13 Jun 2017
Bandung Itu Kota ...

Bandung Itu Kota ...

Setelah pekan lalu kebagian libur, rasanya pekan ini pun pengin libur aja *eh. Karena lagi gelisah menunggu e-mail pengumuman. Eh, tapi udah nggak gelisah lagi, karena e-mailnya yang ditunggu udah ada. Efeknya bahagia plus deg-degan, semoga aja besok koneksi internet baik-baik aja dan nggak mati listrik kayak sekarang. Doain ya, besok mau ujian online *ting. #curhatanterselubung.


Tema pekan 23 ini, membahas soal branding kotaku. Ahelah, aku  tinggal di kabupaten sih bukan kota. Tapi, dulunya Bandung itu satu kabupaten aja, baru di tahun 1800 an ada kotanya. Nah, dari dulu Bandung sudah terkenal dengan sebutan kota kembang dan Paris Van Java. Kenapa kota kembang? karena dulunya Bandung adalah kota yang dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Sekarang pun tetap cantik kok dengan adanya taman-taman kota yang kembali terawat. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya yang mirip kota Paris di Prancis

Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga menjadi kota wisata kuliner. Dari beberapa artikel yang kutemukan melalui mesin telusur, Bandung juga disebut sebagai City of Heritage dan Kota Pramuka. Tuh, banyak ya sebutan untuk kota Bandung ini.

Dok Pribadi - 2015
Yang paling diingat dari kota Bandung, yang pasti ada Gedung Merdeka dan Museum Konferensi Asia Afrika, Gedung Sate, Alun-alun kotanya yang enak buat nongkrong dan foto-foto, Ditambah sekarang banyak tempat wisata yang kece-kece.

Gedung Sate - Dok. Pribadi - 2012
Nah, nah, itu kota Bandung ya, kalau aku mah tinggalnya di Nagreg, kabupaten Bandung yang ibukota kabupatennya ada di Soreang nun jauh di sana. Kenapa aku bilang jauh? karena dari Nagreg ke Soreang butuh waktu yang lama dan ongkos yang lumayan (kalau nggak pake kendaraan pribadi). Kabupaten Bandung sendiri punya tempat wisata yang udah terkenal di hati para wisatawan, di antaranya Kawah Putih, Situ Patenggang, Glamping Lakeside Rancabali, Taman Love dan masih banyak lagi sih. Silahkan cari di mesin telusuratau instagram ya.

Sumber informasi :
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung
30 May 2017
Selalu Ada Munggahan di Setiap Tahunnya

Selalu Ada Munggahan di Setiap Tahunnya

Hallo, mepet banget ini membuat blogspotnya, beberapa jam menjelang deadline dan beberapa menit menjelang bedug magrib. Pekan 21 ternyata temanya tentang tradisi puasa di kotaku. Tapi aku mah bukan orang kota, aku mah orang kabupaten, udah gitu kecamatannya yang paling ujung #apainimalahcurhat #okesekip.

Dok. Pribadi
Di tanah sunda, termasuk Bandung dan sekitarnya, ada yang namanya tradisi munggahan sebelum puasa. Munggahan itu berasal dari kata munggah = naik, yang maknanya peningkatan atau perubahan. Dengan kata lain, udah siap secara lahir batin untuk memasuki bulan ramadhan alias bulan puasa. Munggahan dilakukan beberapa hari menjelang puasa atau sehari sebelum puasa.

Dok. Pribadi
Munggahan biasanya diisi dengan kegiatan ziarah (sekaligus bersih-bersih) makam, ataupun makan bersama (botram) sekeluarga besar, atau sama teman-teman. Biasanya juga ada yang botramnya sambil liburan. Ke kebun binatang, kawah, pemandian air panas, kebun teh, dan masih banyak lagi. Dan, kalau di daerah tempat tinggal aku mah, biasanya munggahan teh, sehari sebelum puasa. Jadi, selain makan rame-rame, masaknya juga rame-rame. Pasar juga jadi rame banget saat munggahan.

Tapi tergantung daerahnya juga sih, terkadang ada kegiatan unik lainnya saat munggahan. Seperti tahun ini, misalnya. Di Cileunyi ada permainan sepak bola api, terus di Sekeloa Atas ada pagelaran Seni Sunda Giri Karta 05. Pengin tahu kegiatan lengkapnya. Nanti kutulis linknya di bawah ya.

Nah, kalau di kotamu ada tradisi apa menjelang puasa atau saat puasa? Share yuk di kolom komentar.

Sumber informasi :
1. prfmnews.com
2. infobandung.co.id
3. http://m.ayobandung.com/read/20170526/70/19993/
4. republika.co.id
3 Apr 2017
Prediksi Tren Blogger Indonesia 2017

Prediksi Tren Blogger Indonesia 2017


Tahukah kamu, tema pekan ini itu adalah tema pekan pertama tahun lalu yang sukses membuatku pengin duduk dipojokan dan lambaikan tangan ke kamera. Berat rasanya kalau disuruh memprediksi #jurusseribualasankeluarlagi. Eh iya, di paragraf pembukaan tema pekan ini, penyelenggara LBI 2017 nyuruh liat prediksi tahun lalu meleset atau ngga. Jawabannya nggak terlalu meleset #pedeamatya. Tahun lalu, aku memprediksi kalau beauty blogger, book blogger sama parenting blogger bakal ngetren. Dan menurut hasil pengamatanku yang nggak teliti-teliti amat #ehapasih. Beauty blogger sama book blogger beneran ngetren #bolehsorakinkalausalah.

Terus kalau prediksi tahun ini, yang bakal ngetren menurut aku apa ya? Hmm, menurutku prediksi tren Blogger tahun ini nggak beda jauh dari tahun lalu, yang bakal ngetren tahun ini adalah Book Blogger, Beauty Blogger, Travel Blogger and Techno Blogger. Alasannya? 

#BookBlogger
Kenapa aku memprediksi Book Blogger aka Bloger Buku bakal ngetren lagi tahun ini. Karena timeline twitter sama instagram penuh oleh postingan blog tour novel dan buku-buku baru di akunnya para Bloger Buku juga akun penerbit. Selain itu, nggak cuma blog tour di blognya Bloger Buku yang bersangkutan, sekarang udah banyak banget Bloger Buku yang nyari teman baca saat mereview sebuah novel atau buku bahkan ada yang memberikan kesempatan untuk daftar jadi host blog tour juga. Selain itu banyak banget yang ingin mengajak orang-orang untuk mulai gemar membaca. Dengan begini, otomatis Bloger Buku makin banyak dan bakal ngetren. Bahkan sejak tahun lalu hingga sekarang, salah satu peserta liga blogger tahun lalu udah sering jadi host blog tour lho, iyes ... Umi Marfa

#BeautyBlogger
Why? Sama halnya seperti Bloger Buku, menurutku tahun ini, Beauty Blogger bakal ngetren bahkan semakin hits karena banyaknya brand-brand kecantikan yang mengundang para Beauty Blogger untuk berpartisipasi. Terus nih, dengan banyaknya brand-brand ternama yang memasarkan produknya melalui blog masing-masing Beauty Blogger, makin banyak deh perempuan lain yang hobi make-up kepingin juga jadi Beauty Blogger. Makin banyaklah yang mereview berbagai produk kecantikan di blognya masing-masing. Nggak cuma review, para Beauty Blogger biasanya bikin tutorial make-up yang keren-keren, bikin pangling.

#TravelBlogger
Travel Blogger bakal ngetren karena, karena tahun ini banyak banget lomba blog yang temanya membahas tentang pariwisata dan kawan-kawannya yang berhubungan dengan jalan-jalan, liburan dengan hadiah yang bisa bikin kamu ileran. Selain itu makin banyak orang yang setelah berwisata, membuat blogpost tentang perjalanannya dan segala perintilannya.

#TechnoBlogger
Begini bukan sih nulisnya? #maafkan kalau salah. Kenapa aku memprediksi Techno Blogger ngetren juga tahun ini? Karena eh karena teknologi dan gadget sudah menjadi kebutuhan pokok kan bagi banyak orang, termasuk aku. Selain itu, brand-brand produk teknologi ternama udah banyak yang menggelar acara yang melibatkan blogger. Liat aja tuh review ponsel terbaru yang spesifikasinya bikin ngiler sama laptop gaming yang harganya bikin melongo, karena sama kayak harga mobil.

Ini cuma prediksinya aku lho ya. Aku mah apa atuh, masih awam. Jadi nggak usah terlalu diseriusin ya. Prediksi mah bisa tijalikeuh eh meleset. Apa pun tren blogger tahun ini, aku mah tetep blogger gado-gado. Dan blogpost isinya tjurhatan tentang banyak hal. Sekian dan terima kasih.
28 Mar 2017
Pentingkah Membangun Reputasi Online?

Pentingkah Membangun Reputasi Online?


Halo, halo ... pekan duabelas bentar lagi berakhir nih dan aku bingung mau bahas tema pekan keduabelas ini dimulai dari mana. Sungguh rasanya ingin lambaikan tangan ke kamera. Susah, kayak menjelaskan soal personal branding beberapa pekan lalu. Kalau dirasa-rasa sih semakin ke sini temanya semakin membuatku kesulitan. Maklumin aja ya, aku mah newbie di dunia para blogger. Udah gitu isinya curhat terus. Lha ini juga lagi curhat. Oke-oke mari dimulai dari ...

"Pentingkah membangun reputasi online bagi blogger saat ini?" Eh minta maaf dulu, udah terlanjur biasa pake blogger daripada bloger #oot. Oke, penting nggak ya membangun reputasi online buat blogger sekarang ini? Kalau menurut pendapat aku pribadi sih fifty-fifty. Tergantung bloggernya sendiri.

Kalau ingin serius di dunia para blogger, mendapatkan penghasilan dari ngeblog, ya jadinya penting. Sangat amat penting malah. Iya, supaya brand atau pihak-pihak yang ingin bekerjasama mudah menemukan blogger tersebut. Tentunya berhubungan sama personal branding ya, jadi diusahakan seluruh sosial media yang dimiliki menggunakan nama yang sama. Jadi saat ditelusuri di mesin pencarian, nama blogger terkait mudah ditemukan. Segala tentang kamu dan skill kamu mudah ditemukan.

Dan tentu saja semua sosial media dan situs blog yang dimiliki harus memiliki atau diisi dengan konten-konten yang positif, informatif dan jujur. Dan tentu saja kalau membangun reputasi sebagai seorang blogger harus sering-sering share artikel blognya di sosial media lain juga ya. Selain biar orang lain tahu kamu seorang blogger, bisa jadi menambah pengunjung blog kamu juga lho.

Kalau untung, ruginya membangun reputasi online adalah ... Untungnya tentu saja mendatangkan rejeki ya. Baik itu dari segi pundi-pundi uang, maupun rezeki mendapatkan koneksi pertemanan yang lebih luas. Ruginya, kalau mau mengunggah sesuatu pasti berpikir berulang-ulang. Takutnya orang lain nggak suka. Terus bisa merusak reputasi atau citra yang telah di bangun.
21 Mar 2017
Apa Itu Menulis Kreatif?

Apa Itu Menulis Kreatif?

Tantangan LBI pekan sebelas ini menurutku berat. Berat karena topiknya menulis kreatif dan harus membuat video. Selain kamera ponsel yang kurang mendukung, aku nggak bisa editing video, dan anaknya suka gugup kalau disuruh ngomong lewat video. Tadinya kepikiran membuat video stop motion aja, tapi karena satu dan lain hal, jadinya begini saja. Oh ya, maafkan ekspresi dan nada bicara yang nggak bisa dikondisikan ini karena belasan kali gagal ambil video. Salah sendiri sih nggak ditulis dulu apa yang mau diucapkan.



Menulis. Menurutku semua orang bisa menulis. Tapi ada yang secara spontan, ada juga yang memakai teknik-teknik tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Semacam agar disukai orang lain. Secara spontan itu misalnya ketika update status. Ya, kita hanya sekedar menuliskan apa yang dirasakan saat itu. Terserah orang lain mau suka atau nggak. Seperti aku update blog, isinya cuma curhat seperti ini. Jadi pengunjungnya dikit deh. Kalau yang memakai teknik-teknik itu semacam menulis cerpen, novel, artikel, blogger profesional yang memakai teknik SEO dan lain sebagainya.

Sementara menulis kreatif, nggak semua orang bisa atau mampu melakukannya. Karena menulis kreatif itu butuh imajinasi, daya cipta tinggi dan tentu saja kreatif, berbeda dari yang lain. Bisa mengambil tema yang out of the box. Selain itu, kalaupun mengambil tema yang biasa, yang sudah sering ditulis orang lain. Dia bisa mengolahnya menjadi berbeda, menarik, nggak membosankan dibaca sampai akhir.

Kalau penulis itu macam Raditya Dika. Sebenarnya kan temanya udah biasa, lazim ditulis. Tapi karena bang Radit mampu mengolahnya menjadi unik. Lucu, menghibur tapi ada sisi inspiratifnya. Masih banyak sih penulis lain yang tulisannya kreatif, punya ciri khasnya sendiri.

Maafkan blogpost yang nggak kreatif ini.
14 Mar 2017
Agenda Tahunan dan Event di Bandung 2017

Agenda Tahunan dan Event di Bandung 2017

Bandung terbagi dalam tiga wilayah. Dua kabupaten dan satu kota. Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung. Yang paling terkenal ya kota Bandung dengan walikotanya yang nggak usah disebutin lagi ya. Kalian oge pasti tahu. Tapi di kabupaten Bandung juga ada dua kecamatan yang paling sering masuk tivi. Iyes, Rancaekek dengan banjirnya yang masih terkenal pas musim hujan dan. Nagreg yang terkenal dengan macetnya pas musim liburan panjang sama lebaran. Kalau Bandung Barat punya objek wisata yang udah nggak asing lagi macem Tangkuban Parahu, Kawah Putih dan masih banyak lagi. Tapi yang paling banyak event tahunan dan event lainnya, juga punya sosial media dan official website seputar event itu ... kota Bandung. 

Ya udah, daripada aku terus meracau, mending langsung catat tanggal-tanggal pentingnya nih di Bandung.

Agenda Tahunan Kota Bandung
FEBRUARI
Kirab Budaya Cap Go Meh
Nih aku bagi foto keseruannya, saat Kirab Budaya Cap Go Meh, 18 Februari 2017 kemarin.

Sumber gambar : pikiran-rakyat.com


MARET
Festival Bandung Lautan Api

APRIL
Asian African Carnival
Festival of Nation
Indonesia Hijab Fest
Kegiatan Maglayang Midang

MEI
Kampoeng Jazz
IED Festival (ini sih bulannya ngga tentu ya, tergantung Idul Fitrinya bulan apa. Yang pasti tiap tahun ada di bulan ramadhan, sebelum hari raya idul fitri)

JULI
Pasanggiri Calung Kota Bandung

AGUSTUS
Kekeun
Milangkala Bandung Festival

SEPTEMBER
Bandung Air Show
Bandung Culture Folklore
Pasanggiri Mojang Jajaka Bandung
Festival Film Bandung

OKTOBER
Anugerah Budaya Kota Bandung
Bandung Food Festival
Hajat Lembur/Hajat Bumi
Musca Bandung

NOVEMBER
Bandung Light Festival
Anugerah Pesona Pariwisata
Gebyar Seni Reak

DESEMBER
Bandung Fun Day
New Years Eve

Agenda Tahunan Kabupaten Bandung
Rangkaian acara hari jadi Kabupaten Bandung - April (lahirnya mah 20 April)
Gebyar Wisata Kabupaten Bandung - November

Agenda Tahunan Kabupaten Bandung Barat
Hari jadi kabupaten Bandung Barat - Juni
Festival Perang Tomat - November
Ini dia perang tomat yang digelar tahun kemarin.

Sumber gambar : mediaindonesia.com

Festival Tangkuban Parahu - Mei

EVENT DI BANDUNG TAHUN 2017
Januari, Februari dan awal Maret sudah terlewat, mari dimulai dari Maret pertengahan.

MARET S/D OKTOBER (Sementara)
Bandung Ide Craft 2017
Bandung Explore Wisata 2017
Bandung Indo Pangan Expo 2017
Ketiga event ini berlangsung di tempat yang sama : Landmark Convention Hall, Bandung pada tanggal 19 Maret hingga 21 Mei 2017

Indonesia Marketing and Promotions Summit 2017
23-24 Maret di Savoy Homan Bandung

PKUD Bandung Expo 2017
13-14 April di BTC Fashion Mall, Pasteur Bandung

Baby and Kids DAY OUT
28 April - 01 Mei di Trans Convention Centre - The Trans Luxury Hotel Bandung

Islamic Wedding Festival
05-08 Oktober di Graha Manggala Siliwangi

Lokasi Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat
Kota Bandung : Kantor Pemda, Jl. Ahmad Yani No. 227, Babakan Surabaya, Kiara Condong
Official Website : bandungtourism.com
Twitter : @DISBUDPAR_BDG

Kabupaten Bandung Barat : Jl. Raya Padalarang - Cisarua Km. 2, Kab. Bandung Barat
Twitter : @DisbudparKBB

Lokasi Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung : Jl. Raya Soreang Km 17 (Komplek Pemda Soreang)

Sumber terkait :
bandungtourism.com
pikiran-rakyat.com
haievent.com
suaradesa.com
ekpos.com
jadwalevent.web.id
mediaindonesia.com
7 Mar 2017
Plus Minus Menulis Di Situs Agregator Berita

Plus Minus Menulis Di Situs Agregator Berita


Pekan kesembilan temanya makin uhuy deh. Garuk-garuk pala dari semenjak tema pekan ini diterbitkan. Aku harus mulai dari mana ya, bahas dari segi apanya ya?. Sampai deadline pun tiba. Tapi tema pekan ke sembilan ini bisa jadi jawaban atas segala gundahmu yang sudah mencoba segala cara supaya blognya kebanjiran pengunjung, kemudian mendapatkan tawaran kerjasama dan mendulang rupiah tapi belum berhasil juga. Atau yang baru mau terjun ke dunia blogger tapi udah ngebet kepengin langsung mendulang rupiah tanpa harus memikirkan untuk memonetize blognya yang dianggap musingin blablabla. Termasuk daftar adsense yang gagal terus di review kedua #tjurhatcolongan. Tapi ini juga gak bim salabim jadi apa prok-prok-prok kamu langsung dapat rupiah sih, karena ada prosesnya.

Jadi begini, sekarang ini udah banyak banget agregator berita yang menyediakan platform menulis untuk kamu. Iya, kamu. Tren ini hadir karena generasi milenial. Yang suka baca berita onlen. Dari mulai yang gak dibayar, dibayar 15 ribu-50 ribu per-artikel yang tayang, sampai ada juga yang bayarannya dolar kalau artikel yang kamu buat kebanjiran pengunjung. Pertanyaannya, siapa sih yang akan nolak dikasih duit dari apa yang kamu tulis? Mungkin kalau ada yang nolak, dia udah kebanyakan duit, jadi nggak butuh duit receh #justkidding

Dengan hadirnya platform menulis di situs agregator berita macam UC News, Babe, Nulis, dan lain-lain, ini jadi memudahkan seseorang, apa pun profesinya buat nulis. Buat berbagi kejadian di sekitarnya. Dan tentunya menambah pemasukan uang bulanan. Tapi nggak mudah-mudah amat sih, secara artikel yang ditulis, dari segi judul dan konten haruslah menarik dan memenuhi syarat ini-itu untuk ditayangkan. Sementara kalau di blog, kamu bisa menayangkan artikel kapanpun kamu mau. Harus pintar-pintar memilik topik supaya mendatangkan banyak pengunjung.

Selain itu ya, kalaupun artikel yang kamu tulis jadi terkenal di situs agregator berita, yang terkenalnya kan artikel yang tayang di sana, yang di share juga dari artikel di sana. Sementara blog kamu tetap jalan di tempat dan bisa jadi malah ditelantarkan karena terlalu asyik mendulang rupiah di sana. Karena membuat artikel kemudian ditayangkan dan dibayar itu bikin ketagihan. Kata siapa? Kata aku barusan.

Apa pun itu, keputusan apa pun yang diambil pasti ada sisi negatif, positifnya. Termasuk menulis di situs agregator berita. Di satu sisi kamu mendulang rupiah, di sisi lain kurang berpengaruh sama blog kamu. Tapi ya, kalau bisa dijalankan dua-duanya kenapa nggak. Ya kan? Ngeblog yes, nulis di agregator juga yes.

Kalau aku sendiri tertarik sih sebenarnya untuk mengikuti tren menulis di agregator berita. Tapi, apalah dayaku yang nulisnya masih berantakan, masih ngandelin mood. Nulis artikel yang udah ditentuin tema, rujukan situs, ada deadlinenya, terus harus ditulis dengan gaya santai dan menghibur aja aku mah udah kerepotan #masihprosesbelajar. Apa kabar kalau harus bikin yang menarik dan mengundang ribuan pengunjung.

Untuk sementara aku masih betah ngeblog di sini aja deh, di gemaulani.com. Walaupun nggak mendulang rupiah. Yang penting nulis yes, bisa bahas ini itu tanpa dengan gaya bahasa yang masih, kamu nilai sendiri deh.  Yang penting bisa curhat biar bebas dari stress.

Bagaimana dengan kamu? Tertarik untuk menulis melalui agregator berita kah?
28 Feb 2017
Generasi Milenial, Kamukah Itu?

Generasi Milenial, Kamukah Itu?


Kya, LBI makin keren deh bikin tema tiap pekannya. Makin berat dipundakku #apasih. Yup, pekan ke delapan temanya tentang generasi milenial. Jadi, ada yang sudah tahu tentang generasi milenial. Kamukah generasi milenial itu?

Menurut hasil penelusuran di mbah gugel. Ada beberapa situs di page one yang menerangkan tentang generasi milenial yang lebih dikenal dengan Gen Y. Dari beberapa artikel yang kubaca, entahlah mana yang paling akurat. Soalnya, ada yang bilang generasi milenial aka gen Y ini, generasi yang lahir pada tahun 1980 an sampai awal 2000 an. Ada yang bilang 1980 sampai 1994, 1980 sampai 1997 ada juga yang 1981 sampai 1994. Bingung? Sama! Tapi ya, aku yang 1993 mah berarti masih masuk tuh ke gen Y. Jadi, apa aku benar-benar gen Y? Berdasarkan perasaan sih, aku cuma 50 dari 100 % gen Y. Bentar, aku mau jelasin dulu kenapa di rentang kelahiran tahun segitu disebut generasi Milenial aka gen Y.

Balik lagi ke artikel yang kubaca. Ungkapan gen Y sendiri muncul pertama kalinya di editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993 #barulahirakumah. Generasi ini banyak menggunakan telekomunikasi instan seperti e-mail, sms bang sms siapa ini bang, instant messaging dan media sosial juga game online. Katanya eh katanya, gen Y ini ketergantungan teknologi. Iya gitu, coba kamu cek diri sendiri. Aku sih yes, tapi sedikit #ngeles. Gen Y pun termasuk populasi yang paling tinggi dibanding generasi sebelumnya seperti baby boomer dan x. Mencapai 70 juta jiwa. Gen Y, juga merupakan generasi yang suka coba-coba dan peduli terhadap teknologi terbaru. Iyalah, yang bikin facebook itu juga dari gen Y - Mark Zuckerberg.

Ciri-ciri gen Y lainnya adalah : 
Menomorsatukan pendidikan. 
Banyak yang mengejar gelar dan pendidikan tinggi. Menurut survey, kalau di tahun 1979, dapat gelar sarjana udah cukup. Nah kalau gen Y, dia terus kepingin belajar-belajar dan meraih pendidikan setinggi mungkin, S2, S3. Berarti aku emang setengah milenial. Niat mau sampai S1 aja kalau Tuhan mengijinkan.

Tak bisa jauh dari sosial media, dan melakukan personal branding.
Aku tak bisa  hidup tanpa handphone, hidup tanpa twitter dan dirimu dan dirimu  Gen Y aka generasi milenial gak bisa jauh-jauh dari sosial media. Segala kegiatan sehari-harinya di unggah ke sosial media dan harus sesempurna mungkin untuk mengundang like, komentar dan share. Semacam memperkenalkan diri, ini loh aku, ini loh kegiatanku, aku punya ini, punya itu banyak sekali. Gak pa-pa sih ya kalau positif macem tutorial a,b,c,d ... z. Terus bakal down kalau ada yang komentar negatif dan kebanjiran haters. Aku, aku sih udah gak rajin post di sosmed, kalau di blog baru deh iya #ngeleslagi. 

Suka belanja online, ada juga yang jadi digital entrepreneur. Terus lebih suka bayar pake kartu-kartuan daripada bawa uang cash.
Ngahaha, siapa sih yang gak suka sama kemudahan nyang satu ini. Tinggal klik-klik-klik, bayar. Barang datang ke rumah. Walau kadang ada onlen sop yang barangnya beda antara gambar sama realita. Kalau kartu-kartuan mah aku gak punya, punyanya uang receh, serebuan lima lembar #efekfeebelumcair. Aku baru mulai tuh usaha online, jualan bunga-bungaan kertas. Kamu gak mau beli gitu? Cek IG @handmade.gemaulani gih #promosi Lol.

Liburan adalah kebutuhan utama.
Hayo yang suka nulis status kurang piknik, butuh piknik atau yang jalan-jalan terus. Fix kamu generasi milenial kekinian. Dan aku bukan bagian dari ini #piknikbisadihitungpakejari.

Suka beli lagu di Itunes, Joox, Spotify, Netflix dan lainnya. Aku nggak, nggak mampu beli ngahaha. Dengerin radio aja deh #melipir.

Lebih memilih ponsel daripada TV. 
Nah ini sih 50:50 buat aku ya. Kadang butuh tv juga. Da streaming wae mah kuota wassalam. Tapi emang intensitas nyari berita lebih banyak di ponsel ketimbang tv sih kalau sekarang.

Tak segan memberikan review buruk terhadap suatu produk.
Generasi yang jujur apa adanya gitu, ya? Hwa, aku sendiri masih atut sih kalau ngasih review buruk secara gamblang. Paling ya, bahasanya diperhalus. Macem, saya kurang cocok dengan produk ini.

Tunggu sukses baru menikah.
Katanya, generasi milenial baru akan menikah setelah dia mapan. Nyatanya kalau dilihat berdasarkan tahun kelahiran sih, nggak begitu ya. Banyak kan-kan-kan yang nikah muda. Kalau aku sendiri belum nikah karena, emang belum mau nikah, belum siap, belum ada jodohnya pula #siapayangnanya.

Lebih terbuka soal pandangan politik.
Aku gak ikutan ya-ya-ya #ngeleslagidanlagi. Dan masih banyak lagi ciri lainnya. Bacalah sendiri di sumber terkait. Nanti kutulis di bawah.

Nah, gimana. Masukah kamu ke dalam generasi Y sebagai generasi milenial? Kalau aku ya tadi itu, cuma setengah. Karena aku idem sama blogpostnya mba Ririe kalau gak salah kemaren ngintip tapi belum komentar #maafinya. Generasi milenial bukan menurut tahun kelahiran atau dia generasi apa tapi milenial itu jadi gaya hidup. Jadi gak menutup kemungkinan dong kalau yang berada dalam rentang generasi x juga bisa disebut generasi milenial juga kalau kesehariannya seperti di atas.Oh ya, setelah generasi Y, ada generasi Z yang rentang kelahirannya singkat banget dan yang paling baru generasi alpha aka gen A. Gen A dikabarkan bakal jadi generasi yang pinter-pinter karena emak sama bapaknya generasi Y sama Z.

Jadi blogger harus berbuat apa untuk mengundang pembaca dari generasi milenial? Lha yang jadi blogger kebanyakan generasi milenial kok. Liat aja, pada melek teknologi, up to date, bikin blogpostnya yang enak dibaca dan informatif, ditunjang desain grafis, gambar-gambar hasil jepretan yang kece, terus vlog. Intinya sih memperbaiki kualitas diri dan blognya, bahas informasi yang up to date atau yang lagi viral, tapi jangan yang SARA atau merugikan orang lain ya. Viral sih viral tapi .... 

Kalau aku? Aku yang setengah milenial mah ya ngeblog, ngeblog suka-suka aja. Ada yang baca syukur, gak ada ya udah. Kan udah dikasih deskripsi tuh di header. Blog ini tempat curhat di tengah kehidupan yang membosankan dan penuh gelombang.

Kalau kamu, coba dilihat. Generasi milenialkah kamu? Kamukah itu? Iya kamu.

Sumber terkait :
hitsss.com
brilio.com
4muda.com
liputan6.com
21 Feb 2017
Membahas Tentang Wisata Halal

Membahas Tentang Wisata Halal

Sumber gambar : www.bandungbisnis.com

Tema pekan ketujuh ini sebenarnya menarik. Tapi, termasuk susah ya buat aku pribadi. Hiya, anaknya kan jarang wisata. Paling wisatanya di pulau kapuk aka bantal. Mana ini yang dibahas soal wisata halal pula. Tapi dicobain dulu aja lha ya. 

Menurut beberapa referensi website yang aku baca. Wisata halal itu bagian dari industri wisata yang ditujukan untuk wisatawan muslim. Jadi pelayanan wisatawannya merujuk pada aturan-aturan islam.

Contohnya hotel yang tidak menyediakan makanan ataupun minuman beralkohol. Terus pelayanan spa sama kolam renangnya terpisah antara laki-laki dan perempuan. Selain hotel, transportasi juga harus memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim untuk melaksanakan ibadah selama perjalanan. Dari mulai pengumuman memasuki waktu sholat dan juga tempat melaksanakan sholatnya.

Indonesia sendiri berpotensi jadi pusat destinasi wisata halal dunia lho. Mengingat banyak destinasi wisata yang bisa dirancang untuk menjadi bagian dari wisata halal. Apalagi tahun lalu, wisata halal dari negeri ini berhasil meraih 12 penghargaan dari total 16 kategori di ajang World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Salah satunya penghargaan sebagai World's Most Luxurious Family Friendly Hotel yang diraih oleh The Trans Luxury Hotel Bandung.

Penghargaan destinasi wisata halal terbaik dunia, memang milik Sumatera Barat. Tapi Jawa Barat juga punya potensi wisata halal yang besar. Bahkan konsep wisata halal sudah mulai dikembangkan di beberapa tempat wisata andalan, seperti pantai Pangandaran, Pelabuhan Ratu, Ciater, Kawah Putih, dan masih banyak lagi.

Ibu kota Jawa Barat sendiri alias Bandung pun mempunyai potensi besar soal wisata halal. Bahkan berdasarkan penelitian, ada 21 destinasi pariwisata halal di Bandung. Posisi pertama di Bandung Utara, di mana terdapat pesantren Daarut Tauhid yang dinilai cocok sebagai area edukasi halal. Kemudian di Buahbatu ada ISBI. Posisi ketiganya di Gatot Subroto, tepatnya Trans Studio Mall sebagai area rekreasi halal.

Ada salah satu wisata halal yang menurutku unik lho di Bandung. Namanya Kampoeng Bakery yang dikenal dengan singkatan KamBek. Kampoeng Bakery hadir dengan aneka roti halal dan berkualitas dengan produk-produk unggulan seperti, Breadboy, Miss Donuts, Bolen KamBeK, Brownies KamBeK, Bolu KamBeK dan semua jenis “Roti Pakai Hati” yang menjadi ciri khas Kampoeng Bakery. Keseluruhan proses produksi di Kampoeng Bakery, mulai dari pemilihan bahan makanan dan pengolahannya dijamin halal. Outlet pertama Kampoeng Bakery dibuka untuk pertama kalinya pada (13/02/2016) yang bertempat di Kampoeng Bakery Pasteur, Istana Pasteur Regency CRA 51, Jalan Gunung Batu, Bandung.

KamBek ini punyany Elfood, brand baru dari Elgroup di bidang Food dan Beverage Muslim. Yuk atuh cobain wisata halal di Bandung. Akunya sendiri malah belum wisata di Bandung #dikeplakteplon.

Sumber terkait :
https://studipariwisata.com/referensi/pariwisata-halal/
https://m.tempo.co/read/news/2016/12/08/090826568/indonesia-sapu-bersih-12-penghargaan-wisata-halal-dunia
reyginawisataindonesia.blogspot.com
http://www.haniwidiatmoko.com/destinasi-wisata-halal-kota-bandung/
http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/08/19/1234/kampoeng-bakery-daya-tarik-baru-wisata-halal-bandung.html
7 Feb 2017
Empat Dari Duabelas

Empat Dari Duabelas

Setelah hampir empat bulanan bertahan ngeblog via ponsel, akhirnya di pekan kelima LBI 2017 ini membuatku ngeblog lagi pake netbook. Iyalah, soalnya mau lihat tampilan blog peserta lain kalau via layar komputer gimana. Di ponsel kan beda. Total pesertanya 13 orang (termasuk aku) tapi blog yang sering aku kunjungin masih itu-itu aja. Sekarang pun yang masih dibahas mau yang itu-itu aja #apasih. Maklumin aja ya, anaknya pemalu. Mau namu ke blog yang lain masih malu-malu. Paling ya gitu, dibaca tanpa ninggalin jejak. 

Beberapa blog peserta LBI yang aku kunjungi punya ciri khasnya masing-masing. Artikelnya pun kece-kece, kadang suka bikin aku minder terus pengen diem dipojokan. Terus mengulang pertanyaan 'kapan aku bisa kece kayak mereka?' kayak mantra sihir. Terus kagum juga, soalnya selain jadi blogger, mereka punya aktivitas lain yang nggak kalah sibuknya. Tapi masih bisa bagi waktu buat ngeblog. Lha aku yang pura-pura sibuk malah males-malesan #dikeplakteplonemak. Tuh kan malah tjurhat, udah ya, sekip ... sekip ...

Mari aku mulai dari blog mba Elisa. Pasti udah banyak yang kenal deh sama lifestyle blogger Lamongan yang satu ini, salah satu member dari Blogger Perempuan dan Kumpulan Emak Blogger. Alamat blognya : elisa-blog.com.



Tampilan blognya mba Elisa ini simpel, hitam putih. Dan headernya juga sama kayak aku. Cuma nama blog sama sedikit deskripsi. Sidebar untuk gadget tambahan ada di bagian bawah semua. Tapi masih ada yang tumpang tindih. Di ponsel aku nggak terlalu merhatiin sih, tapi kalau bukan karena tema pekan ini pun kayaknya nggak merhatiin tampilan, soalnya lebih fokus ke artikelnya mba Elisa yang informatif. Kadang-kadang suka ada kutipan-kutipannya gitu. Terus uniknya suka pake tanda tangan digital. Dibaca via ponsel pun nyaman, tapi pas kutipan, jadi memanjang ke bawah. Mungkin bisa disetting lagi tampilan mobilenya :)


Beralih ke blognya mas Jerry Han : movielitas.com. Yup, sesuai nama blognya, bahasnya soal perfilman. Uniknya, hingga pekan keempat, diberi tema apa pun pasti disambungkan dengan sebuah film. Tampilan blognya simpel. Sidebar hanya berisi label dan arsip blog. Mau dibuka via komputer atau pun ponsel, nggak masalah. Enak bacanya. Mungkin bisa ditambahkan tentang empunya blog dan postingan terpopuler :)

Yang ketiga, aku pilih blognya : afriantipratiwi.com. Seorang mahasiswi dari Purwokerto yang senang menulis cerpen dan puisi. Puisinya kece-kece lho. Terus di setiap artikelnya suka dicantumkan titimangsa plus sehabis ngapain nulisnya. Unik ya. Tampilan blognya sederhana dan rapi. Mungkin dibagian sidebar, letak follow blognya bisa ditukar sama follow lewat G+. Sama kalau dibuka via ponsel , kalau mau komentar harus view web version dulu, nggak bisa langsung :)

 


Terakhir, aku pilih blognya mba Ririe Khayan. Juara LBI musim ke-4/2016. Alamat blognya : ririekhayan.com. Mba Ririe yang berdomisili di Yogyakarta (Aslinya Lamongan *sama kayak mba Elisa nih) ini working mom yang banyak prestasinya, sering juara. Buku antologinya pun lumayan banyak. Ciri khas dari artikelnya mba Ririe menurutku, kalau membahas sesuatu suka detail, tapi nggak bosenin. Tampilan blognya sederhana, simpel. Tapi kalau diakses via ponsel, semua artikel di halaman home nggak ada read morenya, jadi langsung ke baca semua. Terus, kalau mau lihat yang sudah komentar. Aku mesti centang dulu *minta tampilan situs desktop di browserku.


Nah, cuma itu yang bisa aku sampaikan. Mohon maaf apabila banyak sekali kekurangan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan.
31 Jan 2017
Salah Satu Startup Asal Bandung | Kakatu

Salah Satu Startup Asal Bandung | Kakatu


Beberapa tahun belakangan ini, bisnis startup di Indonesia mengalami peningkatan. Banyak startup-startup baru yang bermunculan setiap tahunnya. Mulai dari e-commerce, jasa angkutan, game, portal berita sampai aplikasi edukasi. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang paling diminati user. Buat aku pribadi, kehadiran startup yang makin beragam dan user friendly di Indonesia sekarang ini, sangat membantu bahkan memudahkan aktivitas sehari-hari.

Ya, salah satu startup e-commerce favoritku dengan model bisnis marketplace (Tokopedia), memudahkanku untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan tanpa perlu keluar rumah. Tanpa perlu takut ditipu online shop abal-abal. Belum lagi jasa ojek online dan taksi online yang siap 24 jam buat nganter ke tempat tujuan, membuatku nggak pusing lagi kalau dikejar waktu ataupun nggak tau persis tempat yang mau dituju. Atau pengen belajar sama tenaga pendidik yang berkualitas, bisa langsung komunikasi dan foto soalnya di aplikasi ruangguru.

Menurutku, stratup di Indonesia akan semakin berkembang dan bermunculan setiap tahunannya seiring perkembangan teknologi informasi dan pembangunan smart city. Di Bandung sendiri ada banyak startup yang bermunculan. Beberapa di antaranya adalah alumni dari Bandung Digital Valley (BDV).

Bandung Digital Valley (BDV) merupakan salah satu tempat inkubasi dan co-working space untuk publik terpopuler di Indonesia yang biasa dihuni oleh para pelaku startup dan pekerja kreatif lainnya. Para peserta yang terjaring dalam seleksi Indigo Incubator setiap tahunnya (angkatan pertama dimulai tahun 2014) akan menghuni BDV selama kurang lebih tujuh bulan.

BDV ini lokasinya ada di lantai empat gedung R & D Centre Telkom Indonesia di jl. Gegerkalong Hilir No.47, Sukarasa, Sukasari, Bandung, Jawa Barat. Nggak jauh lah dari lampu merah gegerkalong. Buat yang mau kepo-kepo lebih lanjut, nanti official websitenya aku tulis di bawah ya.


Sebagai calon emak di masa depan kelak, #yaelahnikahajabelum #yaelahcalonnyaajabelumada eh malah tjurhat #sekip, dan setelah searching-searching startup asal Bandung yang jumlahnya buanyak. Aku akhirnya memutuskan, startup asal Bandung yang paling menarik perhatianku adalah Kakatu. Kakatu ini salah satu startup alumni BDV - peserta Indigo Incubator tahun 2014. Kakatu ini membuat aplikasi parental kontrol khusus android. Aplikasi ini ditujukan untuk menyeleksi, membatasi dan mengawasi aplikasi yang diakses oleh buah hati. Foundernya itu Robi Tanzil Ganefi, lulusan UNIKOM Bandung.


Jadi para emak dan abah sekalian bisa memilih aplikasi apa saja yang boleh diakses oleh buah hati, terus mengatur waktu berapa lama boleh diaksesnya. Setelah waktu habis aplikasi yang sedang diakses tersebut akan tertutup dengan sendirinya. Dalam aplikasi ini adalah pilihan usia anak, 3 , 7 ,12 . Cara daftarnya mudah kok. Tapi tetep aja ya, emak sama abah harus lebih pinter soal teknologi dibanding anaknya. Biar tahu aplikasi mana yang cocok atau nggak sama buah hatinya. Tapi aplikasi ini juga bisa memilah mana yang cocok buat anak mana yang nggak. Ngebantu ya buat jagain anak dari aplikasi-aplikasi yang mengandung konten berbahaya.

Tapinya, untuk bisa mengakses semua fitur yang ada di Kakatu ini, emak dan abah harus berlangganan layanan premium dengan harga yang terjangkau. Untuk 30 hari cuma 15.000 kok, beda sedikit lah ya sama langganan karaoke #gagalfokus. Tenang, Kakatu juga ngasih layanan premium secara gratis selama 14 hari. Jadi bisa dicobain dulu di gadget anak. Kalau cocok, kan bisa tuh langganan nantinya. Ada pilihan bahasanya juga lho, ada bahasa Indonesia, Melayu dan Inggris.

Sumber terkait :
- http://id.techinasia.com
- http://telkom.co.id
- http://bandungdigitalvalley.com
- http://kakatu.web.id
24 Jan 2017
Who am I - Personal Branding - gemaulani

Who am I - Personal Branding - gemaulani

who am i adalah bahasan mengenai personal branding oleh gemaulani

Jangan salah paham dulu ya. Di sini aku bukan mau bahas soal salah satu filmnya Jackie Chan. Aku di sini mau bahas soal Personal Branding. Yang kalau boleh jujur, agak berat sih buat aku ngebahas ini. Secara ngeblog aja baru mulai benernya akhir 2015, itupun kan sampai sekarang masih curhat ngalor-ngidul *banyaknya. Tapi nggak mau kalah sebelum perang dan membiarkan lawan menang dengan mudah #apasih #ngaco.

Jadi, Who Am I? Aku ini siapa sih? Aku siapa? Siapa aku? Aku ini siapa? #mendadakamnesia. Jawabannya ya, kalau aku yang jawab, jelas aku bukan siapa-siapa ... cuma anaknya emak sama abah yang hobinya tjurhat di blog. Yang sering nyusahin kurir paketan kalau mereka nanya ke orang yang nggak tahu nama asli aku : Gilang.

"Hah? Gilang? Gilang anaknya siapa? Maaf saya nggak tahu pak!"

Dan blog ini pun belum melakukan personal branding dengan baik dan benar. Masih acak adul. Dan namaku masih aja bikin beberapa orang salah paham pas komentar di sini. Padahal waktu itu udah pake template warna pinky. Tapi ada yang manggil aku, bang! Eneng mah perempuan bukan abang-abang. Tapi sebisa mungkin username di sosial media lain sudah disamakan plus pas beli domain untuk blog ini kemarin : gemaulani. 

Tapi setelah mengunjungi blog-blog yang membekas dalam ingatan, aku jadi punya tips-tips yang bisa kamu lakukan untuk melakukan personal branding. Tapi nanti ya, aku mau curhat dulu nih tentang beberapa blog yang aku jelajahi itu.

haloterong.com, halo terong ini blog punyanya Nahla, mamah muda yang juga beauty blogger. Blognya unik dan menarik. Tampilannya kece badai. Header keluarga terong yang jadi semangkuk es buah, sticker berbagai ekspresi di tiap postingannya yang menggemaskan dan cara nulisnya yang asyik bikin aku betah baca artikel-artikelnya. Kemudian ada echaimutenan.com, blognya mba Echa ini punya ciri khas dari tampilannya yang hitam putih, terus labelnya pake foto mba Echanya sendiri. Konten-kontennya menarik, bemanfaat dan asik buat disimak. Paling seneng nyimak soal kucing, kecantikan sama DIY nih kalau di sini.

Terus ada gembulnita.blogspot.com, blognya mba Nita ini suka ada ilustrasi komiknya, terus kalau bahas makanan suka bikin laper. Visitornya banyak gitu. Satu blogpost komennya bisa tembus 50 bahkan nyampe ratusan. Sampai-sampai ada yang ngecopas secara otomatis tiap postingannya. Ada juga ibujerapah.com, innnayah.com, bulirjeruk.com, rumahes.com, handikoo.com, agungrangga.com itu cuma beberapa di antaranya lho ya. Blogger yang blognya punya ciri khas masing-masing.

Jadi, beberapa tips yang bisa dimulai untuk melakukan personal branding supaya orang lain kenal kamu, plus blog kamu meskipun blognya gado-gado, adalah :

1. Buat alamat url dan nama blog yang mudah diingat ataupun unik. Iya itu, kayak haloterong, echaimutenan, gembulnita, rumahes, innnayah, ibujerapah, bulirjeruk. Atau ada tuh, hildaikka.com dengan nama blognya cokelat gosong. Nyentrik kan! Jangan sampai kasih nama : akoehchayankkamoehcelaloehcelamanyacampaimatih. Jangan ya, jangan!

2. Pilih template yang responsive dengan pemilihan warna dan desain yang menunjukan kamu banget. Tapi harus bikin pengunjung betah. Kalau bisa sih desain sendiri atau pesen yang premium. Tambahin header lebih oke lagi.

3. Pasang foto profil yang bagus dan meyakinkan. Hiyaa, abaikan foto profilku yang ehm enggak banget #tapibelumdiganti. Kalau bisa sih foto studio atau pake kamera beneran *bukan hape. Pernah baca tips ini tuh di salah satu blog. Tapi lupa alamatnya.

4. Temukan gaya menulismu sendiri dan konsistenlah dengan hal itu. Nah sampai saat ini aku belum nemu gaya nulis di blog yang enak. Belum konsisten juga antara 'aku,' 'saya,' dan 'gue.'

Ibarat penulis buku beragam genre, pasti ada satu genre yang paling menonjol. Kamu juga harusnya begitu. Walaupun blognya gado-gado, tapi pasti ada satu bahasan yang paling menonjol. Bisa dari sisi makanan, buku, jalan-jalan, gambar, dll. #akubelumpunya #tutupmuka. Ibarat penulis buku juga, meskipun ada jutaan, tapi tetep aja masing-masing punya ciri khas, gaya menulisnya sendiri. Macem beberapa blog yang aku sebutin di atas.
 
5. Tentukan sasaran pembacanya juga kalau bisa. Jadi buat konten dalam tiap blogpostnya sesuai sasaran pembacanya. Buat teteh-teteh, aa-aa, adik-adik atau buat segala usia.Jadi bisa nentuin kapan pake bahasa yang baku, kapan yang campuran. Kapan yang gaul. Jangan kayak aku yaa #kurangjelas. 

Mungkin nanti begini : "siapa sih blogger x?" "itu lho emak-emak yang mengerti suara hati anak muda." Eaaa.

6. Lengkapi konten dengan gambar pendukung yang apik, infograpis, dan vlog juga. Konsisten juga soal ini. Jadi nanti kamu bisa terkenal tuh di kalangan blogger lain. 'Oh, yang kontennya suka pake vlog itu, ya?' 

7. Usahakan nama antara sosial media dan blog sama. Supaya mudah dikenali.

8. Menulis saja dulu, biarkanlah orang lain yang menilai. Tapi kamu harus tetap berbahagia sekalipun orang lain nggak suka. Yang penting nggak menyinggung soal ras dan SARA aja ya. Sebisa mungkin sih bermanfaat, jangan kayak aku xixixi. Karena segalanya balik lagi ke persoalan selera. Kamu nggak bisa maksa orang lain buat menyukai apa yang kamu suka. Dan bersyukurlah kalau masih ada yang ngasih kritik apalagi plus saran. Tandanya masih ada yang peduli sama kamu.

Yang kedelapan, kayaknya nggak termasuk tips sih ya. Tapi ah biarlah. Pokoknya tetep nulis, tetep belajar dan happy blogging gaes!
17 Jan 2017
Prediksi Tren Konten 2017

Prediksi Tren Konten 2017

Sejak negeri api menyerang  dunia nyata menyita hampir seluruh waktu, sejak saat itulah, aku jadi deadliners lagi. Ini udah diujung pekan kedua lho LBI nya dan aku baru membuat postingan tema #jurusseribualasan.


Jadi, tren konten tahun 2017, apakah yang akan booming? Aku sudah jalan-jalan ke beberapa postingan tema peserta yang lain. Cuma belum meninggalkan jejak. Iya, karena di dunia nyatanya lagi sibuk, jadi kalau melihat postingan baru. Paling buka-baca-close. By the way ada beberapa postingan yang aku suka, salah duanya (karena lebih dari satu) yaitu ... mba Elisa dan mba Ririe. Dalam beberapa pembahasan aku menemukan soal pembahasan tren om telolet om, masuk akal sih. Saking boomingnya ini ... Udah ada lagunya. Maju-mundur cantik aja jadi kelelep #eh. Ada juga yang bahas soal tren marketing, tren niche blog, tren vlog dan tren-tren lainnya. 

Kalau merujuk ke clue yang diberikan oleh pihak LBI, setelah berselancar di mesin pencari. Artikel yang muncul di halaman pertama tentang tren konten ini, artikel dalam bahasa Inggris. Dan mengarah ke tren konten marketing. Dan prediksi konten marketing yang akan laku di pasaran, salah satunya adalah video marketing dan live streaming video. Ya, ya, ya ... setuju ... karena video yang menarik, penampilan gambar bergerak yang mengagumkan ditunjang audio yang oke akan lebih mudah dilirik orang, apalagi anak-anak muda. Dibandingkan membayangkan dari deskripsi teks dan tampilan gambar saja. Apalagi sebagian besar pengguna internet lebih banyak mengakses internet dari smartphone daripada komputer. Banyak yang lebih suka live streaming video daripada membaca teks. Sekarang saja, beberapa lomba review menuliskan keterangan. *jika ada vlog, maka menjadi nilai tambah. Jadi menurutku, tren konten yang bakal booming itu, konten video. Baik vlog maupun video tips dan tutorial seperti yang pernah ada. Jadi, blogger yang memasang konten video menarik di postingannya, bisa jadi akan kebanjiran pengunjung. Bisa jadi nanti banyak blogger buku yang mereview pake video. Seperti tantangan tema LBI tahun lalu, ada yang promosi buku dan review film pake video.

Untuk blogger sendiri, konten itu number one. Memegang peranan penting. Baik dari segi tulisan, gambar, infografis, dan yang terbaru vlog. Tentunya konten yang menjual, yang akan dilirik oleh brand. Nah ini bagian di mana aku belum akan dilirik brand manapun karena kontennya masih acak-acakan bin amburadul #tepukjidat.

Ada salah satu artikel yang menarik menurutku. Jika dalam menulis cerpen dan novel ada istilah show don't tell. Dalam artikel yang satu ini, untuk membuat konten yang akan disukai itu, ada teach don't tell. Selengkapnya bisa dilihat di sini. Tentu saja, konten yang menarik, up to date, nyata dan SEO friendly yang akan mendatangkan banyak pengunjung. 
10 Jan 2017
AKU MENULIS MAKA AKU ADA

AKU MENULIS MAKA AKU ADA


Holla, adakah yang kangen pada diriku ini? *kemudian krik-krik. Udah dua minggu nih nggak ada aktivitas ngeblog karena kesibukan di dunia nyata yang menguras tenaga, waktu dan pikiran #alasan. Sampai nggak terasa Liga Blogger Indonesia (LBI) 2017 sudah memasuki pekan pertama yang berakhir pukul delapan malam nanti. Kesannya jadi deadliners banget yaa.

Tema pekan ini tentang : Motivasi Terbesar Ngeblog Tahun 2017. Apa sih yang memotivasi diriku dan menjadi alasanku tetap ngeblog di tahun ini? Sederhana saja, seperti judul blogpost kali ini : "Aku menulis maka aku ada." Pasti udah pada hafal kan kutipan nyang satu ini. Dengan melakukan aktivitas menulis di blog (walaupun masih tahapan belajar, masih berantakan) itu artinya aku masih ada, masih hidup, masih sehat wal afiat dan masih menunggumu  ingin berbagi sesuatu. Karena aku bukan siapa-siapa, jadi dengan menulis di blog, minimal pas di cari di mesin pencari, namaku muncul.

Alasan-alasan lainnya :

Alasan kedua, tentu saja masih sama seperti dulu, sejak pertama membuat blog ini. Jeng-jeng-jeng-jeng ... curhat. Aku mah orangnya nggak bisa jauh-jauh dari curhat. Karena di dunia nyata aku anaknya pemalu tapi malu-maluin, maka dengan menulis di blog, aku bisa meracau tanpa malu. Ya, nulis curhatan di blog nggak banyak yang baca (maksudnya orang yang dikenal di dunia nyata) seperti di media sosial lain. 

Alasan ketiga, tulisan di blog nggak tenggelam, layaknya tulisan di media sosial lain. Malah ya, tulisan-tulisanku yang lama beberapa jadi postingan terpopuler di blog ini karena banyak yang mencari kata kunci yang tertera di dalamnya.

Alasan keempat, biar bisa ikutan LBI 2017 ini dong, acara-acara blogger, terus ikutan giveaway-giveaway dan lomba blog. Nggak pernah terbayangkan sebelumnya, dengan nulis di blog dan memenuhi persyaratan giveaway, aku bisa mendapatkan uang ratusan ribu, buku, dan hadir ke acara blogger. Syukur-syukur nanti bisa dapet rezeki yang lain #ngarep.

Alasan kelima, supaya beli domainnya nggak mubajir. Kalau 2017 aku nggak ngeblog, sayang banget dong domain yang udah dibayar buat setahun.

Kalau kamu, apa yang memotivasimu atau menjadi alasanmu masih ngeblog di tahun 2017? Yuk share di kolom komentar.
31 Mar 2016
Udah Gitu Aja!

Udah Gitu Aja!




Tidak terasa hampir tiga bulan berlalu dan LBI 2016 akan segera berakhir *ambil tisu. Ini merupakan pekan kedua belas sekaligus pekan terakhir. Yang artinya LBI itu jadi sebelas dua belas, alias dimulai tanggal 11 Januari dan berakhir di pekan kedua belas. Dan tema pekan ini adalah "Alasan saya ngeblog pertama kali.”


Berawal di tahun 2009, efek sinetron Kepompong yang maha dahsyat pada episode Mikha Tambayong yang terkenal berkat tulisan-tulisan fiksi di blognya. Ya, aku yang ceritanya senang menulis fiksi walau alur dan penulisannya masih belepotan sekali saat kelas sebelas itu jadi tertarik. Terlahirlah blog yang beralamatkan : gilangmaulani.blogspot.com yang hanya berisi satu postingan kemudian terbengkalai karena dulu mengandalkan koneksi warnet dan lebih tertarik update status di facebook.
24 Mar 2016
Selain Kenangan, Bawa Ini Dari Bandung

Selain Kenangan, Bawa Ini Dari Bandung

Setelah menjelajah tempat-tempat wisata di sebuah kota sambil mengabadikannya melalui bidikan kamera, tentu akan menyisakan pengalaman berkesan dan berharga yang esok tinggal kenangan. Entah kenangan tentang pesona tempat wisata yang memukau, orang-orangnya yang ramah, atau sosok seseorang dengan senyuman menawan. Karena esok, lusa belum tentu ada,kamu belum tentu kembali ke kota ini dan mungkin kamu akan rindu ... maka pulanglah dengan membawa buah tangan alias oleh-oleh selain kenangan. Meskipun sekarang ini beberapa oleh-oleh sudah bisa dibeli melalui toko online, namun membelinya secara langsung tentu lebih mengasyikan. 

Catatan : siapkan uang yang banyak untuk memborong semua oleh-olehnya.

Dimulai dari Bandung yang berbatasan dengan Garut. Setelah mengabadikan momen melintasi jalan Lingkar Nagreg dan cintaku tlah diujung jalan diujung jalannya berjejer warung oleh-oleh. Ada cintaku Peyeum Bandung yang digantung, Ubi Cilembu (mentah dan matang), kerupuk pasir, borondong, opak, wajit Cililin, dan masih banyak lagi.

PEYEUM BANDUNG

Peyeum, sumber gambar dari http://ensiklopediaindonesia.com/peuyeum-oleh-oleh-yang-wajib-di-beli-saat-berkunjung-ke-bandung/
Selain di makan langsung, biasanya peyeum ini bisa diolah menjadi kolak, di goreng, pelengkap es campur, dan lain-lain. Ada lagunya lho, ceki-ceki di sini.

UBI CILEMBU

Ubi Cilembu, sumber gambar dari http://ubibakarcilembu.blogspot.co.id/2013/01/ubi-cilembu.html
Dikutip dari wikipedia dan beberapa sumber lainnya, Ubi Cilembu ini berasal dari kecamatan Pamulihan, Sumedang. Entah mengapa banyak dijual di desa Pamucatan kecamatan Nagreg. Ubi Cilembu lebih istimewa daripada umbi biasanya karena umbi ini bila dioven akan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya. Kenapa ubi ini di oven tidak di goreng atau di rebus? Wiki kembali menjawab, Ubi ini tidak cocok untuk digoreng, karena kandungan gulanya yang tinggi membuat ubi ini sangat mudah “gosong”, dan juga tidak cocok untuk direbus, karena aroma dari “madu” nya akan berkurang, bahkan hilang.

BORONDONG

Borondong, sumber gambar dari http://www.pikiran-rakyat.com/oleh-oleh/2011/02/19/135754/ibun-punya-borondong-majalaya-yang-punya-nama

Berasal dari kecamatan Ibun, tapi terkenal di Majalaya. Nah lho. Ini ada lagunya juga lho, bisa ceki-ceki di sini, lagunya enakeun. Tapi nyanyinya jangan sambil makan borondong ya, takutnya kamu keselek eh tersedak.

WAJIT CILILIN

 Wajit Cililin, sumber gambar dari : http://www.oleholehkhasbandung.com/wajit-cililin-bandung/

Wajit Cililin punya cita rasa sendiri yang khas dan tentunya lebih legit. Berasal dari Cililin, kabupaten Bandung Barat.

Warung oleh-oleh setelah jalan Lingkar Nagreg terlewat karena ketiduran? Tidak masalah, sebelum masuk pintu tol Cileunyi, di sana berjejer toko oleh-oleh. Memasuki kawasan tol dan keluar melalui tol Pasteur. Setelah keluar pintu tol Pasteur dan melewati jalan Dr. Djunjunan ada Gepuk Nyonya Ong dan toko oleh-oleh yang tidak boleh kamu lewatkan. Masuk ke jalan Pasir Kaliki, tidak jauh dari Istana Plaza ada Pia 170.

 sumber dari http://www.kafetaria170.com/index.php/gallery

Diteruskan ke jalan Kebon Kawung dan Kebon Jukut, ada Pisang Bollen Kartika Sari, selain Bollen ... di sini juga tersedia oleh-oleh lainnya.
sumber gambar dari http://katalogwisata.com/

Selain oleh-oleh di atas, oleh-oleh khas Bandung lainnya ada  Tahu Tauhid dan Tahu Susu Lembang, Aneka kerajinan Lembang, Keripik Maicih dan Karuhun, Oncom Bandung, Surabi Enhaii di Setiabudhi, Batagor Riri, Kopi Aroma Bandung, Brownies Kukus Amanda. Selain makanan, kamu juga bisa membeli kaos distro di Parahyangan Plaza (dekat alun-alun Bandung), Berkunjung ke kawasan factory outlet di Dago, jalan Riau, dan jalan Cihampelas. Di jalan Cihampelas inilah terletak toko Oncom Raos, juga toko oleh-oleh lainnya.  Mau ke pusat sepatu? Cibaduyut aja. Masih mau alternatif lain? Bisa membeli Angklung di Saung Angklung Udjo.

Nah ada banyak kan, jadi kalau pulang dari Bandung itu jangan membawa kenangan saja, tapi bawalah oleh-oleh khas Bandung untuk dinikmati bersama keluarga ataupun dinikmati sendiri sambil mengenang kejadian-kejadian seru dan indah selama berkunjung maupun berwisata ke Bandung.

17 Mar 2016
Undangan Untuk Blogger

Undangan Untuk Blogger

Tema LBI pekan kesepuluh ini adalah undangan blogger. Dan banyak sekali peserta LBI yang sudah sering mendapatkan undangan menghadiri suatu acara baik undangan pribadi maupun melalui komunitas. Untungnya yang belum pernah boleh membuat postingan dengan cara mereview.

Undangan blogger, siapa sih yang tidak ingin di undang ke suatu acara secara gratis apalagi ketika pulang bisa membawa souvenir dan hadiah kuis dari pihak penyelenggara. Pasti pada mau kan? Aku sih mau pake banget.

Setelah bergabung dengan kumpulan emak blogger (KEB), aku sering melihat adanya undangan untuk menghadiri sebuah acara baik berskala sedang sampai besar. Biasanya ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk para emak blogger yang ingin menghadiri acara tersebut. Berkat bergabung dengan KEB dan di approval oleh teh Efi, teh Efi yang baik hati ini sudah menambahkan aku ke dalam grup KEB Bandung dan Blogger Bandung. Tapi aku masih sebatas menjadi silent reader, belum pede untuk memperkenalkan diri. Padahal ada postingan admin yang dikhususkan untuk member baru memperkenalkan diri di kolom komentar. Di grup-grup tersebut pun ramai undangan untuk menghadiri acara. Beberapa waktu lalu teh Efi pun mengundang 43 member KEB Bandung untuk menghadiri acara "Kudo Ajak Masyarakat Bandung Jadi Pengusaha Digital," dan aku juga di undang.
10 Mar 2016
Mengintip Isi Blog Om Jeff Bullas

Mengintip Isi Blog Om Jeff Bullas

Tema LBI pekan ke sembilan ini sesuatu bingits (baca : buat aku) dikarenakan harus mereview blog orang bule yang berbahasa inggris. Bahasa yang sejak SMP aku pelajari sampai sekarang masih gini-gini aja. Jadi mohon maaf apabila translatenya agak ngacapruk. Tadinya sih tidak akan mengerjakan tantangan pekan ini. Tapi berhubung lawan pekan ini sudah membuat, ya daku tak mau kalah dong.


Nah, jeffbullasdotcom selalu melintas di kepala setiap kali mengaktifkan paket data di ponsel. Padahal tidak berniat memikirkannya. Kepikirannya sih karena isinya bahasa Inggris semua itu. Apa aku mampu menerjemahkannya tanpa google terjemahan yang terkadang rada-rada hasilnya. Lagi pula dua minggu belakangan ini males banget buka laptop dan bongkar pasang sim card ke modem. Jadi untuk kedua kalinya aku mohon maaf apabila hasilnya sangat-sangat tidak maksimal karena dikerjakan melalui ponsel.
3 Mar 2016
Serundeng Kelapa Parut

Serundeng Kelapa Parut

Minggu ini mama sedang senang memasak di dapur, sementara aku sedang error-errornya. Bagaimana tidak, mau bilang beli agar merek swallow malah seger snow. Ya kali itu mah merek pelembab alias haslin. Mau bilang kelapa parut malah kepala parut. Alhasil sukses membuat mama mengerutkan kening sekaligus ngikik. Anak perempuannya makin hari semakin aneh.

Kemarin aku belajar membuat surundeng (serundeng) kelapa parut  bertabur suuk (kacang tanah) bersama mama. Bahannya dua butir kelapa yang sudah di kupas, kacang tanah, 3 siung bawang merah,  2 siung bawang putih, 1 sendok teh ketumbar, garam, gula pasir dan penyedap rasa secukupnya.

Cara membuatnya sangat sederhana. Kelapa diparut kasar, di cuci sampai bersih kemudian di sangrai dengan api sedang hingga kecokelatan. Kemudian tiriskan.

resep serundeng kelapa parut

Haluskan bawang merah, bawang putih dan ketumbar dengan cara di ulek. Bisa juga di blender. Goreng kacang tanah kemudian tiriskan. 

serundeng kacang

Masak bumbu yang telah dihaluskan kemudian masukan parutan kelapa yang sudah berwarna kecokelatan beserta kacang tanah. Tambahkan garam, gula pasir dan penyedap rasa secukupnya. Aduk hingga merata.Tunggu sampai matang kemudian matikan api. Serundeng pun siap dihidangkan. Cocok sebagai lauk nasi. Rasanya manis dan gurih.

surundeng kalapa parud

Biasanya campuran serundeng buatan mama itu adalah kacang kedelai. Namun di protes bapak, kemudian diganti oleh kacang tanah. Lebih enak lagi kalau di campur suwir daging ayam atau sapi. Serundeng ini bisa bertahan selama satu bulan, dengan catatan di masukkan ke dalam toples atau wadah tertutup rapat lainnya.
Tanpamu Dunia Gelap Rasanya

Tanpamu Dunia Gelap Rasanya

Judul yang kutuliskan memang rasanya terlalu berlebihan, namun apa daya ... diriku sudah terlanjur ketergantungan kepada internet. Ibarat obat, internet itu bikin kecanduan. Mau bagaimana lagi, dengan internet apa pun bisa di dapatkan dengan lebih mudah. Apalagi dengan kehadiran toko online. Klik, cari, bayar, tunggu beberapa hari dan barang yang diinginkan langsung diantar sampai ke rumah.

Saat ini provider yang diriku gunakan  adalah kartu As dan IM3. Alasan pertama karena signal mereka yang cukup lumayan. Alasan kedua karena dulu mereka tidak menerapkan yang namanya masa aktif. Untuk provider yang lainnya? Ah kalau kata Peterpan sih, "Tak usah kau tanyakan lagi, simpan untukmu sendiri!" Andaikan diriku tinggal di daerah perkotaan mungkin diriku akan beralih ke provider lain sesuka hati. Atau setidaknya andaikan diriku tinggal di pinggir jalan raya, jalan provinsi tentulah akupun tak akan mengalami kendala yang namanya susah signal. Sayangnya aku tinggal di sebuah desa di kecamatan Nagreg, dari jalan raya sekitar 2,5 km paling dekat, 4 dan 7 km kalau ingin menggunakan kendaraan roda empat. 

Signal di desa ini hanya bagus di beberapa tempat dan rumah orangtua diriku tidak termasuk di dalamnya. Dulu saat masih remaja sempat merasa bahagia karena signal Axis ada, kalau memakainya nongkrong di atas pohon. Lama kelamaan hilang juga. XL,  pernah memakai ini selama hampir empat tahun. Apalagi dulu ada paket internet unlimited-nya. Dipake modem di tempat kost wuih gila ngebutnya. Begitu pulang ke rumah signalnya makin hari makin sesuatu. Signal CDMA apalagi biasanya cuma numpang lewat. Kalau ada yang isi pulsa Esia atau Flexi dan dulu masih di gosok pake voucher, diriku harus naik dulu ke atas genteng eh loteng.

Jadi jikalau kalian ingin berkunjung ke kampung Bojong, desa Mandalawangi, kecamatan Nagreg, kabupaten Bandung, Jawa Barat untuk waktu yang cukup lama ... ku sarankan pakailah telkomsel dan indosat ooredoo supaya aman. Apalagi kalau digunakan di dataran tinggi dekat kaki gunung, akses internetnya bisa lebih cepat.

Paket internet yang kugunakan saat ini dan sejak dua tahun terakhir adalah paket internet IM3. Awalnya pake unlimited lima puluh ribu dengan pemakaian maksimal 500 mb perbulan dan kecepatan akan diturunkan setelah melewati batas 500 mb. Awalnya juga penurunan kecepatannya masih oke-oke saja saat dijadikan modem. Semakin hari bukannya semakin cinta eh diriku malah kecewa. Lemot, buka satu laman web saja bisa memakan waktu hingga lima jam. Akhirnya beralih lah diriku menuju paket kuota. Mahal? tidak juga. Cepat? ya lumayan lah. Cukup? tergantung pemakaian.

Paket seharga sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus rupiah per tiga puluh hari dengan kouta 9,5 gb. Dengan pembagian kuota 24 jam sebesar 3,5 gb, jam 01-06 sebesar 2,5 gb, jam 09-17 500 mb dan super wifi 3 gb. Dan yang paling tidak berguna adalah paket super wifi 3 gb. Mungkin akan berguna kalau wifi indosat ooredoo ada di seluruh daerah. Apakah paket ini cukup? Ehem, mungkin cukup kalau yang diriku akses hanya sebatas e-mail dan beberapa akun sosial media. Sayangnya yang diriku akses lebih dari itu dan banyak juga upload serta downloadnya. Selain itu paket internet ini tak hanya digunakan pada ponsel android saja tapi juga digunakan sebagai modem. Ya, bongkar pasang kartu lah. Kalau tidak cukup, indosat ooredo menyediakan paket ekstra. Biasanya aku membeli yang 2 gb sampai 4 gb berlaku 24 jam dengan masa aktif dan kecepatan sesuai paket awal. Harganya empat puluh ribu dan enam puluh ribu. Kalau dihitung biaya perbulan paling boros seratus enam puluh ribu rupiah dengan kuota sekitar 11 gb. Oh ya, ini masih paket untuk 3G. Kalau 4G? diriku tak tahu jaringannya sudah ada atau belum di sini. Lagi pula modem dan ponselku masih 3G belum sanggup beli yang baru. 

Sebenarnya kalau ingin cepat bisa saja pakai kartu As. Tapi demi penghematan biaya, ya tetap pakai IM3 yang jauh lebih murah. Oktober tahun lalu pernah membeli paket 3,5 gb seharga seratus tiga puluh ribu rupiah karena harus melakukan psikotes online. Sebenarnya bisa lebih murah kalau mengerjakan di warnet, ya meskipun ongkosnya tidak murah. Harus naik ojek dan angkot. Lagi pula kalau di warnet apa bisa konsentrasi? Mengakses internet menggunakan kartu As memang cepat, jadi harga dan jumlah kuota dengan kecepatannya sesuai.

Inginnya sih pakai speedy, namun apa daya ... jaringan telepon rumah di desa ini sudah dicabut sejak tahun 2014. Dulu sempat memakai im2 produk dari indosat di tahun 2009. Jamannya modem masih mahal. Tapi ya lama kelamaan signalnya bikin stress. Jadi apakah diriku puas dengan kedua provider saat ini? Dibilang puas ya tidak, dibilang tidak puas juga tidak. Kalau kurang puas baru deh iya. Karena apa? Karena signal keduanya seperti perasaanku kepadamu saat hujan turun, timbul tenggelam. Tidak begitu kuat, enggan menguat tapi perlahan-lahan melemah bahkan akan menghilang dengan sendirinya. Paling sebentar beberapa menit, bahkan bisa selamanya. Apalagi kartu As, kalau mati listrik, signalnya ikutan mati. Dan selama beberapa hari ini signal IM3 pun cukup membuat stress. Betah di 2G ketimbang 3G. Jadinya belum bisa posting di blog.

Kalau di suruh memilih antara wifi dan provider telekomunikasi ya jelas provider. Karena diriku tinggal di desa dan tidak tersedia wifi.  Dan untuk diriku yang jarang keluar rumah juga nonton televisi. Internet sangatlah penting dan menjadi sebuah keharusan demi mendapatkan informasi terbaru. Syukur-syukur kalau ikutan giveaway, lomba menulis dan main game nya bisa menghasilkan sesuatu yang cukup lumayan. Jadi kuota tidak terbuang percuma.

Kalau ditanya tips dan trick hemat kuota, ya sebelas duabelas dengan orang lain. Tapi ya tetap saja diriku mah boros kuota, terkecuali seperti sekarang ini, jaringannya super galau. Pastilah akan turut membantu hemat kuota.