3/14/2016

Inikah Rasanya Pingsan dan Penyebabnya

Kalau boleh jujur, aku menyesal udah bertanya-tanya gimana sih rasanya pingsan itu. Karena rasanya benar-benar enggak enak banget, apalagi saat aku udah tahu gejala sebelum tak sadarkan diri secara mendadak ini. Bawaannya was-was aja, terutama kalau lagi pergi sendirian. Antara takut enggak ada yang menolong, atau takut enggak bisa pulang sendiri ke rumah. Kan repot harus minta jemput, mending kalau jaraknya dekat. Jadi, sebisa mungkin sebelum kesadaran hilang, aku punya cara sederhana biar enggak sampai terjatuh di mana aja. Tapi sebelumnya mau kilasbalik dulu.

Ini bermula saat aku duduk di kelas IX. Hari itu ujian praktek olahraga. Ujiannya mengelilingi sebuah lapangan sepak bola yang jaraknya enggak begitu jauh dari sekolah. Aku lupa berapa kali putaran, yang pasti seluruh badan pegal-pegal terutama bagian paha dan kaki. Hal yang biasa sih sebenarnya, apalagi untuk aku yang olahraganya seminggu sekali di sekolah. Enggak ada yang aneh kan, oh jelas belum ada. Hingga keanehan itupun terjadi.

inikah rasanya pingsan
Gambar oleh StockSnap dari Pixabay

Dalam perjalanan kembali menuju ke sekolah, aku berjalan lebih dulu dibanding teman-teman lainnya. Jaraknya cukup jauh, karena aku ingin segera tiba di sekolah. Perasaan mual, pusing disusul keringat dingin pada sekujur tubuh mulai menghampiri. Tapi aku tetap memaksakan diri untuk segera sampai ke sekolah. Di jalan setapak yang enggak jauh dari salah satu SMA Negeri, penglihatanku mulai kunang-kunang, sejurus kemudian menjadi kuning. Benar-benar kuning, dan sisanya hitam untuk pohon, bangunan dan orang. Semacam langit berubah dari biru jadi kuning. Aneh!
 
Kepala terasa berat. Oh jangan ditanya, benar-benar berat, perut juga makin terasa mualnya seperti diaduk-aduk. Aku enggak sanggup lagi, terduduk lha di jalan setapak, kemudian dibantu dua orang teman perempuan untuk melanjutkan perjalanan kembali ke sekolah. Pemandangan menguning itu berubah jadi gelap total saat udah sampai di depan gerbang sekolah. Kenapa aku bisa tahu udah sampai gerbang, karena kedua teman emosi saat seharusnya kita masuk, eh dari dalam rebutan mau pada keluar mumpung gerbang sedikit terbuka di jam istirahat. Terasa kok mereka sedikit nabrak-nabrak. Maklum ya, di SMP ku dulu, kalau mau jajan di depan gerbang ya enggak boleh keluar seharusnya. Sebelum berhasil masuk, kalau enggak salah dikasih minyak kayu putih dulu, diolesin ke hidung sedikit.

Setelah masuk ke lingkungan sekolah, aku enggak ingat apa-apa, kecuali saat akan turun tangga menuju kelas. Iya, saat itu penglihatan kembali normal. Aku bisa melihat tangan kiri dan kanan dipegangi teman di atas pundak mereka masing-masing. Perasaan mual dan keringat dingin pun udah hilang. Jadi, mungkin itulah rasanya pingsan. Walaupun ya aku berarti masih bisa berjalan. Karena kalau enggak jalan pasti udah dibopong atau digendong.

Arti kata pingsan


Kalau ditelusuri di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pingsan ini mempunyai dua suku kata ping-san. Sebuah kata kerja yang artinya tidak sadar, tidak ingat. Sementara dari portal atau situs tentang kesehatan, pingsan ini adalah suatu kejadian saat seseorang tiba-tiba kehilangan kesadaran untuk sementara waktu. Secara medisnya disebut sebagai sinkop dan disebabkan karena melambatnya aliran darah menuju otak secara mendadak, jadi otak enggak dapet suplai oksigen yang cukup.

Setelah kejadian yang pertama itu, aku enggak mengalaminya lagi. Sampai saatnya tiba di kelas XI, saat aku turut serta dengan kakak untuk berbelanja baju lebaran. Entah itu h- min berapa, aku tanggal pastinya, yang jelas pusat perbelanjaan udah penuh sesak. Terutama yang di sekitaran alun-alun Bandung. Mungkin karena lelah setelah berkeliling di Ciwalk dan dilanjutkan ke Plaza Parahyangan ... aku merasakan kembali hal yang sama saat kakak sedang memilih celana jeans.

Baca Juga : Tips Berburu Baju Lebaran Anti Pingsan

Aku berdiri di dekatnya dengan kepala yang udah pening, terasa mual dan keringat dingin mulai membasahi wajah. Mata mulai berkunang-kunang saat kakak mengajak beralih ke toko yang lain. Aku masih mengikutinya dari belakang sampai keadaan di sekitar menguning. Ingin berteriak memanggil kakak namun rasanya tenggorokan terasa tercekat, sulit mengeluarkan suara. Akupun terbawa arus pengunjung yang lain dari arah belakang, terus berjalan hingga semua terlihat menghitam dan aku menabrak beberapa orang di depanku sebelum akhirnya terduduk lemas di lantai. Saat penglihatan pulih, aku sudah di gendong pak satpam. Dibawa ke pintu keluar. Hingga kakak datang sambil ngomel-ngomel karena khawatir. Akhirnya disuruh minum dan puasa pun batal.

puaing tak sadarkan diri

Gejala


Setiap orang bisa memiliki gejala yang berbeda-beda sebelum akhirnya tak sadarkan diri. Mulai dari mengantuk, menguap, mual, cemas, bernapas dengan cepat, tiba-tiba berkeringat dingin, limbung, pusing, pandangan mengabur, telinga berdenging, sakit kepala hingga jantung berdebar. Namun ada juga tentunya yang enggak merasakan semua gejala itu, tapi langsung pingsan. Sementara aku, hampir semua gejalanya diborong.

Dengan gejala yang sama kejadian itu kembali terulang saat di perguruan tinggi. Malam setelah selesai latihan padus, rasa pusing dan keringat dinginku semakin parah. Sepanjang perjalanan pulang menuju tempat kos, rasanya berjalan dengan kaki yang enggak menapaki jalan. Akhirnya saat di kamar aku memutuskan untuk tidur, sialnya malah kebelet pipis. Turun tangga semuanya masih normal, begitu di kamar mandi semuanya menguning. Karena duduk di kamar mandi bukanlah ide yang bagus, akupun memaksakan diri untuk keluar dan berjalan. Suasana dapur mulanya gelap seperti biasanya, lama kelamaan gelapnya terasa berbeda, aku bahkan menabrak meja. Aku menyerah, akhirnya duduk di lantai dan memejamkan mata. Entah apa yang terjadi, begitu membuka mata dan melirik ke samping kanan, aku duduk bersebelahan dengan tikus segede mangkok yang akhirnya lari terbirit-birit. Lha tadi dikira patung kali ya akunya.

Penyebab tak sadarkan diri untuk sementara waktu


Selain mencari tahu tentang gejala awal, akupun jadi kepo dengan penyebabnya. Apakah karena kecapen, dehidrasi, atau lainnya. Lalu setelah membaca beberapa artikel kesehatan, ternyata penyebab tak sadarkan diri ini ada beberapa faktor. Yang aku alami sehabis ujian praktek olahraga itu karena dehidrasi dan kelelahan. Sementara saat berbelanja lebih ke kekurangan oksigen ditambah kelelahan. Lalu sewaktu pulang kuliah lanjut latihan paduan suara, faktor darah rendah (anemia), stres, dan lelah juga tentunya.

Selain itu bisa juga karena faktor tekanan darah yang mendadak berubah, gangguan syaraf vagus dan juga shock. Pernah denger kan ada yang misalnya mendengar berita atau kabar tertentu tiba-tiba jatuh pingsan bukan jatuh cinta.

Caraku supaya pingsannya enggak sampai jatuh


Berangkat dari gejala yang berulang alias tetap sama. Aku jadi lebih bisa mengantisipasi supaya enggak sampai kejadian dibopong satpam lagi. Pokoknya kalau mulai pusing, aku akan cari tempat duduk, enggak memaksakan berdiri apalagi jalan. Mual, dan keringat dingin, aku langsung minum air. Sementara saat mulai kunang-kunang, selain duduk, aku akan memejamkan mata. Apalagi kalau terjadinya di kendaraan umum, kereta misalnya. Kalau enggak memejamkan mata bisa-bisa pusingnya semakin menggila.

Sampai saat ini, aku masih sering mengalami gejala tak sadarkan diri ini. Terakhir, sehari sebelum ramadan 2020 tiba. Dehidrasi sehabis nekad mengambil langsung buah rambutan di pohonnya. Mana baru makan siang pula. Alhasil bukan cuma mual, tapi seluruh makanan ikut keluar. Kalau kamu, pernah pingsan atau merasakan gejalanya juga enggak. Share yuk di kolom komentar. Eh ya, jangan lupa selalu jaga kesehatan ya. Karena rasaya pingsan ini benar-benar tidak enak.

2 comments

  1. mbak gie, aku juga dulu masa SMP sampai kerja sering kerja Nampaknya dehidrasi jadi pemicu utama pingsan.
    Hampir sama, sekeliling terasa pening dan berwarna kuning - oranye kemudian semuanya gelap..
    Alhamdulilah sekarang sudah tidak lagi, karena saya bekel air putih kemana-mana hehee.
    Sehat selalu mba gie

    ReplyDelete
  2. Bener tu. Rasanya pingsan pandangan tiba2 hitam. Badan otomatis gak berdaya langsung jatuh tergeletak. Trus gak lama pandangan mulai jelas. Trus bangun deh wkwk. Aku pingsan gara2 dbd kekurangan darang mungkin.

    ReplyDelete

Tinggalkan komentar ya, supaya aku bisa mengujungi situs milikmu. Diharapkan jangan menyimpan link hidup di kolom komentar karena otomatis akan dihapus. Terima kasih :)