Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Belajar Mengendarai Sepeda Motor Matic!

by - 8:59 PM

Katanya, kalau mau belajar mengendarai sepeda motor itu harus bisa sepeda dulu, jadi gampang belajarnya karena udah seimbang. Nyatanya, banyak kok orang-orang yang bisa mengendarai sepeda motor padahal enggak bisa sepeda dulu. Mengingat sekarang udah ada motor matic. Dan sekarang, aku menjadi salah satunya. Walaupun ya baru bisa di jalan perkampungan sekitar rumah, belum bisa ngebonceng. Dan tentunya kadang masih gutak gitek gual geol sakapeung (silakan translate sendiri)

Ya, pada akhirnya setelah hampir satu dekade pertama dan terakhir belajar mengendarai motor matic, aku memberanikan diri buat belajar mengendarai motor matic lagi. Walaupun di awal-awal ada rasa takut jatuh, takut masuk got, takut nabrak, dan takut motornya rusak. Mengingat aku pakai motornya kakak ipar.

Ilustrasi
Selain perasaan takut, muncul juga perasaan kesal karena ada orang-orang yang mulai membanding-bandingkan dengan dirinya saat belajar motor ataupun dengan anaknya. Padahal dibanding-bandingkan itu kan super enggak enak kan gengs. Ada juga yang bisa di bilang mengecilkan hati atau terkesan meremehkan, menyepelekan padahal dirinya sendiri pun enggak mau belajar mengendarai sepeda motor. Tapi ya namanya juga hidup ya gengs. Kita yang jalani, orang lain yang sibuk mengomentari. Jadi mari kita sekip dan ku akan bocorkan hal-hal yang kemarin kulakukan sebelum dan saat belajar mengendarai sepeda motor. Soalnya kalau naiknya doang mah bisa kan hahaha :

1. Cari tutorial di youtube
Di era serba tutorial ini, aku iseng mencari tutorial belajar mengendarai motor matic di youtube. Dan ketemu lah dengan salah satu chanel yang bahas soal belajar sepeda motor. Dari mulai persiapan dan lain sebagainya. Aku langsung ke bagian fungsi-fungsi yang ada di sepeda motor dan cara supaya seimbang sama mengatur gas. Juga cara melewati polisi tidur. Lainnya belum aku tonton, karena udah mendapatkan ilmunya dari mang ojek langganan.

2. Minta orang untuk mendampingi
Berhubung enggak ada saudara yang bisa dimintai tolong mendampingi karena pada sibuk semua. Sementara kakak sama kakak iparku nun jauh beda kota di sana. Maka akhirnya aku didampingi oleh mang ojek langganan keluarga kami. Dan beliau ikhlas-ikhlas aja dengan bayarannya yang enggak seberapa dibandingkan ilmu, waktu yang diluangkan serta motivasi yang aku dapatkan dari mang ojeknya.

3. Belajar di lapangan terlebih dulu
Kalau udah ada yang mendampingi, mintalah belajarnya di lapangan terlebih dahulu. Enggak minta juga biasanya pasti dibawa ke lapangan dulu kalau baru belajar. Yang luas kayak lapangan bola atau lapangan apa aja yang penting bisa muter-muter di sana. Kebetulan sih di desa sebelah masih ada lapangan bola yang luas, jadi mang ojek membawaku ke sana buat belajar. Dan di sana banyak yang lagi belajar juga. Jadi, kamu tak sendiri eh aku ding.

4. Pakai perlengkapan berkendara
Karena baru belajar, maka sebaiknya pakai perlengkapan berkendara dari mulai helm, jaket, pakaian yang panjang, masker, helm dan sepatu. Sebenarnya emang harus dipakai setiap berkendara sih biar aman. Karena kan cuma punya nyawa satu ya gengs.

Aku sendiri saat pertama kali belajar kembali cuma pake masker, jaket, celana training dirangkap rok lebar, kerudung dan sandal karet saat belajar di lapangan. Karena mau pake helm kok rasanya aneh, mau pake sepatu sayang gitu lapangannya tanah merah *dasar aku. Pokoknya pakai yang senyaman mungkin deh gengs, namanya juga baru belajar. Jangan pake high heels dulu bisi tijalikeuh.

Kalau saat di jalanan beraspal sih ku pakai seluruh perlengkapan. Biar aman dan biar enggak ada yang mengenali. Karena ku suka menoleh-noleh kalau ada yang manggil walau kadang-kadang. Dan sepatu disarankan sama mang ojek supaya aku enggak terlalu jinjit dan enggak ada insiden lepas-lepas gitu. Iya tinggiku yang alhamdulillah hanya 150 cm dengan berat yang termasuk obesitas dalam standar BMI, jadinya mungkin ganjel dagingnya di jok hahaha. Soalnya dulu pas belajar pertama dan terakhir kalinya waktu awal SMK di mana berat masih seimbang sama tinggi badan, masih 147 cm gitu tapi enggak jinjit padahal cuma pakai sandal jepit.

Selain biar aman, biar gak banyak yang nanya dan harus senyumin orang wkwkwk. Walau dikomentarin mau ke mana sih lengkap amat kata tetangga.
5. Baca doa dulu dan jauhkan pikiran negatif, pastikan perut terisi dan minum supaya enggak dehidrasi
Sebagai manusia yang beragama, jangan lupa baca doa dulu sebelum mulai ngegas ya gengs. Supaya dilindungi sama Sang Pencipta di manapun kapanpun. Selain berdoa, jangan lupa untuk mengesampingkan, menjauhkan atau bahkan menghilangkan pikiran negatif dari dirimu. Because you can do it! Jangan belajar dalam keadaan perut kosong atau lapar dan lupa minum sampai dehidrasi. Nanti enggak konsentrasi.

6. Pahami fungsi-fungsi yang ada pada sepeda motor
Pahami dan pedekatean dulu sama gas dan rem terlebih dahulu. Terutama rem belakang. Kalau rem depan nanti aja belakangan. Karena buat yang baru belajar langsung pake rem depan mah kamu bisa tijungkir, tijumpalik akibat reuwas. Dibutuhkan bangetnya pas menanjak tapi ada halangan. Supaya enggak mundur. Sesuai ajaran mang ojek.

Tempatkan tangan di stang gasnya, dan putar gas pelan-pelan. Pake perasaan sayang juga boleh, daripada sayang ke gebetan tapi tanpa balasan hiks. Jangan langsung tancap gas dengan cara ditarik karena berbahaya dan motor bisa oleng tak terkendali. Kemudian kamunya panik eh aku yang panik.

7. Jangan panik! Jangan melamun! Jangan kaku!
Nah, nah ini emang penting banget, jangan panik. Karena kepanikan akan membuat segalanya jadi runyam. Alih-alih mau ngerem eh malah gas pol. Ya kan ... Dulu aku gitu sampai bikin kakak celaka kena knalpot. Karena pas hampir terguling bukannya ngerem malah ngegas! Iya ngegas! Kemarin juga sih sempat waktu belajar di jalanan beraspal ada motor lewat di belakang. Aku panik jadi ngegas enggak karuan. Untung inget ngerem jadi enggak tiggebrus ka kebon atau nubruk tembok dam sekolahan.

Selain jangan panik, kamu juga enggak boleh melamun. Karena di jalanan bukan hanya kamu seorang. Enggak mau kan tiba-tiba nabrak atau terperosok ke jurang perasaan terdalam akibat terlalu baper . Fokus sama motor yang sedang kamu kendarai, fokus pada fungsi-fungsi di sepeda motor dan juga sekitarmu. Hanya boleh menatap ke depan dan sesekali melihat spion. Aku sendiri masih kaku lihat spion hahaha.


Jangan kaku juga ya gengs, lemesin aja. Kalau kata mang ojek jangan maksa motor untuk mengikuti maunya kita, tapi turuti maunya motor. Jadi nih kalau terlanjur ke kanan misalnya jangan maksa langsung diubah ke kiri sekaligus. Soalnya bisa mengakibatkan terjerembab. Gitu sih yang aku tangkep.

Eh ya, mang ojek juga bilang kalau sekiranya perasaanmu enggak yakin saat papasan dengan kendaraan lain terutama mobil bisa masuk, ya udah berhenti aja. Tapi berhentinya di jalanan yang sedikit lebih luas. Daripada memaksakan tapi ujungnya bikin celaka.

8. Belajarnya jangan sambil bonceng yang mendampingi, lalu naikan kaki satu persatu
Nah ini, karena ku enggak bisa mengendarai sepeda, maka dari itu ini penting banget lho gengs. Aku dapet ini dari tutorial youtube. Jadi, setelah berhasil atur gas dan rem, kedua kaki yang masih di bawah perlahan diangkat satu persatu. Jangan langsung dua sekaligus. Supaya kalau oleng masih bisa ditahan enggak sampai terguling. Dan yang kurasakan terasa lebih berani dibandingkan langsung menaikan dua-duanya.

Aku juga belajarnya enggak sambil boncengin atau dipegangin pendamping/pelatih soalnya malah berat gitu. Dan akunya jadi merasa bodo amat kalau lupa belokin atau ngerem kan di belakang ada yang jagain hahaha. Gitu lho dulu makanya kakakku kena knalpot kakinya.

9. Belajar belok sedikit demi sedikit dan cara berhenti
Karena di lapangan kan luas ya, kalau ketemu pengendara lain ya ku memotong jalan, mencari spot kosong. Jadi belok kanan sama belok kirinya seenak jidat. Akhirnya nih ku disarankan sama mang ojek pelatih buat mencoba di jalanan beraspal depan rumah pada malam hari. Supaya bisa belajar belok yang sedikit demi sedikit karena kalau di jalanan asli kan gak bisa belok semauku. Banyak kendaraan lalu-lalang. Apalagi di parkiran yang biasanya sempit.

Mang ojek juga bilang kalau mau berhenti itu kasih lampu sein dari jarak berapa meter gitu, terus mulai tekan rem belakang sedikit demi sedikit dan mendekati lokasi berhenti, kedua kaki turunkan. Seperti itu gengs.

10. Belajar di jalanan beraspal dan bagus saat malam hari
Selain masalah belok, aku juga bermasalah dengan berkendara secara lurus. Masih suka ngambil jalan orang hahaha. Makanya kalau di jalanan beraspal kan mau enggak mau harus lurus karena banyak kendaraan dan manusia melintas sekalipun malam hari. Walau intensitasnya enggak seperti siang hari.

11. Belajar di jalanan jelek
Nah ini dia yang mulanya malesin banget ya ampun. Takut jatuh banget. Tapi ya mau gimana lagi, kan enggak semua jalanan beraspal mulus. Macem di dekat rumah orang tuaku, ada turunan/tanjakan yang aspalnya udah enggak keruan. Ada juga yang mengenaskan. Ya, boro-boro jalanan pedesaan, jalanan di kota aja termasuk tol banyak yang berlubang kan.

Tapi dari jalanan jelek ini aku makin belajar soal atur gas. Enggak mesti kenceng banget karena bisa berakibat motor berjalan zig-zag kanan-kiri-kanan-kiri di permukaan aspal yang enggak rata. Kalau boleh milih sih lebih suka kalau jadi jalanan tanah semua daripada yang ada aspalnya sebagian.

12. Mencoba jarak lebih jauh (minimal empat kilometer) dengan pendampingan
Setelah hampir semingguan belajar yang dekat-dekat. Akhirnya mang ojek mengajakku untuk mencoba jarak yang agak jauh, menyebrang dua desa gitu, hampir mendekat ke bibir jalan raya. Hasilnya ya alhamdulillah bisa. Dan akupun dilepas untuk meneruskan rutin mengendarai sepeda motor di jalanan pedesaan pada pagi sampai sore hari. Disuruhnya sih pagi supaya terbiasa dengan suasana anak-anak berangkat sekolah, banyak kendaraan lalu-lalang, ada pedagang dipinggir jalan. Kalau malam kan sepi wkwkwk. Enggak disarankan malam sih untuk jarak jauh soalnya di sini sepi. Dikhawatirkan ada begal.

Dari belajar mengendarai sepeda motor dengan jarak lebih jauh ini aku jadi mengambil kesimpulan. Kalau ongkos naik kendaraan umum yang selama ini aku keluarkan dan merasa mahal/boros itu sebenarnya setimpal dengan aku bisa selamat ke tempat tujuan. Karena kan kendaraannya punya orang lain, aku enggak ngisi bahan bakar, enggak memikirkan ganti oli, ban, lalu enggak cape harus fokus terus ke jalanan, dan bawa nyawa sendiri aja udah deg-degan, apa kabar bawa banyak nyawa. Jadi merasa bersalah sendiri deh kalau mengingat sering ngedumel walau dalam hati kalau naik transportasi umum jalannya pelan-pelan. Karena kan demi keselamatan dan enggak semua orang bisa cepet tapi aman. Kayak aku sekarang yang mengendarainya pelan-pelan sampai pengendara lain gemas ingin menyalip hahaha.

Walaupun sekarang sering enggak pake helm, tapi masker sih tetap.
Selama belajar ini juga kumengalami disindir pengendara lain karena lampu sein sengaja dinyalain ke kiri pas awal-awal belajar di jalanan beraspal, biar yang lain mendahului kata mang ojek. Jadi seolah-olah aku mau berhenti dalam jarak dekat atau belok ke kiri. Eh pas diturunan yang jelek gitu aku ngerem belakangnya kurang, pegang stangnya masih kaku karena panik, jadi zigzag gitu. Niat hati tetap di lajur kiri, yang ada nyebrang ke kanan dan membuat pengendara motor yang mau menanjak harus berhenti mendadak. Katanya : "bade ka mana atuh neng?" Dan ku cuma nyengir aja karena masih shock juga jadi enggak sempat minta maaf. Terus pas tiba-tiba dari bawah ada mobil juga, awal-awal panik dan nyebrang ke kanan juga. Untung yang punya mobilnya baik gitu, berhenti dan nunggu sampai aku minggir dulu tanpa komen apa-apa.

Ditanjakan yang belokannya cukup tajam (di sini banyak) ku juga sempat terlalu banyak ke kanan pegang stangnya, dari arah berlawanan ada pengendara bapak-bapak. Jadi belum sempat ke kiri lagi udah keburu papasan. Kami sama-sama ngerem untungnya. Dan bapaknya enggak komentar apa pun. Belum lagi insiden terlalu pinggir saat papasan sama mobil bak terbuka di percobaan jarak 4 kilometer itu. Aku jadi masuk lubang jalan gitu. Enggak tinggi sih tapi kagetnya itu lho. Di rumah juga, so-so an masukin motor ke dalam. Eh mandet di tanjakan depan pintu yang masih tanah gitu kan belum di tembok dan di keramik. Pas ngotot ngegas rem belakangnya malah dilepas sekaligus. Alhasil nabrak kursi makan sampai kepala kursi lepas dan bagian samping motor agak sobek gitu. Soalnya aku nabraknya agak belok gitu jadi bukan bagian depan yang nabrak.

Enggak hanya sampai di situ, mau naik ke depan pintu. Iya jadi di rumah itu halamannya menanjak. Sebagian ditembok, sebagiannya tanah, jadi enggak rata. Ada sih di samping yang tembokan semua tapi aku penginnya lewat tengah. Eh nyangkut, finishingnya aku ragu ngegas karena takut nubruk belakang mobil bapak. Akhirnya malah mundur dong kareqna licin dan lupa rem depan. Untung enggak sampai terguling. Awal-awal juga suka panik duluan kalau ada mobil dari arah berlawanan, alhasil terlalu pinggir dan body yang buat tempat kaki yang dibonceng tergores tembok batas got. Memang ya belajar itu enggak mudah, apalagi menyangkut nyawa sendiri dan nyawa orang lain.

Sebenarnya sih lebih enak jadi penumpang aja. Aku enggak keberatan soal ongkos walaupun alhamdulillah penghasilanku enggak ada apa-apanya kalau buat sebagian orang hahaha. Lagian di mata sebagian orang-orang sekitar aku hanyalah pengangguran yang jarang banget keluar rumah. Kalaupun terlihat di rumah kerjaannya cuma main hape. Tapi aku bertekad belajar supaya kelak bisa boncengin mama kalau mau pergi tapi pas susah ojek dan siapa tahu kan suatu saat atau hari nanti entah esok atau lusa aku harus tinggal di tempat yang susah akses transportasi umum. Jadi ya harus bisa bawa kendaraan sendiri.

Semoga blogpost curhatan ini ada manfaatnya untuk kamu yang baru mau belajar mengendarai sepeda motor kayak aku atau ragu-ragu karena enggak bisa sepeda. Aku cuma ingin bilang, belajar motor matic tanpa bisa sepeda dulu beneran bisa kok. Aku bahkan sampai detik ini masih trauma belajar sepeda walau sebenarnya ingin bisa sepedaan. Doakan ini lancar dulu, cepet bisa ke jalan raya, bisa bonceng, dan punya SIM dulu deh mudah-mudahan. Baru nanti memberanikan diri belajar sepeda.

You May Also Like

4 komentar

  1. ya ampun mba Gie banyak kali caranya wkwkwk..aku dulu belajar matic sendiri ga didampingi langsung ke jalan :D karena apa? karena butuh sih wkwk jadi bisa sendiri

    tapi ini tipsnya cocok buat yang merasa takut dan ingin mulai dari nol

    ReplyDelete
  2. Kalau saya sampai sekarang belum berani lagi belajar karena waktu belajar dilapangan pernah jatuh menggunakan motor bebek, nah sekarang punya motor matic dan mau mencoba belajar lagi makasih tips naek motornya mba

    ReplyDelete
  3. mantappp banyak sekali tutorial mengendarai motor matic.

    ReplyDelete
  4. Aku sampe ketawa2 sendiri bacanya mbak, dulu aku lebih dulu bisa motor bebek, jd setelah ada motor matic ga perlu belajar lagi, otomatis bisa.

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)