Storytel : Aplikasi Audiobook Untuk Menyelami Isi Buku dengan Lebih Fleksibel

Storytel : Aplikasi Audiobook Untuk Menyelami Isi Buku dengan Lebih Fleksibel

Mendengarkan buku di Aplikasi Audiobook Storytel
 
Saat tak sengaja menemukan review aplikasi audiobook Storytel, saya benar-benar tertarik. Soalnya unik aja gitu, bisa menyelami isi buku tanpa harus dibaca sendiri. Ya, walaupun saya senang membaca sedari SD, terutama buku fiksi. Dua tahun terakhir saya akui, intensitas membaca buku saya tak serajin dulu. Entahlah, waktu 24 jam rasanya sangat kurang, apalagi setelah kehilangan mama.

Ketika saya mengunduh dan mendaftar sebagai user di Storytel, saya pun langsung terpesona. Kenapa? Karena banyak novel fiksi dan buku best seller kesukaan saya, seperti Dilan dari Pidi Baiq. Iya plis, saya kalau baca buku kadang suka diulang-ulang kok kalau bukunya sangat membekas di hati dan pikiran.

Sebenarnya, kegiatan mendengarkan buku sudah ada sejak lama. Hanya saja, tren mendengarkan buku semakin populer di tahun 2022 ini. Ya gimana, kalau aplikasi audiobook kan kita jadi bisa menyelami isi bukunya lebih fleksibel. Yup, bisa sambil melakukan aktivitas lainnya. Pencinta buku jadi enggak perlu repot-repot mencuri-curi waktu dan nyari tempat yang nyaman.

Kenalan Yuk Sama Aplikasi Storytel Audiobook!

Storytel adalah platform audiobook yang sudah beroperasi di 20 negara lho gengs. Kantor pusatnya ada di Stockholm, Swedia. Jadi, pengguna aplikasi audiobook ini tentunya udah punya banyak pengguna yang tersebar di berbagai negara.
 
Apakah cuma bisa streaming book audio saja melalui Storytel? Oh enggak dong, untuk judul-judul tertentu, yang ada simbol kacamata di samping simbol audio (earphone). Kamu juga menikmati buku dalam versi e-book. Lanjut yuk ke fitur-fitur yang ada di Storytel. Yup, bisa baca buku online juga jadinya.
 
Pada aplikasi Storytel ini juga terdapat 500.000 judul buku dalam skala global yang bisa kamu dengarkan. Beberapa judul bukunya seperti yang saya bilang di paragraf kedua. Iya, banyak buku best seller kesayangan pencinta buku. Mulai dari Game of Thrones, Sapiens, Hunger Games, dan Harry Potter Audiobook. Kemudian rekomendasi buku Mariposa, Dilan, Divortiare, Selamat Tinggal, dan Negeri Lima Menara.

Fitur-fitur di Audiobook Storytel Indonesia

Eits, sebelum mencoba fitur yang tersedia di platform Storytel, kamu tentunya harus download aplikasinya dulu di smartphone. Ada Aplikasi Storytel untuk iOS dan Aplikasi Storytel untuk Android. Yuk download dan install dulu.

Udah? Aha kalau begitu lanjut buka aplikasinya dong. Lalu:
  • Ketuk jelajahi aplikasi
  • Pilih bahasa buku. Kalau saya pilih Inggris dan Indonesia
  • Memilih 3 atau lebih kategori bacaan favorit kamu
  • Buat akun
  • Mulai berlangganan Audiobook Indonesia dengan harga promo 39 ribu perbulan. Terjangkau banget kan. Kemudian kamu dapat akses gratis 7 hari pertama.
  • Selesai, kamu bisa mulai mendengarkan buku best seller atau buku kesayangan semua umat manusia, seperti Harry Potter Audiobook.
Audibook Indonesia dengan rekomendasi buku terbaik

Filter Judul Buku Melalui Search dan Kategori

Untuk memudahkan kamu dalam mencari buku yang diinginkan, misal Game of Thrones tersedia fitur search atau cari. Menunya ada di samping tab beranda. Pada menu cari ini terdapat banyak kategori pilihan. Mulai dari romance, fiksi, personal development, buku best seller, buku Indonesia dan series populer. Kemudian young adult
 
Kamu bisa cari juga di kolom search yang tersedia berdasarkan judul buku, penulis, narator, dan lainnya.

Fitur Rak Buku yang Isinya Berasal dari Save Book

Sudah berhasil mendapatkan buku yang diinginkan? Kamu bisa langsung play audionya. Lalu, klik tombol simpan kalau kamu ingin menyimpannya untuk didengarkan kembali lain waktu. Fitur save book ini nantinya masuk ke rak buku. Rak buku ini semacam playlist buku yang akan kamu baca atau dengarkan.

Eh ya, di rak buku ini ada fitur sortir buku. Bisa sortir dari yang baru dibaca. Kemudian judul a-z, penulis a-z, tanggal rilis, hingga tanggal diubah. Bisa juga di filter berdasarkan daftar buku, termasuk settingan menampilkan buku anak.

Fitur Listening Goal

Siapa yang suka punya target baca buku perminggu, bulan, tahun? Aha mendengarkan buku juga bisa lho untuk menentukan target listening goal. Yup, ada fitur listening goal yang memudahkan kamu untuk mengatur jumlah buku yang akan didengarkan. Tentu saja disertai durasi harinya. Ada pilihan 1 bulan atau 30 hari, 90 hari, 180 hari, dan setahun atau 365 hari.

Buku best seller harry potter audiobook di Storytel

Fitur Kids Mode

Mendengarkan buku tak hanya menyenangkan bagi orang dewasa, tapi juga anak-anak. Bener, kan? Nah, di aplikasi audiobook ini ada fitur kids mode. Secara otomatis aplikasi akan menampilkan buku khusus anak-anak, kayak buku dongeng. Bisa diaktifkan di menu pengaturan pada tab profil. Aman banget karena ada passcodenya juga sebelum masuk mode anak.

Fitur Lainnya

Jadi, saat kamu memilih salah satu judul buku untuk didengarkan atau dibaca, ada beberapa fitur lain yang unik. Mulai dari download offline. Yup, selain streaming audiobook, bisa juga dengerin tanpa koneksi internet. Asyik banget nih bisa didengarkan secara offline. Jadinya I will survive enggak akan kesepian pas enggak ada koneksi internet. Apalagi kalau bacanya buku motivasi, nambah deh ilmunya.
 
Kamu juga bisa set waktu kapan naratornya selesai cerita. Ini aman kalau ketiduran auto mati gitu ceritanya. Contoh, lagi dengerin Sapiens tapi enggak mau ada yang terlewat karena ketiduran. Nah, bisa diset sesuai keinginan.
 
Eh ya, bisa juga mempercepat naratornya berbicara. Tapi aku lebih suka normal sih di 1x aja. Pengen nikmatin ceritanya. Apalagi kayak buku Hunger Games.
 
Ada juga fitur bookmark untuk menandai kamu udah dengerin sampai mana. Persis kayak baca buku beneran ya, kan? Ada juga fitur share ke teman. Kamu juga bisa melihat detail dan sinopsis buku di halaman depan, termasuk nama naratornya.

Pengalaman Mendengarkan Dilan 1990 Melalui Audiobook Indonesia di Storytel

 
Saya tentunya udah pernah baca buku online Dilan 1990 ini, tapi tetep aja pengen denger versi audionya. Novel fiksi karangan Pidi Baiq ini naratornya Sissy Prescillia. Kalau di film suaranya sisi ada di awal aja, kali ini di aplikasi audiobook Storytel Indonesia saya bisa mendengarnya full dari bab awal sampai akhir.
 
Novel Dilan ini menceritakan tentang kisah cinta antara Milea yang baru saja pindah sekolah ke Bandung, dengan Dilan yang dijuluki panglima tempur. Kisah pedekate mereka yang bagi saya menggelitik dan asyik untuk turut mengenang kisah mereka.
 
Novel fiksi Dilan
 
Saya suka novel ini karena gaya bahasa dan tingkahnya Dilan yang unik. Dilan mengajak Milea berkenalan di jalan menuju sekolah. Di atas motornya Dilan bertanya: Kamu Milea, ya? Aku ramal kita akan bertemu di kantin.

Seru banget lho dengerin Sissy Prescillia bercerita soal Dilan. Imajinasiku soal sosok Dilan dan Milea jadi lebih seru lagi. Bikin senyum mesem-mesem sendiri. Novel Dilan ini ada sequelnya, Dilan 1991, Milea, Chika. Ah enggak sabar berharap banget ada semua audiobook di Storytel. 
 
Dilan juga jadi salah satu rekomendasi buku di Storytel Indonesia lho. Selain Dilan, ada Selamat Tinggal dari Tere Liye, Mariposa, Divortiare, dan Negeri Lima Menara yang direkomendasikan.
 

Keunggulan Mendengarkan Buku Melalui Platform Storytel

Saya seneng banget pakai aplikasi Storytel ini. Soalnya udah beberapa hari bikin tidur nyenyak dan ketawa-tawa di sela-sela beraktivitas jadi ibu-ibu rumah tangga walau belum berumah tangga. Ya, berikut saya rangkum keunggulan Storytel berdasarkan pengalaman saya.

Menyelami Isi Buku Lebih Fleksibel

Iya dong, streaming audiobook ini membuat saya bisa mendengarkan buku kapan saja, termasuk kalau lagi mati listrik dan susah sinyal. Buku yang mau didengarkan bisa diunduh dulu.

Rekomendasi buku negeri lima menara


Tidak Tambah Sakit Mata

Bener, kadang saya ingin baca buku online cuma mata udah enggak kuat perih. Secara memang seharian kerja di depan layar. Nah, kalau mendengarkan buku, saya jadi enggak perlu lihat layarnya. Saya bisa berpetualang dengan banyak judul buku tanpa was-was mata makin sering mengabur pandangannya.

Menambah Wawasan dengan Lebih Menyenangkan

Hehe iya, saya suka agak lama kalau baca buku berisi ilmu pengetahuan atau non fiksi kayak, personal development gitu. Tapi dengan cara streaming audiobook kemarin anteng-anteng aja dengerin bukunya dan dapet pengetahuan baru.
 
Nah, itulah review singkat tentang aplikasi audiobook Storytel. Kamu udah nyobain belum? Kalau belum buruan cobain dan bagi ceritanya di kolom komentar ya!
3 Cara Mendapatkan Buku Bacaan Gratis

3 Cara Mendapatkan Buku Bacaan Gratis

Sebagai orang yang suka baca, terutama fiksi. Tapi terkendala belum bisa beli, di zaman dimudahkan teknologi, aku jadi bisa punya buku bacaan gratis. Gratis di sini maksudnya tanpa harus meminjam ke teman, gedung perpustakaan, nongkrong berjam-jam di toko buku yang udah jelas letaknya jauh dari rumah, ataupun membelinya baik dalam bentuk cetak maupun e-book. Bisa dibilang sejak tahun 2016 aku selalu punya novel buat dibaca walaupun enggak beli. Tentunya ada sedikit usaha yang dilakukan. Sungguh dalam relung hati terdalam, inginnya sih beli semua buku yang ku sukai, tapi ya gimana, isi dalam dompet belum mampu. Doain aja nanti jadi kaya raya juga kaya hati supaya bisa beli buku-buku yang diinginkan setiap waktu.

buku bacaan gratis

Walaupun enggak beli, tapi udah kapok buat  berupa e-book dengan format PDF yang bertebaran di internet. Soalnya itu pdf enggak jelas asal usulnya. Selain takut disisipi virus, di sisi lain juga itu pdf bukan berasal dari penulisnya. Ku enggak mau terus merasa berdosa karena menikmati karya orang lain lewat jalan yang salah. Terasa sih sama diri sendiri kalau nulis sebuah cerita apalagi novel itu enggak mudah. Bahkan ada yang butuh waktu sampai bertahun-tahun dulu sebelum akhirnya terbit.  Makanya begitu tahu bisa mendapatkannya tanpa bayar tapi legal, ya aku juga ingin memberitahukannya pada siapa saja yang mungkin enggak sengaja terdampar di sini.

1. Ikut giveaway atau booktour di media sosial penerbit ataupun bookworm

Jikalau kamu menginginkan punya buku bacaan versi cetak tanpa membayar, cukuplah kamu ikutan giveaway di media sosial penerbit, ataupun bookworm. Cari aja di instagram, twitter dan facebook deh. Dari mulai penerbit Twigora, Mizan, BIP, Divapress dan masih banyak lagi yang lainnya suka bagi-bagi buku lho. Yang sering aja kepoin akun-akunnya.







"Manusia memang sok tahu. Tuhan sudah melarang, tapi tetap bersikeras. Mengabaikan kata-kata-Nya dengan sadar. Tapi, kita salah. Tuhan melarang karena memang itu yang terbaik untuk hamba-Nya." - 101 *** Di imamin sholat sama babang Duncan Maxwell, Di masakin makanan lezat, diajarin masak plus di sayangin babang Duncan ... aku rela ngahaha #ngayal. Kalau di #loveinedinburgh jadi tahu seputar parfum. Di sini jadi tahu seputar gaun pengantin, sama bikin sponge cake. Auckland nggak kalah syantik sama Edinburgh ๐Ÿ˜ Babang Duncan itu nggak suka dikasih kejutan tapi ngasih mulu kejutan nih di tiap lembarnya. *** Kelly-Sherwin, Duncan-Nuke. Nuke itu temen SMA-nya Kelly. Bogor emang super sempit ๐Ÿ˜ข konfliknya asik buat diikuti. Ada part yang bikin kesel, ngeri, kecewa, sedih, senyam-senyum sendiri, kaget. Nano-nano. Endingnya sama sekali di luar dugaanku. ๐Ÿ‘ Pokoke suka sama Love in Auckland ๐Ÿ˜˜ #loveinedinburgh #loveinauckland #aroundtheworldwithlove #aroundtheworldwithloveseries #batch2 #2016 #gramediapustakautama #gramedia #indahhanaco #happyreading๐Ÿ“š 3/3 Thanks to kak @indah_hanaco & kak @rizkymirgawati ๐Ÿ˜Š
Sebuah kiriman dibagikan oleh Gilang (@gemaulani) pada


Untuk bookworm maupun bookbloggernya bisa kepoin @NovelAddict_, @RizkyMirgawati, @lucktytgs, @inokari_ dan masih banyak lagi aku lupa akunnya. Banyak tuh giveaway buku dengan persyaratan yang enggak ribet. Selain itu, bisa ikut booktour di blog bookworm yang ditunjuk penerbit biasanya ada cukup banyak buku berjudul sama yang dibagikan dengan rentang waktu berbeda-beda.

Baca Juga :  Serunya Launching Buku Aku dan Alam Semesta

Cuma yang perlu diingat, jangan patah semangat buat ikutan giveawaynya! Kalau itu buku udah rezeki kamu, pasti kamu yang menang. Kalau belum menang, ya udah tandanya itu belum berjodoh sama kamu. Coba lagi yang lainnya, jangan menyerah.


2. Pinjam di aplikasi perpustakaan online

Berkunjung ke perpustakaan bagiku menyenangkan selama ada novelnya. Ya gimana ya, aku kan anaknya suka fiksi dibandingkan non-fiksi. Kalaupun terpaksa baca non-fiksi, sebagian besar karena berurusan sama tugas (waktu sekolah). Dan sekarang seneng banget karena ada perpustakaan online.   Aku jadi bisa pinjam kapan saja, di mana saja, sambil rebahan pun bisa. Caranya hanya perlu membuat akun dengan mendaftarkan email untuk meminjam buku. Setiap buku yang dipinjam diberikan durasi 3 hari. Setiap hari diperbolehkan meminjam maksimal 3 buku.

Ijakarta Ipusnas

Untuk aplikasi perpustakaan daring favoritku adalah iJakarta (Jakarta), iPusnas (Perpustakaan Nasional, dan iJogja  (Jogjakarta). Selain tiga aplikasi di atas tentunya masih banyak lagi yang lainnya dan belum aku coba. Ya gimana dari tiga aplikasi aja aku minjemnya suka mabok (bingung saking banyaknya yang ingin dibaca) Udah enggak terhitung juga berapa banyak yang udah kupinjam. Beberapa belum sempat diselesaikan bacanya. Untuk file buku yang diunduh juga enggak besar kok makan kuotanya dan yang pasti ini enggak bikin dosa bertambah karena unduh-unduh file pdf sembarangan.

Baca Juga : Please Be Mine

Cuma, yang perlu digarisbawahi, untuk buku yang ngehits, biasanya diperlukan waktu cukup lama untuk akhirnya mendapatkan kesempatan buat baca. Iya, harus antri, sama aja kayak di perpustakaan pada umumnya. Terkadang ada juga yang udah diunduh tapi enggak kebuka, enggak bisa dibaca entah kenapa. 

3. Baca di aplikasi atau platform khusus baca novel dan cerita lainnya

Selain ikut giveaway, booktour ataupun pinjam di perpustakaan digital, kamu juga bisa baca novel di aplikasi khusus baca dan menulis novel seperti wattpad, storial.co, NovelToon, cabaca, NovelMe dan masih banyak lagi yang lainnya. Terkhusus kamu yang suka bacaan romance dan juga cerita dewasa. Iya, seriusan sebagian besar cerita yang banyak penggemarnya ya cerita romance dan kategori dewasa. Sebagian besar juga tulisannya udah banyak beredar di toko buku dalam bentuk cetak tapi biasanya ada tulisannya "sudah dibaca sekian juta di aplikasi xxxx." Dan kalau udah beredar dalam bentuk cetak biasanya beberapa bab dihapus di platform tersebut atau berubah jadi premium.

Tapi ya gengs, walaupun ada platform baca yang enggak berbayar gini, harus hati-hati juga sih, karena di salah satu platform pernah ada kasus yang ngetik ulang dari novel-novel milik penulis lain. Suka ada yang nackal memplagiat. Kalau sekiranya nemu novel yang udah beredar di pasaran dan penulisnya beda, bisa jadi plagiat, bisa direport aja alias dilaporkan.

storial noveltoon wattpad

Ngomong-ngomong, aku juga punya cerita absurd di Wattpad dan storial.co yang belum kelar-kelar hehehe, siapa tahu kamu mau baca juga. Judulnya untuk dikenang dan Kotak Pesan . Tinggal klik aja di bagian judul yang kutulis jikalau kamu ikhlas terhubung ke cerita buatanku.

Gimana-gimana, enggak sulit kan untuk mendapatkan bahan bacaan di zaman sekarang ini secara legal bagi kaum rebahan. Jujur aja, dulu aku pernah unduh beberapa novel dalam bentuk pdf yang katanya dibagikan oleh penulisnya padahal enggak. Enggak lama setelahnya kuberjanji pada diriku sendiri untuk enggak mengulanginya lagi. Ya walaupun sampai saat ini ku masih pakai sistem operasi bajakan sih di laptop, jujur aja. Belum sanggup beli akunya gengs (doain suatu hari nanti sanggup beli sistem operasi yang enggak bajakan) #dilemparsendalsamanetizen ini mah. Ya siapa tahu ada yang teriak "halah, masih pake sistem operasi bajakan di komputer/laptop aja so so an."

Ya udah aku jujur tuh masih pake sistem operasi bajakan di laptop. Namun setidaknya untuk masalah buku bacaan, mp3 ataupun film aku udah gak unduh sembarangan karena udah banyak pilihan lain yang legal. Suka kepikiran juga, siapa tahu disisipi virus gitu file-filenya, was-was juga sebenernya aku sama sistem operasi bajakan yang kupakai saat ini.  Aku tahu kamu mau bilang apa lagi, suruh ganti ke sistem operasi tetangga sebelah kan. Mohon maaf dari zaman sekolah di jurusan TKJ, itu sistem operasi masih belum kumengerti seperti perasaanku terhadap seseorang.
Monster Plastik - Eugenia Rakhma

Monster Plastik - Eugenia Rakhma


monster plastik

Judul Buku : Monster Plastik
Penulis Naskah : Eugenia Rakhma
Ilustrator : Hutami D
Penerbit : Common Room Networks Foundation Bandung
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, 2019
ISBN : 978-602-50405-6-6

Blurb :

Para Kawanan Plastik menyerang kota!
Rakyat menjadi menderita.
Ratu Lita dan para Menteri mencoba menemukan berbagai cara untuk menghadapi Para Kawanan Plastik.
Berhasilkah mereka?

***
Penggunaan plastik dalam kehidupan ini memang bagaikan dua sisi mata pisau ya ibu-ibu, bapak-bapak, oom, tante. Di satu sisi bermanfaat karena mudah dibentuk menjadi beraneka kemasan, dari mulai yang biasa aja sampai yang kemasannya lucu. Jadi kalau mau dibuang kadang rasanya sayang juga. Namun di sisi lain, plastik juga bisa berdampak negatif. Mulai dari mencemari lingkungan hingga menimbulkan masalah kesehatan, itu jika tidak ditanggulangi dengan baik.

Nah, melalui buku seri anak bertanya berjudul Monster Plastik ini, kak Eugenia Rakhma mengajak kita untuk masuk ke dalam ceritanya. Di mana sang tokoh utama, Ratu Lita sedang kebingungan. Bingung karena Kawanan Plastik berubah menjadi monster yang menyerang kota dan pada akhirnya membuat rakyatnya menderita. Ratu Lita tentu saja tak tinggal diam, Ia bersama para Menterinya mencari cara untuk menghadapi mereka. Berhasilkah mereka?


Jawabannya tentu ada di dalam buku ini yang tebalnya hanya 27 halaman saja. Selain dari ceritanya yang menarik menyangkut pertanyaan atau kekhawatiran seputar penggunaan plastik yang dikemas dengan kalimat super ringkas, mudah dipahami. Ilustrasi dalam buku ini  sungguh menunjang sekali untuk membuat kegiatan membaca anak-anak menjadi mengasyikkan. Belum lagi di halaman terakhir, bagian belakangnya ada penjelasan mengenai plastik oleh seorang kimiawan organik. Tentu itu menjadi sumber pengetahuan untuk orang dewasa yang mendampingi anak-anak saat membaca bukunya. Sungguh paket komplit dalam sebuah buku cerita anak dengan tema yang sedang hangat-hangatnya.

Eh ya, satu lagi nih kelebihan dari buku ini. Selain bisa menjawab keingintahuan anak-anak mengenai bahaya penggunaan plastik, kemudian solusi tentang penggunaan plastik. Dalam buku ini juga ada pembelajaran mengenai pentingnya kerjasama lho.

Dari segi covernya, bagiku yang bisa dikatakan masuk usia dewasa ini tentu menarik. Dari warnanya sendiri berbeda dengan buku cerita anak yang sebagian besarnya menggunakan cover berwarna cerah. Tentu saja karena ini ceritanya tentang dampak buru plastik jika tidak ditanggulangi dengan baik. Mereka berubah jadi kawanan monster plastik yang menakutkan dan membuat Ratu Lita yang imut kebingungan. Intinya sih aku suka covernya yang perpaduan abu-abu dengan jingga ini. Rasanya sungguh pas dan menarik untuk diketahui lebih lanjut isinya. Bisa membangkitkan rasa penasaran.

Jadi, kusarankan ibu-ibu, bapak-bapak, om dan tante yang masih bingung ditanya soal perplastikan oleh anak-anak atau keponakannya, bisa banget memboyong buku ini ke rumah. Jadi nanti anak-anak bisa belajar soal plastiknya dengan membaca cerita seru dalam buku ini.
Serunya Launching Buku Aku dan Alam Semesta - DE LARAS

Serunya Launching Buku Aku dan Alam Semesta - DE LARAS

buku aku dan alam semesta

Dua tahun belakangan ini aku beberapa kali membaca buku cerita anak, dan rasanya sungguh menyenangkan. Mungkin karena cerita anak disertai ilustrasi yang menarik. Oleh sebab itu, aku jadi membayangkan bisa membaca buku cerita bersama anak-anakku kelak di masa depan. Tolong biarkan aku yang masih sendiri tanpa tambatan hati ini berimajinasi, walau sungguh ku tak tahu akan ketemu jodoh duluan atau malah ajal duluan. Kan usia enggak ada yang tahu.. Makanya, saat bisa menjadi salah satu dari Kumpulan Emak Blogger (KEB) Bandung yang ikut launching buku cerita anak "Aku dan Alam Semesta," dari mbak De Laras ini, aku yang belum jadi emak-emak ini sungguh bahagia sekali. Soalnya dari judulnya saja udah menarik perhatianku. Membuatku penasaran, terbayang kan kalau alam semesta itu luas, ada banyak hal yang bisa ditemukan di alam semesta. Belum lagi penerbitnya ITB Press. Yang mana terkenal sebagai penerbit buku-buku non-fiksi di bidang ilmu pengetahuan sesuai jurusan-jurusan yang ada di ITB.  Lalu pada kesempatan kali ini menerbitkan buku cerita anak yang masuk dalam kategori fiksi.

Benar saja,  Pak Edi Warsidi selaku Editor ITB Press bilang, kalau buku cerita anak "Aku dan Alam Semesta," ini berbeda dengan yang sudah beredar di pasaran. Buku cerita anak yang langka karena membawa pesan tentang kearifan lokal dan juga ilmu pengetahuan.

launching buku bandung
pak Edi
Selaras dengan pernyataannya Pak Edi, Pak Arief (Ir. Arief Arianto, M.Sc.Agr) yang merupakan rekan mbak De Laras di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada bidang yang sama (perekayasa) sekaligus putra dari Professor Bambang Hidayat pun menyatakan hal yang sama. Buku cerita anak "Aku dan Alam Semesta," ini tak hanya sekadar buku anak-anak. 10 cerita pendeknya ini menjadi inovasinya mbak De Laras dalam bidang pendidikan dan juga ilmu pengetahuan. Jadi setelah membaca buku cerita anak ini, tanpa sadar kita juga sedang belajar. Belajar dengan cara yang menyenangkan termasuk tentang menghitung jarak bintang.

buku cerita anak launching
paling kanan dari layar - pak Arief
Pada setiap cerita dalam buku "Aku dan Alam Semesta," ini pun memiliki pesan untuk disampaikan. Seperti harus memiliki cita-cita dan visi ke depannya mau apa, jadi tidak hanya sekadar berjalan di dalam kehidupan. Soft skill pun harus ditambah. Pengingat banget ya teman-teman.

Hal unik lainnya dari buku cerita ini ada pada bagian mbak De Laras berdiskusi dengan Profesor Bambang Hidayat, seorang Astronom Indonesia dan juga Guru Besar ITB, serta Prof Reini Wirahadikusumah, Rektor ITB terpilih 2020-2025. Fakta yang sungguh membuat aku takjub. Ya gimana, ini buku cerita anak tapi narasumbernya professor. Jadi semakin penasaran kan ingin membacanya sendiri. Apalagi cover depan bukunya ku suka. Cantik.

Baca Juga : 3 Cara Mendapatkan Buku Bacaan Gratis

de laras penulis
Mbak De Laras
Membaca buku cerita anak "Aku dan Alam Semesta," setebal 161 halaman, yang tidak hanya terdiri dari 10 cerita pendek tapi juga memiliki 41 ilustrasi di dalamnya. Di mana inspirasi mbak De Laras dalam membuat buku ini adalah kenangan masa kecilnya bersama sang ayah. Di mana ayahnya mbak De Laras ini menyampaikan cerita tentang bintang kejora saat mengamati fenomena alam di malam hari. Yang kemudian membawa mbak De Laras untuk mempelajarinya lebih jauh dan mendapati fakta bahwa bintang kejora sebenarnya bukan bintang, melainkan planet Venus.

mak elisa koorag
Mak Elisa Koorag
Buku cerita anak "Aku dan Alam Semesta," ini memakan waktu 10 bulan hingga terbit. Dan tentunya tidak hanya berbicara tentang Bintang Kejora saja. Tapi juga dipadukan dengan cerita mengenai anak Indonesia dan alam semesta serta lingkungan ... yang tentunya harus dijaga dan dipahami. Inilah 10 judul cerita di dalamnya :

1. Venus, Kejoraku
2. Aku, Sang Pemburu Koin dari Huta
3. Bahari, Anak Suku Laut yang Pemberani
4. Jarak Bintang Dari Kaki Gunung Bromo
5. Mira, Penenun Muda dari Sumba
6. Otto Mengkudu
7. Ronggur, Sang Calon Nahkoda
8. Teh Pagi dan Pelangi
9. Eyang Jati Tempe
10. Harumnya Secangkir Kopi Aki

Ilustrasi yang terdapat dalam buku "Aku dan Alam Semesta," ini merupakan hasil karya mak Tanti Amelia. Yang mana mak Tanti menggambarnya secara manual, bukan digital. Hasil ilustrasinya pun ditayangkan dalam bentuk slide selama acara berlangsung, dan aku suka banget, betah mataku ini memandangnya. Dalam proses pembuatannya sendiri, mak Tanti sempat mengalami yang namanya revisi. Gambar dicorat-coret oleh Professor Bambang. Sudah seperti mengerjakan skripsi duh bang. Kemudian ada juga gambar yang masih berbentuk sketsa namun justru terpilih untuk melengkapi cerita dalam buku ini.

mak tanti amelia
Mak Tanti
Dalam sesi bedah buku oleh Kang Ali Muakhir dari Ferum Lingkar Pena, aku mendapatkan ilmu seputar menulis buku anak. Kang Ali bilang, dalam menulis buku cerita anak itu, yang harus diperhatikan pertama kali bukan tentang kontennya, tapi target pasarnya. Karena ide-ide penulis yang akan dituangkan itu kalau salah target pembacanya, maka ide atau pesan tersebut tidak akan sampai. 

Selain itu, sebuah fiksi yang baik itu adalah fiksi yang inspiratif, sesuai target pembacanya, tidak mengandung unsur negatif (perundungan, sara, pornografi). Lalu, cerpen anak harus fokus pada satu masalah/gagasan. Disertai kalimat yang mudah dipahami. Kalimat yang bisa dibaca dalam satu tarikan napas. Caranya supaya kita tahu kalimatnya bisa dibaca dalam satu tarikan napas itu bisa dirasakan ketika kita menulis satu paragraf, kita merasa capek atau tidak membacanya.

kang ali muakhir
kang Ali
Menurut kang Ali sendiri, membaca buku "Aku dan Alam Semesta ini," rasanya tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tapi juga serasa travelling ke Jawa, NTT, dan juga Medan. Di mana kota-kota tersebut menjadi latar ceritanya. Lalu, cerita-ceritanya berfokus pada lingkungan hidup dengan target usia pembaca akhir - Pra remaja. Sekitar kelas 4-6 SD. Namun, untuk dibaca oleh semua umur pun tidak masalah.

Baca Juga : Monster Plastik

mak efi fitryyah
Mak Efi
Acara Launching buku cerita anak "Aku dan Alam Semesta," ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB di Perpustakaan Nasional ITB - Jl. Ganesha, Bandung. Acara yang berlangsung hangat dan seru tidak hanya dari narasumbernya tapi juga pembawa acaranya yaitu Mak Elisa Koorag dan juga sambutan dari Makmin Efi Fitriyah. Ditambah keseruan para tamu undangan yang hadir dan aktif bertanya disesi tanya jawab. Psst, bukan cuma dari KEB Bandung aja, tapi ada juga dari komunitas Forum Lingkar Pena, Hayu Maca dan tamu undangan lainnya.

hantu kartika

Selain diliput oleh MQTV dan juga Harian Pikiran Rakyat. Acara ini juga didukung oleh Faber Castell, Red Doorz, Dunkin Donuts, Tiara Book Store, Kumpulan Emak Blogger, dan Haris Hotel Bandung. Acara ini juga menjadi penutup bulan Novemberku yang berkesan. Banyak ilmu yang didapatkan dari acara ini. Terima kasih kuucapkan terutama pada mbak De Laras dan KEB yang memberikanku kesempatan untuk bisa hadir di sana.

cerita anak dan alam semesta
sumber gambar : blog mbak De Laras
Sebelum menutup blogpostku kali ini, aku ingin bilang, mbak De Laras sungguh menginspirasiku untuk tetap produktif dan memberikan manfaat melalui apa yang ditulis. Bagaimana tidak, di tengah kesibukkan sebagai Perekayasa di BPPT, seorang ibu tiga anak dan juga seorang istri. Mbak De Laras tetap produktif menulis di blog pribadinya. Kemudian melahirkan belasan buku antologi, dan 8 buku solonya. Buku kedelapan ini bahkan melibatkan diskusi dengan narasumber seorang Astronom Indonesia. Ya, buku cerita anak "Aku dan Alam Semesta."
Petualangan Seperempat Abad - Haris Firmansyah

Petualangan Seperempat Abad - Haris Firmansyah

Petualangan Seperempat Abad Haris Firmansyah merupakan personal litelature seputar kehidupan penulis dalam pekerjaan dan asmara

Judul : Petualangan Seperempat Abad
Penulis : Haris Firmansyah
Editor : Dion Rahman
Penata Letak : Kum@rt Fitriani Latifah
Desainer Sampul : @hhonhon
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
ISBN : 978-623-00-0391-2
Tahun Terbit : 2019
Tebal : vi + 174 hlm
Harga Pulau Jawa : Rp. 50.000
Kategori : Personal Literature 15+

Blurb :

Bagi orang-orang kebanyakan, usia dua puluh lima berarti sudah punya pekerjaan tetap dengan gaji lumayan. Bisa ngopi siang-siang di Starbucks tanpa mikirin besok makan sama apa meski punya cicilan mobil sama KPR. Punya pasangan yang bakal mengisi rumah impian yang siap sedia memasakkan makan malam yang lezat, dan sosok yang bakal mengisi jok sebelah sambil mendengarkan curhatan-curhatan mumet selama di kantor.

Iya, itu curhatannya orang-orang. Sebenarnya gue juga orang, tapi sayangnya belum mengarah ke sana. Boro-boro. Status di kantor masih pegawai kontrak, rumah masih numpang di orangtua, baru saja diputusin sama calon istri minggu lalu gara-gara gue belum semapan yang dibayangkan. Dan sekarang gue sedang berusaha menemukan diri gue dalam menghadapi quarter life crisis di usia yang sekarang.

***
"Namun, itu hanya rencana indah, kenyataannya gue kebanyakan tidur siang dan mimpi indah." Hal - 26

Haris, di usianya yang memasuki seperempat abad dalam buku ini mengaku selalu menulis resolusi setiap tahunnya. Termasuk resolusi untuk bisa liburan ke luar negeri karena merasa terpengaruh oleh buku bacaannya selama ini. Sebagai lulusan SMK jurusan Listrik yang akhirnya melanjutkan kuliah D2 di jurusan komputer akuntansi.


Perpindahan jurusan yang berbeda ini dijadikan sebagai bahan olok-olok oleh teman sekelasnya semasa kuliah. Setiap ada kerusakan barang elektronik, semua menunjuknya untuk memperbaiki. Padahal, walaupun sekolah di jurusan Listrik, Haris lebih banyak membaca novel dan komik hingga akhirnya bermimpi menjadi penulis seperti idolanya daripada bercita-cita jadi pegawai PLN.

"Namun, semua sudah terjadi. Sebagai seorang manusia, seharusnya gue nggak boleh menyesali apa yang sudah terjadi. Sekarang yang harus gue lakukan adalah menjalani peran dengan ikhlas." - Hal 59

Haris baru mulai memiliki pacar saat masuk bangku perkuliahan. Dia mengantar jemput pacarnya naik angkot di depan gang rumah pacarnya, karena hubungan mereka termasuk dalam kategori backstreet. Bahkan sampai Haris bermotorkan motor pilihan orangtuanya pun, dia tetap belum bisa dipertemukan dengan orangtua sang pacar.

Berkali-kali masuk ke tahapan hubungan ke jenjang serius karena merasa cocok satu sama lain, sayangnya jenjang serius itu tak hanya melibatkan dua orang yang saling mencintai saja, tapi dua keluarga di dalamnya. Jadi ...

Blurb Petualangan Seperempat Abad Haris Firmansyah ini adalah sinospsis pada bagian cover belakang buku

Selaras dengan kisah cintanya yang enggak berjalan mulus, pun tentang mendapatkan pekerjaan. Banyak rintangannya hingga ketika sudah nyaman dengan sebuah posisi pekerjaan pun, dia harus mengambil sebuah keputusan yang cukup berat, apalagi setelah dikompori seniornya untuk resign. Kompor yang pada akhirnya punya maksud terselubung.
Bagian yang so sweet sekaligus so sad : kepada kekasih gue saat itu, gue menunjukkan calon hunian kami berdua via video call. "Ini rumah masa depan kita," ucap gue sembari menyoroti isi rumah yang terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi. "Satu kamar bisa kita isi dengan buku-buku koleksi kita yang banyak. Biar impian kamu punya perpustakaan pribadi terwujud." --- ceweknya menanggapi dengan girang.
Haris juga menceritakan seputar perjalanannya menjadi penulis cerita komedi, cerita tentang temannya dan juga cerita tentang memelihara tuyul dalam bentuk sinetron dengan gaya bertuturnya yang khas.


*** 
"Mungkin rezeki seseorang memang mengikuti selera humornya : receh." -  Hal 138

Buku yang masuk ke kategori personal literature dengan tagline : sebuah cerita komedi ekonomi ini memiliki cover yang buat aku pribadi sih mengundang banyak tanya. Ada hubungan apakah Haris yang mukanya datar itu dengan anak-anak berseragam SMA, termasuk Dilan.

Lalu Spiderman dan Chef Juna. Kalau Tuktuk, dan lainnya yang berkaitan dengan Thailand sih setidaknya ku pernah lihat postingan instagramnya, karena kebetulan jadi salah satu followersnya.

Tapi setelah baca semua halamannya sampai tuntas, akhirnya kupaham apa peran para pengisi cover depan. Walaupun ku lebih suka bagian cover belakang yang Harisnya sama Gajah *eh.

Buku dengan cover depan-belakang yang dominan putih dan biru muda, seolah-olah langit ini memiliki 12 bab di dalamnya. Dari mulai bab tentang resolusi, pendidikan, pertemanan, karir, dan percintaan yang semuanya bisa dibilang ada sangkut pautnya dengan perekonomian.

Sesuai dengan latar belakang Haris yang seorang Sarjana Ekonomi. Walaupun alasan kenapa dia memilih jurusan ekonominya itu bagiku sungguh menggelitik.


Lewat buku ini, aku bisa merasakan banyak rasa. Dan kurasa kamu pun akan merasakan hal itu saat membacanya. Iya, walaupun tertulis sebagai cerita komedi, saat kamu membaca ini, tak hanya tawa saja yang akan datang. Lebih dari itu, akan ada perasaan turut bersedih, merenung dan termotivasi dengan petualangannya Haris selama seperempat abad.

Cocok deh buat dibaca kamu yang mungkin saat ini berada memasuki masa quarter life crisis. Entah itu masalah pekerjaan yang belum tetap, belum mapan, lalu percintaan yang enggak berjalan dengan mulus karena banyak faktor padahal udah ada niatan ke jenjang yang serius, ataupun butuh motivasi untuk mengatur waktu dengan passion.

"Kalau kita minder dan nggak percaya diri dengan karya kita, bagaimana bisa kita berharap orang lain akan menyukainya." - Hal 70

Secara keseluruhan aku suka isi dari Perjuangan Seperempat Abadnya Haris Firmansyah ini. Karena kebetulan ku memang udah suka dengan tulisan komedinya yang tersebar di blognya sendiri, media online macam mojok.co, voxpop.id . Apalagi di buku ini banyak pesan moralnya dan kalimat-kalimat yang bisa kukutip.

Silakan lanjutkan membaca ini sampai habis untuk melihat kutipan lainnya. Dan jadi tahu juga soal kebiasaan cewek yang ternyata cowok juga punya. Dan gimana perasaan cowok saat ceweknya meminta mengakhiri sebuah hubungan dan lebih memilih cowok lain.

Cuma ada satu sih yang ku kurang begitu suka, ada beberapa artikel komedi yang nangkring di halaman belakang. Soalnya kalau dalam bentuk buku, aku lebih suka lebih banyak porsi cerita personalnya daripada ditambahkan beberapa artikel yang pernah ditulis dan udah tayang di media. Dan akan semakin menarik kalau disertai ilustrasi di dalamnya deh. Serius! Mungkin ini hanya soal selera ya gengs!

 ***
Kutipan yang kurasa akan menamparmu juga !!!

"Semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan Tuhan. Bahkan kita sendiri saja bukan milik kita. Bagaimana mungkin kita tidak bisa ikhlas dengan apa yang sudah terjadi?" - Hal 66
 
"Sebab jika kamu menyukai suatu pekerjaan, kamu akan selalu bisa meluangkan waktu untuk melakukannya dengan senang hati." - Hal 71

"Padahal lelaki yang punya kasih sayang tulus nggak bakal membiarkan perempuannya bersusah hati." - Hal 113

"Apa pun cita-cita gue sewaktu kecil, ketika sudah dewasa, rasanya gue pengin kembali menjadi anak kecil saja. Dunia orang dewasa begitu rumit dan membingungkan. Hidup di dunia yang penuh tekanan, sama sekali nggak gampang." - Hal 122

"Impian gue dikabulkan ketika gue hampir melupakannya. Mungkin keinginan gue yang lain pun akan begitu. Mimpi-mimpi gue bisa saja terwujud di masa depan. Saat sudah tiba masanya." - Hal 140

"Nggak ada tempat yang sepenuhnya aman. Zona nyaman itu nggak ada. Begitu pula quarter life crisis ... Hidup akan terus menguji manusia sampai kapan pun dan tidak pandang umur ... apa yang nggak membunuh kita, itulah yang menjadikan kita lebih kuat." - Hal 141 

***
Eh ya, yang mau bawa pulang bukunya gratis bisa meluncur ke instagramku @gemaulani.  Atau ke twitterku @gemaulani juga. Ada giveawaynya yang berlangsung hingga tanggal 12 Desember 2019 jam 23.59 WIB. Good luck :)

Ketika Kribo Mengenakan Jilbab  - Nuniek KR

Ketika Kribo Mengenakan Jilbab - Nuniek KR


Ketika Kribo Mengenakan Jilbab Nuniek KR adalah novel remaja yang religius dan banyak pembelajarannya

Judul : Ketika Kribo Mengenakan Jilbab
Penulis : Nuniek KR
Penyunting : Muhammad Hakim
Desain Sampul : Sulistyo
Penata Letak : Neni Yuliati
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Tahun Terbit : 2018
Jumlah halaman : 187
Ebooknya tersedia di : ebooks.gramedia.com

Blurb :

Jasmine yang akrab dipanggil Juju berambut kribo, sedikit pembangkang, agak nyeleneh, dan galak! Ketika masuk SMA, ia memutuskan memilih sekolah yang sama dengan Syamil, cinta pertamanya. 

Eh tak tahunya, ia pun kepincut cowok remaja mesjid yang alim dan ganteng - Khafi. Demi menarik perhatian Khafi, Juju sampai bela-belain jadi anak alim dengan menggunakan jilbab. Tapi, karena rambutnya yang kribo, Juju malah terlihat aneh dan diolok-olok sebagai alien oleh Hasna - si remaja mesjid cantik yang juga naksir Khafi.

Sakit hati dan kecewa, Juju kemudian memutuskan kembali menjadi dirinya yang preman serta ditakuti semua orang. Tetapi kenyataan yang ia temukan antara Syamil si bocah bakpau, Khafi si ganteng alim, dan dirinya membuat mata hatinya terbuka lebar. Ia mulai menyadari bahwa jilbab bukan untuk menarik perhatian, jilbab adalah jalannya untuk menemukan jati dirinya. Lalu bagaimana dengan kisah cintanya? Siapa yang paling membekas di hati Juju, Syamil atau Khafi?

***
Jasmine aka Juju, cewek bertubuh tinggi, kurus, rambut kribo dan berwajah manis. Sayangnya karena tingkahnya yang nyeleneh, super iseng, galak, lebih ke arah preman itu membuat semua orang, terutama teman-teman SMP nya takut padanya.

Hanya ada satu orang yang tak pernah membenci Juju sekalipun sering dikerjai. Cowok bertubuh gemuk, dengan kulit pucat, dan islami bernama Syamil. Teman satu kelasnya yang dipanggil Juju sebagai Bocah Bakpau.

Sayangnya, saat kelas 9, Syamil tiba-tiba pindah sekolah. Dan Juju jelas merasakan kesedihan dan kekecewaan. Bahkan di hari perpisahan dengan Syamil, Juju memberikan kenang-kenangan tak terduga untuknya. Alih-alih marah, Syamil justru tetap tersenyum. Dan Juju membenci hal itu. Juju benci perpisahan.


Setelah setahun dilaluinya tanpa Syamil, Juju akhirnya memutuskan untuk masuk SMA favorit di provinsi sebelah dan berbasis nilai islam. Karena Juju yakin Syamil akan sekolah di sana. Walaupun cenderung berjiwa preman, Juju merupakan anak yang cerdas. Dan itu menolongnya untuk masuk ke SMA tersebut.

Di hari pertama MOS, Juju sudah ditandai oleh beberapa senior perempuan karena dia tak mengenakan jilbab sesuai peraturan sekolah. Tapi Juju tetaplah Juju, dia tetap pede dengan rambut kribonya itu. Di hari kedua malah diwarnai merah muda. Dan dia bertengkar dengan salah seorang peserta MOS. Tapi berakhir jadi teman.
Lebih menjijikkan lihat orang yang muka dua kak, di depan cowok  cakep lembut manja kayak malaikat, di belakang kayak setan, sombong, munafik ... Hal 69
Selain ditandai oleh senior, Juju juga bertemu dengan senior cowok bernama Khafi. Cowok remaja mesjid yang ganteng dan ditaksir banyak cewek termasuk Hasna yang sama-sama remaja mesjid. Demi menarik perhatian Khafi, Juju belajar mengenakan jilbab. Bukan jilbab sih, Juju lebih ke mengenakan scarf. Yang berakhir dia disebut alien karen rambutnya yang memanjang ke belakang akibat penggunaan hairnet.

Sejak hari itu Juju pun berkata tak mau menggunakan jilbab lagi dan kembali pada tujuan utamanya sekolah di provinsi yang berbeda,. Ya, Juju kembali mencari Syamil. Hingga dia dipertemukan dengan kejadian-kejadian yang tak terduga. 
Cakep itu bukan kurus - Hal 135
***
Jujur aja, aku tertarik pertama kali mau baca novelnya teh Nuniek yang berbentuk e-book ini karena judulnya. Ya gimana, menarik gitu kan, bikin penasaran gimana caranya orang berambut kribo pakai jilbab. Dan apa iya cuma karena seorang cowok alim doang berjilbabnya. Semua pertanyaan yang menggelayuti pikiranku pun terjawab tuntas. 

Aku suka karena penulis membuka rahasia mengapa Juju jadi pribadi yang sedemikian preman begitu. Suka juga karena mengangkat hal-hal yang nyatanya ada di kehidupan sehari-hari. Macam seragam sekolah perempuan yang masih ketat meskipun berjilbab, yang sudah berjilbab lebar pun nyatanya masih ada yang suka nyinyir dan ya begitulah dengan berbekal kata "saling mengingatkan."


In the real life yang begitu pan banyak. Enggak heran banyak warganet yang sering bilang jangan salahkan jilbabnya.
Melanggar kata-kata sendiri tentang keengganan berada di jalan yang semestinya bukan menjilat ludah sendiri - Hal 158
Aku menikmati setiap lembar cerita yang menggunakan alur maju ini. Kadang-kadang senyam-senyum sendiri akibat tingkah polahnya Juju dan spekulasinya terhadap Khafi maupun Syamil.

Dalam novel teenlit ini kita diajak untuk membuka mata, hati dan pikiran tentang proses seseorang berhijrah, terutama perempuan. Saat di mana mengenakan jilbab itu haruslah berasal dari hatinya, bukan dari keterpaksaan apalagi niatan untuk mendapatkan sesuatu. Dan godaannya pun sungguhlah tidak mudah. Cuma ku masih sedikit bingung kenapa rambutnya Juju ini kadang disebut kribo kadang disebut afro.
Islam itu damai, islam itu indah, islam itu mengajak seseorang berubah ke jalan yang lebih baik dengan cara yang lembut, halus dan tak menyakiti siapapun - Hal 139
Aku kaget sekaligus suka sama endingnya sih. Enggak menduga aja akan seperti itu. Karena penulis berhasil mematahkan insting menebak-nebakku di tengah ceritanya. Jadi membuat aku enggak yakin gitu sama tebakanku. Eh ternyata beneran dong. 

Pesan moralnya juga banyak nih dari novel teenlit ini. Mulai dari kalau mau diperhatikan orang itu enggak harus dengan cara menyebalkan. Terus lebih menghargai sesama, jangan memaksakan kehendak dan merasa diri sendiri udah sempurna. Dan, masa remaja memang masa puber, tapi masih banyak yang lebih penting dibandingkan urusan percintaan. 
Memetik Banyak Hal dari Kisah Dilan dan Milea

Memetik Banyak Hal dari Kisah Dilan dan Milea

"Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang!"

Kamu udah kenalan belum sama Dilan-Milea dari Pidi Baiq? Aku rasa sebagian besar udah kenalan, termasuk kamu mungkin yang enggak sengaja terdampar ke sini salah satunya. Minimal udah nonton filmnya, atau jangan-jangan punya koleksi novel triloginya?
Kalau aku, aku baru kenalan lengkapnya beberapa hari lalu melalui iPusnas. Karena di iJakarta stoknya habis, antriannya banyak pisan. Enggak tahu kenapa dari dulu merasa penasaran sama Dilan-Milea ini gara-gara kutipan yang disebar teman dan kalimatnya terasa ajaib, enggak biasa menurutku. Dan tentu saja aku suka. 

Dilan, dia adalah Dilanku Tahun 1990.
Aku juga sempat baca separuh yang Dilan, dia adalah Dilanku Tahun 1990, tapi pas ke toko buku malah beli yang lain. Terserah kau mau berpikir aku bagaimana, mau bilang apa. Karena ya ini aku, kadang suka tergoda dengan yang baru kulihat walau sudah ada yang kutandai.

"Milea, kamu cantik. Tapi, aku belum mencintaimu, enggak tahu kalau sore. Tunggu aja."

Nah, dengan kalimat-kalimat ajaib dan gaya bercerita yang ringan, asyik dan kisah yang manis dengan setting waktu tahun 1990 di Bandung, aku enggak perlu waktu lama untuk menamatkannya. Belum lagi puisi-puisi Dilan yang dicantumkan Milea membuatku ikutan jatuh cinta pada sosok Dilan.

"Jangan rindu, berat. Kamu tidak akan kuat, biar aku saja."

Dalam buku pertama, di mana Dilan lagi pedekate ke Milea, ini benar-benar membuatku ingin diperlakukan sebagaimana Milea. Diperlakukan dengan cara yang enggak biasa. Mungkin kalau ditarik ke zaman sekarang, bakal unik dan seru juga. Dari mulai diramal, tiba-tiba datang ke rumah membawa undangan, cokelat yang dititipkan ke tukang koran juga petugas pln, disamperin ke kelas, sengaja pindah barisan, bilang suka tapi enggak langsung ke orangnya malah ke cowok yang juga posisinya suka ke Milea, hadiah ulang tahun TTS yang udah diisi, dan dibawain tukang pijit pula. Kemudian ditelpon dengan percakapan yang enggak membosankan kayak ditanya, "lagi apa, udah makan atau belum." 

"Aku sakit. Mungkin karena kecapean. Meski bingung capek karena apa. Enggak tahu, lah, dokter bilang begitu. Jangan berdebat, nanti jadi malah tambah sakit. Udah, percaya aja."

Semua serba enggak biasa. Dan lebih enggak biasanya lagi karena Dilan punya jabatan panglima tempur di geng motornya. Tapi di sinilah menurutku, kisah keduanya semakin menarik. Ditambah para penghalang macem Beni, Anhar, Susi, Nandan, dan Kang Adi. Belum lagi peran kedua orangtua mereka yang menurutku oke. Termasuk bagaimana Milea (si pemakan lumba-lumba) berkenalan dengan bundahara nya Dilan. Semua pas pada porsinya membuat kisah Dilan & Milea di buku pertama jadi membekas di hati dan pikiran. Lalu penasaran dengan kelanjutannya.

Dilan 2, dia Adalah Dilanku Tahun 1991

"Kalau kamu bohong, itu hakmu. Asal jangan aku yang bohong ke kamu."

Di buku kedua ini, cerita tentang Dilan-Milea yang sudah jadian di warung bi Eem dengan proklamasi jadian bermaterai walaupun kemudian ... . Setelah jadian, tentu saja enggak serta merta semuanya jadi lebih indah, lebih mudah, dan lebih manis. Karena nyatanya jadian enggak seindah pedekate. Udah lah minta dilamar aja daripada diramal. Tokoh penghalangnya pun bertambah. Belum lagi Milea yang berubah jadi orang yang sebagian kecil kalau udah jadian jadi mengekang dan mudah emosian atas dasar rasa sayang. Nanti, kamu jangan begitu ya.

"Ah, aku bersyukur punya ibu yang berpikiran terbuka. Aku bersyukur punya ibu yang bisa melihat lebih dari satu cara pandang di dalam menilai sesuatu. Aku bersyukur punya ibu yang bisa menerima orang lain tanpa banyak prasangka dan tidak asal menilai."

Jujur, aku lebih suka buku pertama di mana ada lebih banyak kebahagiaan sekaligus kerumitan yang seimbang. Di buku kedua ini, walaupun ada bahagianya, apa yang diceritakan Milea lebih banyak sedihnya, lebih banyak membuatku jadi pengin ikutan nangis. Apalagi pas Akew kemudian bu Rini meninggal. Aku turut kehilangan. 

"Memang tidak salah untuk berharap, tapi aku harus tahu kapan berhenti! Aku tidak bisa terus menjalani hidupku dengan terjebak di masa lalu."

"Aku mencintaimu, biarlah, itu urusanku. Bagaimana engkau kepadaku, terserah, itu urusanmu!"

Milea, suara dari Dilan

"Hidupku adalah ceritaku. Diriku adalah diriku, baik ketika sendiri atau ketika bersama orang lain. Aku tidak tertarik untuk mengubah seseorang agar sama dengan diriku, dan jangan ada yang mengubah diriku agar sama dengan dirimu."

Dalam buku ketiga kisah Dilan-Milea yang dikisahkan oleh Dilan yang enggak seniat Milea karena katanya enggak punya waktu buat nulis sendiri. Boleh dikatakan kalau menurutku, ini hanya penyempurnaan dari apa yang kurang jelas dari Milea. Dari apa yang sebenarnya Dilan rasakan padanya pada saat itu tapi ada beberapa yang Lia enggak tahu.

"Semuanya akan tua, semuanya akan mati, kamu juga."

Walaupun kalimat eh narasinya lebih panjang ketimbang percakapannya, beda sama versi Milea, tapi tetap saja aku penasaran menyelesaikan kisah Dilan-Milea versi Dilan ini. Karena dari sini aku jadi tahu ada banyak sekali kebenaran yang terlewatkan oleh keduanya. Ada soal Gunar dan Chika yang nama panjangnya unik. Juga soal Milea yang diam-diam belajar membuat puisi seperti Dilan.

"Katanya, bukan nama kampusnya yang harus dijunjung, tetapi ilmu pengetahuannya yang harus disebarkan. Ini menjadi bukan tentang apa yang kau miliki, tetapi tentang apa yang kau lakukan di manapun berada!"

Selain narasi yang lebih panjang, buku ketiga ini pun banyak kata dan kalimat yang agak menganggu. Semacam, katanya. Lalu "seperti yang sudah Lia jelaskan dibuku sebelumnya." Otomatis beneran harus baca keduanya baru ke sini.

"Dan sekarang, yang tetap di dalam diriku adalah kenangan, disanalah kamu selalu."

Film Dilan 1990

Ketika membaca sebuah novel, atau cerpen, maka dari situ ku akan membayangkan seperti apa tokohnya. Tentu saja termasuk Dilan, Milea, dan seluruh tokohnya. Kamu juga begitu, bukan? Jika iya, maka kemungkinan sosok hasil membayangkannya akan berbeda. Dan itu biasa, bukan? Maka jika diangkat ke layar lebar dan pemerannya tak sesuai ekspektasimu. Ya udah terima saja.

Jujur nih, aku lebih suka ketiga bukunya daripada filmnya. Bukan, bukan karena pemeran tokoh-tokohnya. Karena jujur juga, film ini menghibur, membuatku tersenyum oleh Dilan & Milea. Dan OST nya enakeun. Bedanya, ada beberapa bagian yang jadi kurang. Gantung gitu. Kayak perannya Wati, Kang Adi, Airin, Disa, dll. Itu menurut pendapatku, jika berbeda denganmu harap dimaklumi. Karena seperti yang dikatakan Milea dan Dilan di bukunya masing-masing soal beda pendapat itu intinya gak pa-pa dan tetaplah saling menghormati perbedaan pendapat itu.

Terakhir,

Banyak hikmah eh pembelajaran dari kisah Dilan-Milea ini. Bukan sekadar romantis ala Dilan yang enggak biasa. Tapi ada juga bagaimana tentang menjunjung solidaritas persahabatan. Tentang menghargai wanita. Tentang bagaimana orangtua mengajarkan nilai-nilai baik, memberikan kasih sayang dan tidak langsung menghakimi sang anak atas apa yang diperbuatnya. Lalu jangan menyelesaikan masalah dengan berantem apalagi menyimpan dendam dan berniat balas dendam. Jangan sampai amarah membuat orang lain kehilangan nyawanya padahal korban salah sasaran.

Dari kang Adi pun ada yang bisa dipetik. Jangan jadi manusia yang memuji-muji diri sendiri karena itu malah membuat orang lain males sama kamu. Dan janganlah jadi menyebalkan kayak Beni, Anhar, Engkus, Yugo, Susi, Pak Edy apa Dedi kok aku lupa.

Dan Dilan pun, ada hal-hal baik yang bisa ditiru darinya. Walaupun anak geng motor pada zamannya dan berstatus panglima tempur, dan ke sekolah cuma bawa buku satu. Setidaknya Dilan tetap rangking di kelasnya, bisa terpilih mewakili cerdas cermat dari kelasnya walaupun dia enggak niat jadinya. Dilan juga rela mengerjakan tugas Milea.

Dari Dilan-Milea juga, kujadi semakin diingatkan soal porsi masa lalu. Jangan sampai terjebak di sana. Tapi jangan pula ditolak karena ya bisa jadi pembelajaran. Dari mereka juga ku diingatkan untuk jangan berprasangka sendiri, jangan menganggap apa yang terlihat sebagai jawaban tanpa berusaha mengorek keterangan dari orangnya langsung. Supaya enggak terjadi kesalahpahaman dan kesimpangsiuran info yang berujung sama-sama masih sayang, masih mengharapkan tapi mengira orangnya udah move on.

Kata Dilan, jangan datang kepada wanita untuk membuatnya mau, tapi datanglah untuk membuatnya senang. Dan kuberharap kelak menemukanmu yang begitu, bisa membuat senang, tenang, nyaman, menghargai wanita ditambah menjadi suami dan seorang ayah yang bertanggungjawab, menafkahi keluarganya dengan baik dan benar.

Dan jikalau ada yang masih suka ribet nanya kapan nikah? kapan nyusul? kupunya jawaban baru dari Apud yang diceritakan Dilan. Jawabannya adalah "itu rahasia Allah."

Sekian.

Ket : gambar merupakan hasil tangkapan layar dari iPusnas.