5 Kumpulan Dongeng Anak Sebelum Tidur dengan Cerita Menarik

Dongeng Sebelum Tidur
 
Membacakan cerita atau dongeng merupakan salah satu kegiatan yang sangat baik dilakukan oleh orang tua kepada anaknya yang masih kecil. Membacakan anak dongeng sebelum tidur bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan pemahaman kosakata. Membacakan dongeng sebelum tidur juga dapat melatih daya imajinasi, kreativitas, dan daya ingat anak. Selain itu, cerita pengantar tidur seringkali mengandung pesan moral yang dapat mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik.

Dongeng Sebelum Tidur


Dirangkum dari berbagai sumber, Indozone membagikan deretan dongeng sebelum tidur untuk anak yang memiliki cerita yang lucu, romantis, dan juga bermakna:

1. Singa dan Tikus


Di sebuah hutan lebat hiduplah seekor singa, raja hutan yang perkasa dan perkasa. Dia sangat takut pada semua makhluk di hutan.

Suatu hari singa sedang tidur. Secara kebetulan, dia terbangun karena  suara  tikus  bermain di dekatnya. Tikus, menyadari bahwa ia telah membangunkan singa, mencoba melarikan diri. Namun sayang, singa itu langsung menerkamnya. "Berani-beraninya kau mengganggu tidurku!" bentak singa.

"Ma...Ma...Maafkan aku, Tuan. Saya tidak bermaksud demikian. Saya tersesat dan tidak sengaja masuk ke dalam sini. Tolong maafkan aku, Tuan," harap tikus seraya ketakutan.

"Diam! Apa kau berfikir aku akan memaafkanmu begitu saja? Aku menjadikanmu sebagai makan malamku! Hahaha," ucap singa.

“Saya mohon, Tuan! Saya berjanji akan membantu Anda jika Anda melepaskan saya. Bagaimanapun, tubuh kecil saya tidak akan menyenangkan Anda,” jawab tikus.

"Bagaimana kamu bisa membantuku dengan tubuh kecilmu. Tapi tidak apa-apa, aku akan melepaskanmu karena aku tidak akan kenyang," kata singa.

Tikus bersyukur karena telah dilepaskan oleh Singa. Dia bergegas pergi dan berjanji tidak akan pernah kembali ke daerah itu. Beberapa hari kemudian, singa itu berjalan di hutan. Namun tiba-tiba kakinya tersandung tali dan tubuhnya tersangkut di jaring jebakan.

"Seseorang, tolong aku! Bebaskan aku dari tali jebakan ini!" teriak singa. Seluruh hutan, termasuk tikus, mendengar auman singa. Tikus segera berlari untuk membantu singa.

Setibanya di sana, tikus-tikus itu langsung menggigit jebakan dan satu per satu talinya mulai putus. Singa itu akhirnya dibebaskan dari jebakan. "Terima kasih telah membantuku, tersenyumlah. Kamu benar, tubuhmu kecil, tetapi kamu bisa menyelamatkanku," kata singa.

“Baiklah, Tuan. Sudah menjadi kewajiban saya untuk berterima kasih karena telah membebaskan saya,” jawab tikus. Setelah kejadian ini, singa dan tikus menjadi teman baik.  Raja hutan sekarang bersahabat dengan semua binatang di hutan.

Cerita pengantar tidur berjudul Singa dan Tikus mengandung pesan moral bahwa kita tidak boleh meremehkan dan memandang rendah orang lain. Karena bisa saja kita membutuhkan bantuan dari orang lain pada saat yang tidak terduga.

2. Kelinci dan Kura-Kura


Di sebuah hutan, hiduplah seekor kelinci sombong karena bisa berlari paling cepat dibandingkan hewan-hewan lainnya. Suatu hari, di hutan sedang diadakan pertandingan lari untuk para hewan. Tentu saja, kelinci mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tersebut.

Ternyata, kelinci akan lomba lari melawan seekor kura-kura yang berjalan sangat lambat. Kelinci pun menertawakan kura-kura, karena ia sangat yakin kura-kura akan kalah dan ia akan memenangkan perlombaan itu.

Pertandingan akhirnya dimulai. Kelinci berlari begitu cepat dan menghilang dari pandangan. Sedangkan kura-kura berjalan ke depan sambil menatap lurus ke jalan.

Kelinci yang berlari akhirnya mencapai garis finis. Dia melihat ke belakang, kura-kura itu masih mengikuti. "Kura-kura sangatlah lambat. Aku di depan, dia masih jauh di belakang. Lebih baik aku istirahat di bawah pohon itu sebentar," katanya.

Kelinci pun tidur dengan nyenyak. Tanpa disadari, beberapa menit kemudian, kura-kura tiba di depan kelinci. Kura-kura terus menyalipnya hingga mencapai garis finis. Ketika dia bangun, kelinci terkejut melihat kura-kura mencapai garis finis. Kura-kura pun menjadi pemenang lomba dengan mengalahkan kelinci yang tidur di bawah pohon.

Kelinci dan Kura-kura adalah cerita anak-anak yang mengajarkan kita untuk tidak berperilaku sombong. Karena kesombongan akan membawa kita pada hal-hal yang buruk dan menghancurkan diri kita sendiri.

3. Kancil dan Buaya


Suatu hari, seekor Kancil yang cerdik sedang berjalan menyusuri hutan untuk menghirup udara segar. Setelah berkeliling, ia pun merasa lapar dan perutnya keroncongan. Si kancil pun ingin menikmati mentimun yang letaknya berada di seberang sungai.

Saat hendak menyeberang sungai, tiba-tiba terdengar suara kecipak dari dalam sungai. Ternyata sungai itu penuh dengan buaya. Kancil berusaha menyeberangi sungai dengan aman, tidak dimakan buaya. Dia mendekati buaya. "Hei buaya, aku punya banyak daging segar, apakah kamu sudah makan?" Kancil pura-pura bertanya.

"Benarkah? Aku dan teman-temanku belum makan siang. Ikan-ikan itu pergi ke suatu tempat, jadi kami tidak punya cukup makanan,” kata buaya.

"Sekarang panggil teman-temanmu dan antri, biar aku hitung jumlahmu untuk membagi daging secara merata," kata Kancil polos.

Tepat setelah itu, buaya lain muncul secara bersamaan. Mereka berbaris  rapi di sungai. Kancil kemudian melompat ke punggung buaya sambil menghitung, "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan." bahkan berkata, "Di mana daging segar untuk makan siang kita?"

Kancil langsung tertawa, “Bodoh, bukankah ada sepotong daging di tanganku? Sebenarnya aku hanya membutuhkan jembatan untuk menyebrangi sungai ini, dan kalianlah yang kujadikan jembatan." Si kancil lalu segera pergi mencari mentimun, meninggalkan kawanan buaya yang marah karena ditipu olehnya.

Cerita dongeng sebelum tidur ini mengajarkan kita agar terus meningkatkan pengetahuan, supaya kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan.

4. Angsa Bertelur Emas


Di sebuah desa yang damai hiduplah seorang petani. Suatu hari, dia menemukan seekor angsa dan memutuskan untuk memeliharanya. Keesokan harinya, petani itu terkejut melihat angsa yang dibesarkannya menghasilkan telur berwarna emas. Untuk memastikan kemurnian emas, petani segera membawa telur ke penjual emas di pasar.

Sesampainya di pasar, saudagar emas mengetahui keaslian telur emas tersebut dan berniat membelinya dengan harga tinggi. Sejak saat itu, angsa ajaib tersebut terus menerus menelurkan telur emas. Petani pun hidup nyaman dan berkecukupan.

Namun, petani tak pernah puas. Ia ingin menjual telur emas lebih banyak agar ia cepat kaya raya. Hingga suatu hari ia menemukan sebuah ide. "Aku akan menyembelih angsa itu untuk mengeluarkan semua telur emas yang ada di perutnya," ucapnya.

Ia pun membelah perut angsa tersebut. Akan tetapi, bukan telur emas yang ditemukannya, melainkan daging dan darah. Petani ini sangat menyesal atas perbuatannya. Kini, angsa itu telah mati. Tidak ada lagi telur emas yang diperoleh petani untuk menopang kehidupannya.

Cerita dongeng sebelum tidur ini mengajarkan kita agar tidak menjadi orang yang serakah dan selalu bersyukur atas apa yang telah diperoleh.

5. Cinderella


Alkisah, hiduplah seorang anak perempuan yang cantik dan baik hatinya bernama Cinderella. Sejak tinggal bersama ibu tiri dan kedua kakak tirinya, Cinderella diperlakukan tidak baik dan diberikan tugas rumah yang sangat banyak. Sedangkan ibu tiri dan kedua kakak tirinya hanya bersantai, sambil menyuruh Cinderella membersihkan rumah.

Suatu hari, pangeran di negeri tempat mereka tinggal, menggelar sebuah pesta untuk mencari seorang istri. Semua wanita di negeri tersebut diundang, termasuk Cinderella dan kedua kakak tirinya. Sayangnya, Cinderella tidak dibolehkan ikut oleh ibu tirinya.

Hari yang dinanti pun tiba. Kedua kakak tiri Cinderella berdandan secantik-cantiknya dan mengenakan gaun yang sangat bagus. Tak lama, mereka semua pun berangkat ke istana, meninggalkan Cinderella yang hanya bisa menangis di kamarnya. "Aku ingin ke istana, tetapi aku tidak bisa pergi dengan baju kotor seperti ini," ucapnya lirih.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara, "Cinderella, berhentilah menangis." Suara tersebut berasal dari seorang peri yang menatap Cinderella dan tersenyum ke arahnya.

"Cinderella, aku akan membuatkan gaun mewah dan sepatu kaca untukmu. Pergilah ke istana dan bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal ini," ucap sang peri.

Ternyata tikus-tikus tadi berubah menjadi empat ekor kuda, dan kadal-kadal berubah menjadi dua kusir. Peri pun kembali menyulap sebuah labu kuning menjadi kereta kencana, yang menjadi kendaraan Cinderella menuju istana.

Sebelum pergi, sang peri berpesan, "Cinderella, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam."

Setibanya di istana, semua mata pengunjung tertuju pada Cinderella yang cantik dan anggun. Sang pangeran juga terkagum-kagum menghampiri Cinderella. Ia pun mengajak Cinderella berdansa. Karena bahagia berdansa dengan pangeran, Cinderella lupa pesan sang peri. Jam mulai menujukkan pukul 12 malam, dan lonceng pun berdentang.

"Maaf, Pangeran saya harus segera pulang,” kata Cinderella sambil berlari ke luar istana menuju kereta. Akibat lari terburu-buru, sepatu kaca Cinderella terlepas dari kakinya. Sepatu itulah yang ditemukan pangeran di halaman istananya. Pangeran yang telah jatuh cinta pada Cinderella, meminta para pengawal mencari Cinderella ke seluruh pelosok negeri.

Semua gadis diminta mencoba sepatu kaca tersebut untuk mencocokkannya dengan kaki mereka. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderella. "Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini,” kata para pengawal.

Kedua kakak tiri Cinderella pun mencoba sepatu tersebut, akan tetapi sepatu itu terlalu kecil di kaki mereka. Pengawal yang melihat Cinderella, memintanya menjulurkan kaki untuk mencoba sepatu tersebut. Ternyata, sepatu tersebut sangat pas di kaki Cinderella. Akhirnya Cinderella menikah dengan pangeran. Mereka pun tinggal di istana dan hidup bahagia.

Dongeng anak sebelum tidur ini mengandung pesan moral agar kita selalu bersabar saat menghadapi cobaan dan jangan berputus asa.

Alkisah ada seorang gadis cantik dan baik hati bernama Cinderella. Sejak tinggal bersama ibu tirinya dan dua bibi tirinya, Cinderella telah dilecehkan dan diberi banyak pekerjaan rumah. Sementara ibu tirinya dan dua saudara tirinya hanya bersantai, sambil menyuruh Cinderella untuk membersihkan rumah.

Suatu hari, pangeran di negara tempat mereka tinggal, mengadakan pesta untuk mencari pengantin wanita. Semua wanita di negara itu diundang, termasuk Cinderella dan dua anak tirinya. Sayangnya, Cinderella tidak diizinkan pergi ke ibu tirinya.

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Dua saudara tiri Cinderella berpakaian sebaik mungkin dan dalam gaun yang sangat indah. Tak lama, mereka semua tiba di istana, meninggalkan Cinderella menangis di kamarnya. "Aku ingin masuk istana, tapi aku tidak bisa keluar dengan pakaian kotor seperti ini," katanya lembut.

Tiba-tiba sebuah suara berkata: "Cinderella, berhentilah menangis." Suara itu datang dari sosok peri yang melihat Cinderella dan tersenyum padanya.

"Cinderella, aku akan membuatkanmu kostum dan sepasang sandal kaca. Pergi ke istana dan bawa empat tikus dan dua kadal ini," kata peri.

Tikus berubah menjadi empat kuda, kadal berubah menjadi dua kusir. Peri memasukkan labu itu lagi ke dalam kereta emas, yang menjadi kendaraan untuk Cinderella pergi menuju istana.

Sebelum pergi, peri berkata: "Cinderella, efek mantra ini akan hilang setelah bel jam 12 malam berbunyi. Jadi kembalilah sebelum tengah malam."

Sesampainya di istana, semua mata pengunjung tertuju pada Cinderella yang cantik dan anggun. Pangeran juga terkejut saat mendekati Cinderella. Dia juga mengajak Cinderella untuk menari. Karena saat menari bahagia dengan pangeran, Cinderella melupakan pesan dari peri. Jam mulai menunjukkan pukul 12 malam dan bel berbunyi.

"Maaf, Pangeran, saya harus pulang lebih awal," kata Cinderella sambil berlari keluar istana menuju mobil. Setelah berlari cepat, sepatu kaca Cinderella terlepas dari kakinya. Sepatu ini ditemukan oleh pangeran di halaman istananya.

Semua gadis diundang untuk mencoba sepatu kaca yang serasi dengan kaki mereka. Hingga akhirnya para penjaga tiba di rumah Cinderella. "Kami mencari seorang gadis yang kakinya cocok untuk sandal kaca ini," kata penjaga itu. Kedua putri tiri Cinderella juga mencoba sepatu itu, tetapi sepatu itu terlalu kecil untuk kaki mereka. Mereka melihat Cinderella, memintanya untuk berdiri di atas kakinya sendiri untuk mencoba sepatu. Rupanya, sepatu ini sangat pas dengan kaki Cinderella. Akhirnya Cinderella menikah dengan pangeran. Mereka juga tinggal di istana dan hidup bahagia.

Cerita pengantar tidur anak mengandung pesan moral agar kita selalu sabar menghadapi tantangan dan pantang menyerah.

Berikut adalah kumpulan dongeng untuk anak-anak dengan cerita  lucu, romantis dan bermakna. Selamat malam, semoga mimpi indah!
 

Add Comments

Tinggalkan komentar ya, supaya aku bisa mengujungi situs milikmu. Diharapkan jangan menyimpan link hidup di kolom komentar karena otomatis akan dihapus. Terima kasih :)
EmoticonEmoticon