4/08/2020

Dari Mana Asalnya Virus Corona Berikut Penjelasannya

Tentunya untuk mengetahui dari mana asal virus tersebut, banyak sekali sumber-sumber yang tidak jelas menyimpulkan virus ini. Sehingga sering terjadi kesalah fahaman dan menimbulkan perdebatan yang membuat warga resah dengan desas desus virus corona yang tersebar. Sebelum cek virus corona online , simak hal-hal berikut ini.

Kalau ada seseorang yang berusaha merekayasa virus corona baru sebagai patogen, taruhlah misalnya mereka harus membuat virus tersebut dari backbone virus yang diketahui bisa menimbulkan penyakit. Tapi nyatanya para ilmuwan justru menemukan bahwasannya backbone milik SARS-CoV-2 ini berbeda secara substansial dengan yang ada pada virus corona lain, yang telah dikenal terlebih dahulu dan sebagian besar menyerupai virus terkait yang ditemukan pada hewan kelelawar, juga trenggiling.

Para ilmuwan menemukan bahwa bagian RBD dari protein lonjakan SARS-CoV-2 telah berevolusi sehingga bisa efektif menargetkan fitur molekuler di bagian luar sel manusia yang disebut ACE2  reseptor yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah. Protein lonjakan SARS-CoV-2 nyatanya sangat efektif untuk mengikat sel-sel manusia. Dari situ, para ilmuwan menyimpulkan, itu adalah hasil seleksi alam dan bukan produk rekayasa genetika. Bukti evolusi alami ini didukung oleh data tulang punggung (backbone) SARS-CoV-2, yakni struktur molekul keseluruhannya.

sumber : indonesianews.id

Jadi, dari mana virus pemicu COVID-19 berasal? Nah, menurut beberapa ilmuwan, berdasarkan analisis urutan genom, ada dua kemungkinan. Pertama, virusnya berevolusi ke kondisi patogen saat ini melalui seleksi alam di inang non-manusia dan kemudian melompat ke manusia. Proses yang bisa dibilang mirip dengan wabah Virus Corona yang terjadi sebelumnya. Manusia terinfeksi virus setelah terpapar langsung dengan musang (SARS) dan unta (MERS). Para peneliti menduga bahwasannya kelelawar sebagai reservoir yang paling mungkin untuk  terkena SARS-CoV-2. Namun, sejauh ini belum tercatat ada kasus transmisi langsung dari kelelawar ke manusia.

Untuk jumlah yang dapat ditarik kesimpulan dari virus corona tersebut masih belum dapat dipastikan, karena semakin hari virus tersebut semakin berkembang dari mulainya tes kesehatan dan pengobatan hingga yang positif terinfeksi. Selama ini sering kali kita dengar dan beredar kabar virus tersebut yang sangat mematikan, nyatanya beberapa perkiraan baru-baru ini menempatkan tingkat kematian virus corona baru mendekati 1%. Jadi seberapa fatal tingkat kematian yang disebabkan oleh virus tersebut? Tentunya hingga sampai sekarang masih bisa terkendali selama dapat penanganan yang tepat, karena pasien akan dengan mudah cepat pulih dan sembuh dari infeksi virus tersebut jika langsung mendapat penanganan dari pihak rumah sakit, tim medis. Perlu kita ketahui juga, ternyata walaupun para ilmuan sudah berusaha keras mencari tahu mengenai virus tersebut hasilnya tetap saja belum diketahui jelas mengenai virus corona atau COVID-19 yang sedang meluas ke berbagai daerah.

Selain itu, dapat pula kita ketahui pada tanggal 31 Desember 2019, pihak berwenang China memberitahukan pada Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenai wabah virus corona baru yang menyebabkan penyakit parah, yang kemudian dinamai SARS-CoV-2. Sehingga dapat dikatakan virus tersebut berasal dari wuhan cina yang terus menyebar keseluruh negara lainnya. Hingga kini, virus tersebut memicu pandemi COVID-19 yang menyebar ke seluruh benua, kecuali Antartika. Dan diketahui tepatnya pada hai Rabu tanggal 18 bulan maret 2020 pukul 18.33, tercatat ada 201.530 kasus positif Virus Corona, 8.007 pasien meninggal dunia, dan 82.034 lainnya pulih, fantastis bukan. Kasus meluas karena penularan bisa terjadi antar-manusia dan secara langsung meresahkan seluruh warga dari masing-masing negara. Karena dengan cepat wabah tersebut semakin hari semakin menyebar mencetak rekor angka kematian banyak.

8 komentar

  1. Sediih banget sejak ada wabah ini :(. Ekonomi lgs anjlok, IHSG ambyar, kasian jg melihat orang2 kecil yg pendapatannya tergantung harian. Di tempat kerjaku memang ga ada layoff ato pemotongan gaji, tapi ttp aja kita ngerasain impact yg parah dari segi target yg jauuh banget ga kecapai. Skr cuma bisa berharap dan ngikutin segala cara yg memang bisa memperlambat penyebaran virus ini ya mba. Berharapnya Agustus saat musim kemarau , virus ini bisa hilang sih.

    Utk skr ini, aku coba mikir positif sih. Jadi LBH sering cuci tangan, jd sering masak :p, yg mana kalo ga Corona boro2 aku msk dapur hahahahah. Jd rutin minum vitamin dan buah. Aku anggab itu semua sisi positifnya :).

    BalasHapus
  2. Huhu semoga pandemi ini cepat berlalu ya mba. pengen banget beraktivitas kaya biasa. Apalagi bentar lagi puasa, pengen tarawehan euy di masjid

    BalasHapus
  3. Sebenarnya memang virus ini sudah lama ada ya.. tapi memang kabarnya saat ini terus bermutasi dan semoga saja negara kita dan negara didunia lainnya bisa terbebas dari pandemi ini dan kita semua bisa kembali beraktifitas seperti biasanya.. aamiin

    BalasHapus
  4. Idem dengan Fanny.
    Aku sudah mulai "sick of" membicarakan sisi negatif corona.
    Too much, I think!

    Mau mengambil yang positif-positif saja lah.

    Jadi lebih mengerti cara cuci tangan yang seharusnya.

    Bahwa agama itu bukan hanya tentang rutinitas dan tempat ibadah saja
    ... tetapi lebih kepada pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari

    Yang pasti, aku percaya, "... bahwa dalam kesulitan Allah menyertakan juga kemudahan"

    Tinggal bagaimana kita mencari dan menemukan kemudahan itu.
    Sudah menemukan?
    Otw?
    Atau bahkan kelak tidak akan menemukannya sama sekali.
    Alias tidak mendapat hikmah apa pun dari kejadian pandemi corona ini.

    Semoga kita bukan termasuk golongan itu ya.
    Aamiin.


    BalasHapus
  5. Semoga pandemi ini segera berakhir yaa, Mba, agar kita semua bisa beraktivitas seperti biasa lagi :)

    BalasHapus
  6. Baca artikel tentang Corona seperti ini sangat informatif dan edukatif.
    Beda sama baca berita-berita lainnya terutama yang banyak dishare di WAG. Isinya menakutkan semua, tentang jumlah penderita, kematian dan sebagainya.
    Bikin imun menurun deh.

    BalasHapus
  7. Semoga cpt ditemukan obatnya ya. Even ga mungkin sebenernya dlm waktu dekat. Tp berharap bgt spy kita bs aktifitas spt biasa ya mba.

    Rindu ngeliat indahnya Indonesia uhuhuhu.

    BalasHapus
  8. Awalnya kukira nggak bakalan masuk ke Indonesia, nyatanya jadi pandemi
    semoga virus ini lekas hilang, kabarnya korea selatan udah bersih kak

    BalasHapus

Tinggalkan komentar ya, supaya aku bisa mengujungi situs milikmu