Kelebihan dan Kekurangan Mempercantik Rumah Dengan Anyaman Rotan Kursi

by - 9:25 PM

Sejak kecil aku sudah terbiasa melihat kehadiran anyaman rotan kursi di rumah. Bahkan ada salah satu kursi rotan yang kufavoritkan untuk menikmati tayangan televisi. Itu merupakan salah satu kursi rotan yang bisa diduduki oleh dua orang. Almarhumah nenek menempatkannya di ruang tamu yang merangkap sebagai ruang keluarga. Hal inilah yang menyebabkan aku senang berbaring di atas sana. Walaupun tidak empuk, tapi rasanya sungguh nyaman sekali berada di atasnya.

Almarhumah nenek sangat menyukai semua barang yang terbuat dari anyaman rotan. Dari mulai anyaman rotan kursi, meja, bahkan keranjang untuk menyimpan barang. Selain indah, barang-barang yang terbuat dari rotan pun bisa menjadi alternatif untuk membuat ruangan terkesan natural dan juga klasik. Sama seperti halnya ketika kita memilih perabutan atau furnitur yang terbuat dari kayu. Selain itu, terkhusus kursi rotan sendiri mempunyai kelebihan dan kekurangan berikut ini dalam mempercantik rumah :

Kelebihan anyaman rotan kursi

1. Harganya lebih terjangkau
Dibandingkan dengan kursi kayu, kursi rotan dan benda lainnya yang terbuat dari anyaman rotan nyatanya memiliki harga yang lebih terjangkau atau ramah di kantong dibandingkan dengan kursi kayu. 

2. Ringan
Jika kamu termasuk orang yang mudah bosan dengan posisi benda-benda di rumah. Maka, memilih kursi rotan sebagai furnitur di rumah sungguh menguntungkan. Kamu bisa memindahkannya dari satu ruangan ke ruangan lainnya dengan mudah tanpa memerlukan bantuan orang lain. Ini karena kursi rotan jauh lebih ringan dibandingkan kursi dengan bahan lainnya.

anyaman rotan kursi
3. Tersedia dalam beragam bentuk dan warna
Jika dulu hanya ada kursi rotan alami dengan satu pilihan warna. Warna cokelat. Maka seiring perkembangan zaman, munculah kursi rotan sintetis yang tentu saja memiliki lebih banyak pilihan warna. Dari mulai putih, hitam, merah bahkan warna-warna menarik perhatian lainnya. Sementara untuk bentuknya, baik untuk kursi rotan alami maupun sintetik mempunyai banyak pilihan bentuk. Dari yang minimalis sampai yang berbentuk bulat telur dan ditambahkan bantalan kursi.

4. Membuat ruangan terasa lebih unik
Selain memberikan kesan natural, memilih anyaman rotan kursi untuk mempercantik ruangan dalam rumah pun akan memberikan kesan unik yang tidak didapatkan dari kursi material kayu biasa.

5. Tahan lama jika dirawat dengan baik
Memang tak bisa dibantah jika anyaman rotan kursi tentunya tak memiliki konstruksi sekuat kursi dengan bahan kayu, namun dia pun bisa tahan lama juka dirawat dengan baik olehmu di rumah.

Kekurangan anyaman rotan kursi

1. Rentan diserang oleh serangga, terutama hewan pengerat
Sama halnya seperti kursi berbahan kayu, anyaman rotan kursi pun nyatanya memang rentan diserang oleh serangga, terutama hewan pengerat. Jadi, penempatannya di rumah harus sangat diperhatikan. 

2. Memerlukan ketekunan dan ketelitian saat membersihkannya
Anyaman rotan kursi memang unik, namun dibalik keunikan itu tentu mempunyai risiko. Risiko dalam membersihkannya yang memerlukan ketekunan dan ketelitian karena debu pasti menempel di sela-sela anyamannya. Jadi diperlukan teknik dan alat-alat tertentu untuk membersihkannya.

3. Selain dibersihkan, kursi rotan juga memerlukan perawatan rutin
Untuk membuatnya tahan lama dan juga tetap terjaga keindahannya. Anyaman rotan kursi harus melalui proses coating ulang, setidaknya sekali dalam setahun.

4. Harus dihindarkan dari sinar matahari langsung dan juga air hujan
Terkhusus anyaman rotan kursi yang alami, dia harus dihindarkan dari sinar matahari langsung dan juga guyuran air hujan agar tidak mudah rusak. Jadi, sebaiknya tidak digunakan di luar ruangan tanpa atap

Selain bisa mempercantik rumah, kursi rotan juga bisa lho digunakan untuk mempercantik cafe atau restoran. Terutama yang mengusung konsep minimalis dan natural. Hanya perlu disesuaikan saja pemilihan bentuk dan juga warnanya.

You May Also Like

21 komentar

  1. Saya di rumah punya tikar rotan. Memang serba serbi yaa, ga kalah keren dengan bahan rotan hehe

    ReplyDelete
  2. Ada plus ada negatif juga ya. Serangga ini kadang yg bikin kesel. Ga hanya rotan sih, berbahan kayu apalagi. Dirumah pernah punya kursi rotan, tapi pada akhirnya karena usia juga harus di museumkan

    ReplyDelete
  3. Alm ibu ku punya kursi goyang terbuat dari rotan mbak, untuk santai. Sampai sekarang masih awet di pakai kakak ku. Memang sih butuh perawatan, krn suka ada binatang (bangsat) kl gigit tuh bikin gatel-gatel.

    ReplyDelete
  4. Pernah dulu di ruang keluarga, di rumah orangtua, ada satu set kursi rotan. Nyaman sih, tapi ya itu tadi. Kalau udah kena serangga, ambyar deh :(

    ReplyDelete
  5. Itu coating ulang setahun sekali buat rotan alami? Kalau sintetis? Padahal pengennya di taruh di teras luar gitu, lucuuuu. Tapi gak boleh kena sinar matahari sama ujan ya. Sintetis boleh kali ya?

    ReplyDelete
  6. Di rumah nenekku, ada satu kursi panjang dari rotan. Awetttt sekali. Sudah lebih dari 20 thn. Memang nyaman tidur di situ, aku juga dulu suka rebahan di kursi rotan itu

    ReplyDelete
  7. Selalu suka mebel rotan
    Nampak sophisticated
    Walau merawatnya lumayan njlimet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kepikiran perawatannya yang lumayan agak ribet pas mau milih furnitur rotan biat rumah. Meskipun aku suka sekali pake perkakas yang vintage gitu. Lrbih hommy dan natural menurutku

      Delete
  8. Pakai rotan sintetis saja, Mbak. Penampakannya ada yang mirip kursi rotan asli.
    Jenis ini lebih awet dan kuat. Modelnya juga banyak dan bagus-bagus. Kesan modern sangat terasa.

    ReplyDelete
  9. Saya ada nih, kursi rotan di rumah. Klasik banget. Tapi iya, celah-celah kecilnya susah dibersihkan jadi berdebu gitu dan kadang ada serangga kecil yang suka gigit sembunyi di celah-celahnya. Tapi tetap favorit sih, heran. Karena nyaman.

    ReplyDelete
  10. Aku ga ada kursi rotan di rumah nih. Dulu nenekku punya 1 set meja dan kursi makan terbuat dari rotan...tahan lama juga banyak variasi bentuknya. Kalau zaman sekarang udah jarang ya kecuali dipesan tersendiri. Kalau hiasan lampu bahan rotan kayaknya kudu beli deh, bagus.

    ReplyDelete
  11. Kursi rotan ini emang everlasting ya. Mau sampai kapanpun tetep kece, walau ya itu perawatannya serba ekstra. Biar rotan tetap terjaga kualitasnya.

    ReplyDelete
  12. Memang betul, kehadiran kursi rotan bisa memberikan nuansa berbeda di dalam ruangan. Aku suka tuh kursi rotan berbentuk telur yang diletakkan di luar rumah, lalu di depannya ada taman dan kolam. Whoaaa ... Betah deh santai-santai di rumah.

    ReplyDelete
  13. Aku malah pakai kursi dan meja rotan di teras. Salah dong ya berarti

    ReplyDelete
  14. Kursi tamuku semuanya dari rotan..
    Itu pun warisan dari tante. Awet. Hehe

    ReplyDelete
  15. Klo anyaman terkesan antik ya mbak jadi membuat rumah terlihat hidup

    ReplyDelete
  16. Biar lebih awet anyamannya pakai yang sintetik saja....hehehe
    Kalau yng sintetik ada juga kok yang warna natural, mahalan dikit tapi ya jauh lebih awet. Misal yg natural 1th yg sintetik bs sampai 5th jatuhnya murah juga.

    Tapi, sekarang trend-nya sih Natural yaa...

    ReplyDelete
  17. Saya suka juga nih dengan perabotan yang terbuat dari anyaman rotan. Keliatan lebih menarik dan unik aja cuma memang kekurangannya salah satunya agak sulit dobersihkan.

    ReplyDelete
  18. Jadi harus dihindarkan dari sinar matahari langsung dan juga guyuran air hujan agar tidak mudah rusak, ya? Iya juga sih, karena rotan akan mudah rapuh dan rusak. Notes deh sebaiknya tidak digunakan di luar ruangan tanpa atap. Thanks infonya ya


    ReplyDelete
  19. Koleksi dan kreasi meubel berbahan rotan sekarang ini makin variatif dan cantik2, ya, Teh? Ku suka banget deh. Dan asyiknya tuh, jaman sekarang udah ga ada lagi kutu busuk (yang suka berhabitat di bahan rotan), ga seperti jaman dulu saat aku masih kecil. Duh, kursi rotan masa itu banyak banget kutunya, suka bikin kulit merah-merah. Hihi. Jijik dan ngeriii.

    Aku lagi naksir ayunan rotan itu loh, Teh, yang digantung pada tiang besi. Aih, asyik banget itu diletakkan di teras, dan duduk nyantai di sana sambil baca buku. Hehe.

    ReplyDelete
  20. Bernostalgia kita. Mengingatkan pada masa kecil dulu, ayahku selalu bikin sendiri tempat duduk dan tidur. Ada yang dari bambu, ada yang rotan. Lemari juga bikin ndiri. Rasanya semua bikin sendiri mudah jaman dulu mah

    ReplyDelete

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)