Rasa Penasaranku Pada Teh Tarik Hanaang Akhirnya Terbayar Lunas

by - 8:23 PM

Beberapa waktu yang lalu aku pernah nulis soal makanan yang cocok dinikmati bersama teh tarik gitu kan. Ah, aku tahu, kamu pasti belum baca. Gitu ya kamu, jahat sama aku. Tapi ya sudahlah itu hakmu, aku tak punya kuasa untuk memaksamu membaca apa yang kutuliskan eh lebih tepatnya kuceritakan. Jadi nih gara-gara bahas teh Tarik, aku jadi ingin minum teh Tarik, masa. Udah kayak orang ngidam aja ya. Tapi ya aku memang sering begitu kalau urusan makanan. Mulanya membayangkan, kemudian jadi mau pake banget.

teh tarik hanaang
Dari situ aku jadi terbayang teh tarik yang dijual teman SMP yang rumahnya enggak jauh dari sini. Namanya Teh Tarik Hanaang. Teh Tarik dalam kemasan yang dilengkapi dengan jelly di dalamnya. Kebetulan hari itu stoknya lagi ada. Biasanya mau pesen udah habis. Saking lakunya ini teh tarik dalam kemasan. Akhirnya aku beli dua, totalnya 10ribu. Jadi harga satuannya 5ribu aja gengs.


Dari dua kemasan yang kubeli ini desain tulisannya beda. Yang satu bagian depan dan belakangnya ada daun-daunannya. Yang satu lagi polos bagian depannya entah mengapa. Di bagian belakangnya ini juga beda, yang polos ada komposisi, logo halal dan nama produsennya. Sementara yang satu lagi di bagian belakang ada tulisan tagline "menjanjikan kenikmatan dalam setiap tegukan." Juga keterangan 100% homemade dan instagram officialnya @tehtarikhanaang juga tempelan tanggal kadaluwarsa. Sementara itu di bagian atas kemasan ada komposisi, nama produsen, logo halal, 100% cinta produk Indonesia. Tuh kan aku 100% cinta produk Indonesia nih, tapi karena kamunya enggak cinta aku ya udah, aku mau coba produk lain aja *bercanda.

Komposisi : Teh Hijau, Gula , Krimer Nabati
Dalam pembuatan teh Tarik Hanaang ini, CV. Berkah Bandung yang ternyata punya dua tempat produksi gengs. Satu di Rancaekek, Kab. Bandung, satu lagi di Garut. Duh ternyata produk Bandung Rancaekek geningan. Dasar aku mah anaknya teh kurang update. Teh Tarik Hanaang diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet lho.


Warna dari teh tariknya sendiri sama kayak warna teh susu gengs. Kecokelatan gitu. Bedanya dia enggak menggunakan susu di sini, melainkan diganti dengan krimer nabati. Nah, saat pertama kali kuteguk teh tariknya menggunakan sedotan, maka saat itu juga kumencium aroma teh yang kuat tapi menyegarkan menyapa indera penciuman. Kemudian rasa manis dan gurih dari tehnya pun meluncur dengan sangat mudah di tenggorokan. Ya ampun rasanya enak banget, apalagi kalau kesedot bersamaan dengan jellynya. 

Rasanya manis tapi ada rasa sedikit pahit khas dari teh. Walaupun untuk aku yang kurang suka rasa manis, ini agak sedikit lebih manis sih, tapi tetep enak, bikin aku ketagihan dong. Soalnya dia enggak meninggalkan rasa aneh di mulut ataupun tenggorokan, karena ada kalanya ada minuman berperasa yang suka meninggalkan rasa aneh di mulut dan tenggorokan. Ya, definisi minuman berperasa yang enak dan bikin nagih mau beli lagi, menurutku itu ya yang tak meninggalkan rasa aneh di mulut dan tenggorokan.


Oh ya, mulanya aku pikir jellynya ini berwarna hitam dan bentuknya kotak-kotak kecil, eh ternyata jelly atau agar-agarnya ini berwarna cokelat muda, bentuknya panjang-panjang gitu dan lembut.

Untuk kemasan sebesar ini, dengan isi yang enggak penuh, menurutku harganya udah pas. Apalagi rasanya emang enak pisan aka banget kalau menurut indera perasa. Mana siap minum pula kan dan tanpa bahan pengawet. Tanpa bahan pengawet ini emang efeknya ada dua sih. Beneran aman buat kesehatan tapi di sisi lain jadi enggak bisa disimpan lama.

You May Also Like

0 komentar

Yakin nggak mau meninggalkan komentar? Nanti aku nggak bisa main ke blog kamu kalau kamu nggak meninggalkan komentar. Kritik dan saran diterima kok :)