali dari kamar mandi menghampirinya. Dan turut mencari kunci garasi milik Beka. Karena penasaran, mereka bahkan mencari hingga ke kamar Cika di mana tadi Beka berhenti sejenak di sana. Beka juga meminjam kunci garasi milik Cika untuk menuntaskan rasa penasarannya. Iya, takutnya memang sudah terjatuh saat membuka pintu garasi. Tapi setelah ia pikirkan kembali. Mana mungkin pintunya terkunci rapi.

"Tetep enggak ketemu?" Cika menerima kunci miliknya beserta wajah murung Beka.

Beka menggeleng dan menyatakan jika besok siang akan menemui tukang kunci untuk membuat salinan yang baru. Dan Cika pun setuju untuk mengantarnya. Beka kembali ke kamarnya dan menghempaskan diri di atas tempat tidur. Tidur dengan pikirannya yang tidak begitu tenang. Dengan baju dan jaket yang tak diganti terlebih dulu.

"Beka, ada mang Galon nih!" Teriak Cika dengan leluasa mengingat pemilik rumah kost sudah pergi sejak tadi pagi.

"Tolong bukain dulu garasinya Cik, sebentar lagi aku turun!"

Hanya lima menit dan galon di atas dispensernya sudah berganti baru. Beka pun merogoh uang dari saku jaketnya yang lain. Yang di gantung di belakang pintu. Dan ia menelan ludah tatkala menemukan kunci garasinya di sana. Iya di sana, di saku jaket yang tergantung di belakang pintu. Bukan saku jaketnya yang dikenakannya. Dengan kening yang mengerut ia memberikan uang penggantian Galon dan mengikuti hingga pintu garasi terkunci kembali olehnya. Oleh kunci yang didapatnya dari saku jaket.

"Lha, itu kamu udah punya kuncinya?" Cika baru saja ingin meminjamkan kuncinya kembali.

Beka tertawa, sumbang. Kemudian menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Iya, udah ketemu, ada di saku jaket yang digantung di belakang pintu!"

"Serius, kok bisa?"

Beka menggeleng, "enggak tahu nih! Ajaib, kuncinya jatuh ke atas bukan ke bawah, nyelip di saku jaket pula!"

"Iya, kok aneh, ya!"

"Tidak perlu heran, mungkin ada yang sedang iseng!" Seru mba Anin yang kamarnya bersebrangan dengan Chika, samping garasi. Katanya mba Anin bisa melihat dan merasakan makhluk tak kasat mata.

Meskipun mba Anin mengatakannya sembari tersenyum, tetap saja Beka dan Cika bergedik ngeri dan cepat-cepat mengalihkan pembicaraan. Berharap kejadian aneh seperti ini tak lagi terjadi. Dan tentu saja tidak begitu.